Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo mengingatkan seluruh jajarannya agar mengantisipasi perkembangan teknologi yang terjadi di dunia kesehatan, dalam melaksanakan perencanaan pembangunan.

"Kita juga harus mengantisipasi teknologi di dunia kesehatan, ini juga (perlu) hati-hati di dunia kesehatan," kata Presiden  saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2021 di Istana Negara, Jakarta, yang dipantau secara virtual, Selasa.

Presiden mengatakan bahwa teknologi kesehatan akan semakin berkembang pesat, tidak hanya pemeriksaan dan konsultasi medis jarak jauh, namun melebihi hal tersebut.

"Lebih dari pemeriksaan atau konsultasi medis jarak jauh, tapi juga pemanfaatan articifial intelligence untuk diagnosis, untuk pelaksanaan pengobatan, untuk precision medicine hingga tindakan operasi jarak jauh, segera ini bisa dilakukan di manapun," kata Kepala Negara.

Lebih jauh, Presiden mengatakan, di bidang pendidikan, pandemi COVID-19 juga mengakselarasi, mempercepat pelaksanaan teknologi pendidikan, di mana pembelajaran jarak jauh menjadi sebuah kebutuhan, menjadi sebuah keniscayaan.

Kepala Negara mengatakan layanan pendidikan berbasis daring muncul di mana-mana, akses pembelajaran dapat diperoleh dari berbagai sumber, peran guru dan sekolah lebih sebagai fasilitator pendidikan untuk memfasilitasi merdeka belajar dari anak didiknya.

"Inilah perkembangan-perkembangan cepat. Perencanaan harus mengantisipasi semua itu. Harus responsif terhadap disrupsi yang membuat dunia berubah sangat cepat, harus responsif terhadap tantangan dan peluang yang muncul sangat cepat, tidak kita duga, harus responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," katanya.

Untuk itu, Presiden meminta belanja teknologi dilakukan sebagai belanja investasi, yang harus jelas manfaatnya untuk publik dan negara, serta harus juga dihitung efisiensi dan kontribusinya bagi perkembangan teknologi di dalam negeri.


 

Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2024