Gunung Kidul siapkan pengamanan jalur wisata
Rabu, 16 Desember 2020 21:21 WIB
Objek wisata pantai di Kabupaten Gunung Kidul. (Foto ANTARA/Sutarmi)
Gunung Kidul (ANTARA) - Dinas Pariwisata Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mempersiapkan pengamanan jalur wisata dan penerapan protokol kesehatan di objek wisata untuk menyambut libur Natal dan Tahun Baru 2021.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Gunung Kidul Asti Wijayanti di Gunung Kidul, Rabu, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi melibatkan Polres, Kodim 0730, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD, Tim SARLINMAS, kecamatan, HPI, PPJI, BPW, BPPD, Forkom Desa Wisata dan Forkom Pokdarwis Gunung Kidul dalam menyiapkan destinasi, pengamanan dan terutama penegakan protokol kesehatan.
"Pengamanan libur panjang akhir tahun melibatkan 406 personel eksternal dan 105 personel internal. Selain fokus pada tugas pengamanan jalur wisata, tim juga fokus pada penerapan protokol kesehatan," kata Asti.
Ia mengatakan Dispar bersama tim gabungan mulai melakukan monitoring pemakaian masker, mencuci tangan dan terutama pembatasan jarak fisik dan pencegahan kerumunan.
"Kami akan menerapkan protokol kesehatan supaya libur natal dan tahun baru nanti tidak menimbulkan klaster baru," katanya.
Asti mengatakan pihaknya menargetkan jumlah wisatawan pada libur natal dan tahun baru nanti sebanyak 204.822 kunjungan dengan jumlah pendapatan sebesar Rp1,54 miliar. Target ini memang difokuskan dan terarah, supaya bisa menjadi tolok ukur pencapaian target pada 2021. Misalnya, target 1 Januari 2021 sampai dengan 3 Januari 2021 jumlah pengunjung 57.765 orang dengan jumlah pendapatan Rp439,59 juta.
"Pada masa pandemi ini memang susah menetapkan target, tapi kami memberanikan diri memasang target, supaya ke depan kami bisa menjadi dasar dan gambaran untuk menetapkan target pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Gunung Kidul Supartono mengaku telah menyiapkan destinasi dengan pemberian sarana dan prasarana untuk penegakan protokol kesehatan.
“Saat ini hampir semua destinasi wisata di Kabupaten Gunung Kidul telah dibuka dan menerima kunjungan wisatawan,” katanya.
Ia mengatakan sebanyak 55 destinasi wisata, 11 hotel dan 15 rumah makan telah diverifikasi dalam penerapan protokol kesehatan. Bantuan sarana prasarana seperti wastafel tempat cuci tangan, masker, tempat sampah, hand satitizer, sabun cair, tenda isolasi, velbed serta rambu rambu informasi.
“Selain itu juga kampanye protokol kesehatan telah diberikan kepada pengelola dan dipasang di destinasi wisata,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Gunung Kidul Asti Wijayanti di Gunung Kidul, Rabu, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi melibatkan Polres, Kodim 0730, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD, Tim SARLINMAS, kecamatan, HPI, PPJI, BPW, BPPD, Forkom Desa Wisata dan Forkom Pokdarwis Gunung Kidul dalam menyiapkan destinasi, pengamanan dan terutama penegakan protokol kesehatan.
"Pengamanan libur panjang akhir tahun melibatkan 406 personel eksternal dan 105 personel internal. Selain fokus pada tugas pengamanan jalur wisata, tim juga fokus pada penerapan protokol kesehatan," kata Asti.
Ia mengatakan Dispar bersama tim gabungan mulai melakukan monitoring pemakaian masker, mencuci tangan dan terutama pembatasan jarak fisik dan pencegahan kerumunan.
"Kami akan menerapkan protokol kesehatan supaya libur natal dan tahun baru nanti tidak menimbulkan klaster baru," katanya.
Asti mengatakan pihaknya menargetkan jumlah wisatawan pada libur natal dan tahun baru nanti sebanyak 204.822 kunjungan dengan jumlah pendapatan sebesar Rp1,54 miliar. Target ini memang difokuskan dan terarah, supaya bisa menjadi tolok ukur pencapaian target pada 2021. Misalnya, target 1 Januari 2021 sampai dengan 3 Januari 2021 jumlah pengunjung 57.765 orang dengan jumlah pendapatan Rp439,59 juta.
"Pada masa pandemi ini memang susah menetapkan target, tapi kami memberanikan diri memasang target, supaya ke depan kami bisa menjadi dasar dan gambaran untuk menetapkan target pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Gunung Kidul Supartono mengaku telah menyiapkan destinasi dengan pemberian sarana dan prasarana untuk penegakan protokol kesehatan.
“Saat ini hampir semua destinasi wisata di Kabupaten Gunung Kidul telah dibuka dan menerima kunjungan wisatawan,” katanya.
Ia mengatakan sebanyak 55 destinasi wisata, 11 hotel dan 15 rumah makan telah diverifikasi dalam penerapan protokol kesehatan. Bantuan sarana prasarana seperti wastafel tempat cuci tangan, masker, tempat sampah, hand satitizer, sabun cair, tenda isolasi, velbed serta rambu rambu informasi.
“Selain itu juga kampanye protokol kesehatan telah diberikan kepada pengelola dan dipasang di destinasi wisata,” katanya.
Pewarta : Sutarmi
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kunjungan wisatawan ke Kota Bandarlampung naik 30 persen di libur Lebaran
23 April 2024 18:38 WIB, 2024
Dispar Palembang sebut target 2,3 juta turis tercapai saat libur akhir 2023
09 December 2023 11:01 WIB, 2023
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Terjebak cuaca buruk, ratusan wisatawan sudah dievakuasi ke kapal Pelni dari Karimunjawa
28 December 2022 11:09 WIB, 2022
Lummay Villa and Resort, destinasi wisata berkonsep Eropa berpadu budaya Bali
27 December 2022 18:20 WIB, 2022
Ancol targetkan 430 ribu pengunjung pada libur Natal dan Tahun Baru 2023
25 December 2022 14:05 WIB, 2022
Menparekraf Sandiaga Uno luncurkan Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional
17 December 2022 10:46 WIB, 2022