Pendiri Dapur Cokelat berbagi kiat berbisnis kuliner
Kamis, 7 Oktober 2021 22:26 WIB
Ilustrasi (Pexels)
Jakarta (ANTARA) - Pendiri Dapur Cokelat, Ermey Trisniarty, yang telah mempertahankan bisnis selama dua puluh tahun berbagi kiat untuk orang-orang yang ingin merintis bisnis di dunia kuliner. Menurut Ermey, ada tiga hal yang patut diperhatikan: konsep, fokus dan berusaha keras sebelum berserah diri kepada Yang Maha Esa.
"Pilih konsep dulu, semua harus ada konsep agar hulu ke hilir bisa tetap konsisten," kata Ermey dalam konferensi pers peluncuran buku "Dapur Cokelat Bercerita", Kamis.
Setelah memutuskan apa konsep yang mau diusung, langkah berikutnya adalah fokus dalam berbisnis. Pebisnis harus fokus dalam mempersiapkan diri menghadapi masalah-masalah yang akan muncul ke depan, sebab usaha berbisnis takkan selalu mulus. Pasti ada kerikil-kerikil yang bakal mewarnai perjalanan menuju kesuksesan. Jenama Dapur Cokelat yang sudah mempertahankan eksistensi selama dua dekade juga menghadapi tantangan-tantangan, salah satunya pandemi COVID-19 yang membuat pemasukan menurun drastis.
Dengan fokus terhadap bisnis yang dijalankan, tantangan dan rintangan tidak akan membuat semangat jadi kempes. Pikiran akan fokus dalam mencari jalan keluar agar bisa terus maju dan bertahan. Sebagai contoh, Dapur Cokelat mengeluarkan inovasi berupa produk tepung premix siap masak untuk menunjang kebutuhan dan hobi masyarakat yang harus menghabiskan sebagian besar waktu di rumah akibat pembatasan ruang gerak.
Ketiga, bekerja keras sekuat tenaga dan semaksimal mungkin lalu berserah diri kepada Yang Maha Esa atas hasilnya.
“Fokus pada apa yang kita minati. Pelajari ilmunya. Lalu miliki mimpi dan bekerja keras serta cari peluang untuk mewujudkannya. Percaya pada kemampuan diri sendiri. Bangkit lagi jika jatuh. Terus begitu," ujar Ermey.
"Pilih konsep dulu, semua harus ada konsep agar hulu ke hilir bisa tetap konsisten," kata Ermey dalam konferensi pers peluncuran buku "Dapur Cokelat Bercerita", Kamis.
Setelah memutuskan apa konsep yang mau diusung, langkah berikutnya adalah fokus dalam berbisnis. Pebisnis harus fokus dalam mempersiapkan diri menghadapi masalah-masalah yang akan muncul ke depan, sebab usaha berbisnis takkan selalu mulus. Pasti ada kerikil-kerikil yang bakal mewarnai perjalanan menuju kesuksesan. Jenama Dapur Cokelat yang sudah mempertahankan eksistensi selama dua dekade juga menghadapi tantangan-tantangan, salah satunya pandemi COVID-19 yang membuat pemasukan menurun drastis.
Dengan fokus terhadap bisnis yang dijalankan, tantangan dan rintangan tidak akan membuat semangat jadi kempes. Pikiran akan fokus dalam mencari jalan keluar agar bisa terus maju dan bertahan. Sebagai contoh, Dapur Cokelat mengeluarkan inovasi berupa produk tepung premix siap masak untuk menunjang kebutuhan dan hobi masyarakat yang harus menghabiskan sebagian besar waktu di rumah akibat pembatasan ruang gerak.
Ketiga, bekerja keras sekuat tenaga dan semaksimal mungkin lalu berserah diri kepada Yang Maha Esa atas hasilnya.
“Fokus pada apa yang kita minati. Pelajari ilmunya. Lalu miliki mimpi dan bekerja keras serta cari peluang untuk mewujudkannya. Percaya pada kemampuan diri sendiri. Bangkit lagi jika jatuh. Terus begitu," ujar Ermey.
Pewarta : Nanien Yuniar
Editor : Samino Nugroho
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Panitia Ijtima Ulama 2025 siapkan 200 dapur umum untuk sambut para jamaah
26 November 2025 19:35 WIB
Terpopuler - Kuliner
Lihat Juga
Akar Hotel dan Resort gelar "seasson of test" menu spesial Imlek dan Ramadan
31 January 2026 6:11 WIB
Iftar Ramadhan di Emersia Hotel dan Resort hanya Rp245.000 bisa makan sepuasnya
11 March 2025 8:46 WIB
Santika Indonesia Hotels dan Resorts bagi puluhan hadiah di Ramadhan Exclusive Sale
04 March 2025 9:48 WIB
Bukber sambil berbagi: Saung Kabayan Golden Tulip Springhill donasikan pembelian ke panti asuhan
03 March 2025 10:44 WIB