Subaru pangkas produksi mobil di Jepang dan AS
Sabtu, 16 Januari 2021 8:09 WIB
Kokpit kendaraan Subaru Forester model 2019 (Shutterstock) (Shutterstock)
Jakarta (ANTARA) - Produsen mobil Jepang Subaru Corp akan memangkas jumlah produksi sebanyak "beberapa ribu unit" pada bulan ini di Jepang dan Amerika Serikat yang disebabkan kekurangan komponen chip semikonduktor.
Subaru terpaksa menyesuaikan jumlah produksi di pabrik Gunma, Jepang, menurut juru bicara perusahaan kepada Reuters pada Kamis (14/1). Namun juru bicara itu tidak menjelaskan secara rinci berapa banyak mobil yang akan ditunda produksinya.
Perusahaan itu memastikan bahwa mereka akan menyetop operasional di pabrik Gunma selama dua hari mulai Jumat ini karena masalah pasokan chip.
Subaru juga mengurangi produksi di pabrik Indiana AS, kata juru bicara itu, menambahkan bahwa perusahaan sedang memeriksa apakah pengurangan produksi akan diperpanjang hingga Februari.
Beberapa perusahaan otomotif global kekurangan komponen chip semikonduktor karena stok yang terbatas, imbas pandemi COVID-19 yang membuat perusahaan teknologi juga membatasi produksi mereka.
Nissan Motor Co terpaksa memangkas jumlah produksi mobil hybrid Nissan Note karena pabrik mereka kekurangan pasokan komponen chip semikonduktor sebagai imbas krisis COVID-19.
Bukan cuma Nissan, sesama pabrikan Jepang, Honda juga mengalami masalah serupa dimana produksi mereka terkendala kurangnya pasokan komponen semikonduktor.
Reuters melaporkan, produsen mobil dan elektronik global kekurangan chip karena pasokan yang lebih sedikit daripada permintaan konsumen yang mulai naik.
Subaru terpaksa menyesuaikan jumlah produksi di pabrik Gunma, Jepang, menurut juru bicara perusahaan kepada Reuters pada Kamis (14/1). Namun juru bicara itu tidak menjelaskan secara rinci berapa banyak mobil yang akan ditunda produksinya.
Perusahaan itu memastikan bahwa mereka akan menyetop operasional di pabrik Gunma selama dua hari mulai Jumat ini karena masalah pasokan chip.
Subaru juga mengurangi produksi di pabrik Indiana AS, kata juru bicara itu, menambahkan bahwa perusahaan sedang memeriksa apakah pengurangan produksi akan diperpanjang hingga Februari.
Beberapa perusahaan otomotif global kekurangan komponen chip semikonduktor karena stok yang terbatas, imbas pandemi COVID-19 yang membuat perusahaan teknologi juga membatasi produksi mereka.
Nissan Motor Co terpaksa memangkas jumlah produksi mobil hybrid Nissan Note karena pabrik mereka kekurangan pasokan komponen chip semikonduktor sebagai imbas krisis COVID-19.
Bukan cuma Nissan, sesama pabrikan Jepang, Honda juga mengalami masalah serupa dimana produksi mereka terkendala kurangnya pasokan komponen semikonduktor.
Reuters melaporkan, produsen mobil dan elektronik global kekurangan chip karena pasokan yang lebih sedikit daripada permintaan konsumen yang mulai naik.
Pewarta : Alviansyah Pasaribu
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Volvo Cars potong perkiraan volume penjualan 2022 karena kekurangan "chip"
23 March 2022 9:07 WIB, 2022
Toyota memangkas produksi, laba kuartal III turun karena krisis chip
09 February 2022 12:49 WIB, 2022
Terpopuler - Otomotif
Lihat Juga
Program Daifit, sembilan konsumen Daihatsu dapat kesempatan undian umroh
07 March 2024 22:41 WIB, 2024
Airlangga targetkan 200.000 mobil listrik terjual di Indonesia tiap tahun
06 February 2024 5:27 WIB, 2024