Twitter jelaskan proses verifikasi "centang biru" dan pedoman baru
Jumat, 9 Juli 2021 10:29 WIB
Ilustrasi - Orang yang memegang iPhone Apple baru dengan logo Twitter di layar. (ANTARA/Shutterstock/pri.)
Jakarta (ANTARA) - Twitter belum lama ini meluncurkan kembali proses verifikasi "centang biru" dengan seperangkat aturan dan pedoman baru yang lebih sesuai untuk tahun 2021.
Namun segera setelah proses dimulai, banyak pengguna, termasuk jurnalis, mengeluh tidak mendapatkan verifikasi "centang biru"meskipun memenuhi semua kriteria.
Twitter pada Rabu (7/7) menyelenggarakan Space untuk menjawab beberapa pertanyaan paling umum terkait verifikasi. Di Ruang Space, tim verifikasi Twitter yang terdiri dari B Byrne, Ryan Collado dan Sarah Husain hadir untuk menjawab pertanyaan terkait verifikasi di Twitter.
Dalam kesempatan itu, Byrne menjelaskan penyebab ditolaknya pengajuan verifikasi "centang biru" oleh pengguna, khususnya jurnalis.
"Banyak jurnalis ditolak dalam aplikasi verifikasi mereka karena masalah teknis atau masalah kecil dengan aplikasi mereka, bukan karena mereka tidak terkenal," ujar Byrne.
"Dalam kebijakan tersebut, kami mengharuskan jurnalis menautkan (organisasi) penerbitan tempat mereka menulis (berita) di bio mereka, dan banyak jurnalis tidak memilikinya di bio mereka dan itu menghasilkan penolakan," tambah dia.
Selain itu, kata Byrne, penting juga bagi seorang jurnalis untuk memastikan bahwa organisasi penerbitan yang mereka tulis telah diverifikasi di Twitter.
Jika jurnalis lepas, mereka dapat membagikan tautan dari organisasi penerbitan yang terverifikasi. Tetapi jika outlet berita tidak terkenal, Twitter tidak akan memverifikasi jurnalis yang bekerja untuk organisasi itu.
"Tetapi jika outlet itu sendiri tidak terkenal, maka kami tidak menganggap jurnalis yang menulis untuk mereka terkenal," kata Byrne.
Sementara itu, Tim Kebijakan Twitter Sarah Husain mengatakan verifikasi Twitter tidak bergantung pada jumlah pengikut.
"Kami fokus pada akun yang aktif, otentik, dan terkenal. Jumlah pengikut benar-benar hanya satu bagian dari persamaan yang kami faktorkan di bawah kriteria penting. Itu tidak pernah menjadi alasan bagi seseorang untuk diverifikasi, tetapi hanya salah satu cara," kata dia.
Dalam kesempatan itu, Byrne menambahkan bahwa bahwa akun "centang biru" tidak mendapatkan perlakuan khusus dalam hal promosi konten atau semacamnya. Mereka juga bertanggung jawab pada aturan yang sama seperti setiap akun lainnya.
"Tidak ada yang istimewa dalam hal pengecualian dari aturan. Verifikasi hanyalah salah satu bagian dari pekerjaan kami untuk membantu orang memahami dengan siapa mereka berinteraksi di Twitter. Itu tidak dimaksudkan untuk menjadi hak istimewa," ucap dia.
Namun segera setelah proses dimulai, banyak pengguna, termasuk jurnalis, mengeluh tidak mendapatkan verifikasi "centang biru"meskipun memenuhi semua kriteria.
Twitter pada Rabu (7/7) menyelenggarakan Space untuk menjawab beberapa pertanyaan paling umum terkait verifikasi. Di Ruang Space, tim verifikasi Twitter yang terdiri dari B Byrne, Ryan Collado dan Sarah Husain hadir untuk menjawab pertanyaan terkait verifikasi di Twitter.
Dalam kesempatan itu, Byrne menjelaskan penyebab ditolaknya pengajuan verifikasi "centang biru" oleh pengguna, khususnya jurnalis.
"Banyak jurnalis ditolak dalam aplikasi verifikasi mereka karena masalah teknis atau masalah kecil dengan aplikasi mereka, bukan karena mereka tidak terkenal," ujar Byrne.
"Dalam kebijakan tersebut, kami mengharuskan jurnalis menautkan (organisasi) penerbitan tempat mereka menulis (berita) di bio mereka, dan banyak jurnalis tidak memilikinya di bio mereka dan itu menghasilkan penolakan," tambah dia.
Selain itu, kata Byrne, penting juga bagi seorang jurnalis untuk memastikan bahwa organisasi penerbitan yang mereka tulis telah diverifikasi di Twitter.
Jika jurnalis lepas, mereka dapat membagikan tautan dari organisasi penerbitan yang terverifikasi. Tetapi jika outlet berita tidak terkenal, Twitter tidak akan memverifikasi jurnalis yang bekerja untuk organisasi itu.
"Tetapi jika outlet itu sendiri tidak terkenal, maka kami tidak menganggap jurnalis yang menulis untuk mereka terkenal," kata Byrne.
Sementara itu, Tim Kebijakan Twitter Sarah Husain mengatakan verifikasi Twitter tidak bergantung pada jumlah pengikut.
"Kami fokus pada akun yang aktif, otentik, dan terkenal. Jumlah pengikut benar-benar hanya satu bagian dari persamaan yang kami faktorkan di bawah kriteria penting. Itu tidak pernah menjadi alasan bagi seseorang untuk diverifikasi, tetapi hanya salah satu cara," kata dia.
Dalam kesempatan itu, Byrne menambahkan bahwa bahwa akun "centang biru" tidak mendapatkan perlakuan khusus dalam hal promosi konten atau semacamnya. Mereka juga bertanggung jawab pada aturan yang sama seperti setiap akun lainnya.
"Tidak ada yang istimewa dalam hal pengecualian dari aturan. Verifikasi hanyalah salah satu bagian dari pekerjaan kami untuk membantu orang memahami dengan siapa mereka berinteraksi di Twitter. Itu tidak dimaksudkan untuk menjadi hak istimewa," ucap dia.
Pewarta : Fathur Rochman
Editor : Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DLH Provinsi Lampung verifikasi aduan tambang galian C di Desa Sukorahayu Lamtim
04 July 2025 8:04 WIB
Polri sebut tujuh SPPG telah beroperasi dan 22 dalam verifikasi, kapan di Lampung?
02 June 2025 16:22 WIB
Telkomsel kenalkan Telco Verify jadi solusi autentifikasi inovatif yang lebih aman
31 October 2024 12:27 WIB, 2024
Sebanyak 71.371 pengguna pertalite di Lampung terverifikasi gunakan QR
03 October 2024 6:59 WIB, 2024
Jasa Raharja masih menunggu verifikasi polisi soal kecelakaan GT Halim Utara
27 March 2024 21:29 WIB, 2024
Terpopuler - Gadget
Lihat Juga
OPPO A6 Pro bisa dipakai untuk mengisi daya perangkat elektronik seperti powerbank
07 October 2025 19:55 WIB
Samsung debutkan Galaxy Tab S10 Lite secara global, yang diperkaya dengan fitur AI
12 September 2025 12:41 WIB