Virus bisa ditemukan di sperma
Sabtu, 9 Mei 2020 18:56 WIB
Logo - lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). ANTARA/HO-lipi.go.id/pri. (ANTARA/HO-lipi.go.id)
Jakarta (ANTARA) - Peneliti dan ahli bidang reproduksi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Taufiq P Nugraha mengatakan virus bisa ditemukan di sperma atau air mani.
"Memang bukan hal yang aneh pada suatu infeksi virus yang bersifat viremia, virus dapat ditemukan di air mani," kata Taufiq kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu.
Viremia adalah masa dimana virus masuk ke peredaran darah.
Baca juga: Berhubungan intim saat corona, amankah? ini kata dokter
Dia menuturkan ada suatu artikel review yang menemukan kurang lebih 27 jenis virus yang pernah ditemukan di air mani, seperti penyakit zika atau ebola.
Menurut Taufiq memang pada saat infeksi berat dan terjadi viremia, virus bisa menembus blood-testis barrier dan akhirnya ditemukan dalam semen.
Menanggapi temuan peneliti China yang menguji air mani laki-laki yang terinfeksi COVID-19 dan menemukan minoritas yang memiliki virus SARS-CoV-2 dalam air mani, Taufiq menuturkan masih memerlukan kajian dan penelitian lebih lanjut.
Penelitian yang dilakukan pada 38 laki-laki terinfeksi COVID-19 yang dirawat di rumah sakit kota Shangqiu di China, ditemukan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 di sperma pada enam orang.
"Kalau melihat temuan ini menunjukkan bisa terjadi, tapi kalau viremia biasanya sudah infeksi berat karena virus sudah ke mana-mana," tuturnya.
Taufiq menuturkan hasil temuan itu masih harus dicermati lebih lanjut, karena "ini masih tahap awal sepertinya."
Untuk saat ini pengetahuan umum mengenai COVID-19 merupakan penyakit pernapasan atau "respiratory diseases".
Tetapi, jika menyangkut penyebaran penyakit, ada beberapa faktor yang harus dikaji untuk menjawab pertanyaan berikut: apakah virus yang dideteksi di semen tersebut masih aktif, apakah virus ini masih viable atau bisa menginfeksi, berapa banyak konsentrasinya, dan berapa lama virus bisa bertahan di semen.
"Memang bukan hal yang aneh pada suatu infeksi virus yang bersifat viremia, virus dapat ditemukan di air mani," kata Taufiq kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu.
Viremia adalah masa dimana virus masuk ke peredaran darah.
Baca juga: Berhubungan intim saat corona, amankah? ini kata dokter
Dia menuturkan ada suatu artikel review yang menemukan kurang lebih 27 jenis virus yang pernah ditemukan di air mani, seperti penyakit zika atau ebola.
Menurut Taufiq memang pada saat infeksi berat dan terjadi viremia, virus bisa menembus blood-testis barrier dan akhirnya ditemukan dalam semen.
Menanggapi temuan peneliti China yang menguji air mani laki-laki yang terinfeksi COVID-19 dan menemukan minoritas yang memiliki virus SARS-CoV-2 dalam air mani, Taufiq menuturkan masih memerlukan kajian dan penelitian lebih lanjut.
Penelitian yang dilakukan pada 38 laki-laki terinfeksi COVID-19 yang dirawat di rumah sakit kota Shangqiu di China, ditemukan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 di sperma pada enam orang.
"Kalau melihat temuan ini menunjukkan bisa terjadi, tapi kalau viremia biasanya sudah infeksi berat karena virus sudah ke mana-mana," tuturnya.
Taufiq menuturkan hasil temuan itu masih harus dicermati lebih lanjut, karena "ini masih tahap awal sepertinya."
Untuk saat ini pengetahuan umum mengenai COVID-19 merupakan penyakit pernapasan atau "respiratory diseases".
Tetapi, jika menyangkut penyebaran penyakit, ada beberapa faktor yang harus dikaji untuk menjawab pertanyaan berikut: apakah virus yang dideteksi di semen tersebut masih aktif, apakah virus ini masih viable atau bisa menginfeksi, berapa banyak konsentrasinya, dan berapa lama virus bisa bertahan di semen.
Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Peneliti LIPI mengubah limbah masker medis menjadi produk bernilai tambah
08 August 2021 10:01 WIB, 2021
LIPI sebut lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia didominasi varian delta
17 July 2021 13:17 WIB, 2021
Peringati Hari Buku Internasional, TACB Metro dan PMB LIPI kolaborasi penulisan buku
24 April 2021 13:28 WIB, 2021
LIPI: Perlu data ilmiah keamanan dan efikasi vaksin Sinovac pada anak-anak
29 March 2021 12:44 WIB, 2021
LIPI tegaskan manfaat vaksin AstraZeneca lebih tinggi daripada risikonya
19 March 2021 15:29 WIB, 2021
LIPI perkirakan ekonomi 2021 membaik jika ketersediaan vaksin terpenuhi
17 December 2020 22:32 WIB, 2020
LIPI beri saran Indonesia perlu belajar dari Taiwan soal wisata halal
01 October 2020 6:34 WIB, 2020