New York (ANTARA) - Pfizer dan mitranya asal Jerman BioNTech mulai menguji vaksin COVID-19 buatannya pada anak di bawah umur 12 tahun, dengan harapan memperluas vaksinasi ke rentang usia tersebut hingga awal 2022, menurut produsen Amerika Serikat itu pada Kamis (25/3).

Sebelumnya relawan yang  diuji coba tahap awal diberikan suntikan pertama vaksin pada Rabu (24/3), menurut juru bicara Sharon Castillo.

Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech mengantongi restu regulator AS untuk penerima vaksin berusia 16 tahun ke atas pada akhir Desember. Hampir 66 juta dosis vaksin telah disuntikkan di AS hingga Rabu pagi, menurut data Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit  (CDC) AS.

Uji coba pediatrik, yang akan menyertakan anak bayi berusia 6 bulan, mengikuti uji coba serupa yang diluncurkan oleh Moderna pekan lalu.

Hanya vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech yang kini digunakan pada anak berusia 16 dan 17 tahun di AS. Suntikan Moderna diperuntukkan bagi mereka yang berusia 18 tahun ke atas, dan belum ada vaksin yang diizinkan untuk anak-anak yang lebih muda.

Pfizer dan BioNTech awalnya berencana menguji keamanan vaksin mereka pada tiga dosis berbeda, yakni 10, 20 dan 30 mikrogram, dalam uji coba Tahap I/II yang melibatkan 144 partisipan.

Keduanya lantas berencana memperluas uji coba tahap akhir dengan 4.500 partisipan, di mana mereka akan menguji keamanan, tolerabilitas, dan respons imun yang dihasilkan oleh vaksin, kemungkinan melalui pengukuran tingkat antibodi pada orang muda.

Castillo mengatakan kedua perusahaan itu berharap dapat memperoleh data dari uji coba tersebut pada paruh kedua 2021.

Namun sebenarnya, Pfizer sedang menguji vaksin COVID-19 untuk anak usia 12-15 tahun. Castillo menuturkan bahwa perusahaan berharap data hasil uji coba tersebut sudah tersedia dalam beberapa pekan ke depan.

Sumber: Reuters
 


Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2024