Bandarlampung (ANTARA) - Dinas Pertanian Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, saat ini sedang mengembangkan sapi melalui transfer embrio untuk meningkatkan populasi sapi di daerah ini.

Salah satu anak sapi (pedet) hasil transfer embrio pertama di Tulang Bawang tersebut saat ini telah dihasilkan oleh peternak I Ketut Sukayase di Kampung Jaya Makmur, Kecamatan Banjar Baru.

Pengembangan sapi melalui transfer embrio tersebut ditinjau langsung oleh Sekretaris Dinas Pertanian Tulang Bawang, Rina Kusumawardani, S.TP,M.M, didampingi Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasib Subagyo, S.Pt.,M.M, Rabu (9/6).

Baca juga: Tulang Bawang Barat bantu lahan 5.000 M2 untuk kantor Kemenkumham Lampung

Embrio sapi yang ditransfer kali ini adalah jenis Limousin, yang ditransfer pada sapi Simental milik I Ketut Sukayase.

“Hal ini menjadi kebanggan Kabupaten Tulang Bawang, khususnya Dinas Pertanian karena telah berhasil melakukan peningkatan populasi sapi dengan teknologi transfer embrio,” kata Rina dalam siaran pers Dinas Kominfo Tulang Bawang yang diterima di Bandarlampung, Jumat.

Anak sapi yang dilahirkan merupakan sapi Simental yang lahir pada 14 April 2021 dalam kondisi sehat dengan berat 45 kilogram. 

Dalam kunjungan tersebut, Sekdin juga didampingi para dokter hewan, petugas Inseminasi buatan, dan penyuluh pertanian Kecamatan Banjar Baru.

Baca juga: Pemkab Tulang Bawang kirim sembilan pejabat ikuti pelatihan administrator

Teknologi transfer embrio merupakan teknologi peningkatan populasi sapi dengan perbaikan kualitas genetik. 

Transfer embrio merupakan teknologi kedua setelah  Inseminasi Buatan (IB) yang lebih dulu dan sudah banyak dilakukan oleh para inseminator di Kabupaten Tulang Bawang.

Program transfer embrio ini akan terus dikembangkan dalam upaya meningkatkan populasi sapi di Tulang Bawang sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak sapi.


Pewarta : Edy Supriyadi
Editor : Samino Nugroho
Copyright © ANTARA 2024