Kebun Binatang Bandung berencana potong rusa jadi pakan hewan
Minggu, 3 Mei 2020 4:33 WIB
Dokumen - Seekor macan tutul jawa (Panthera pardus melas) beristirahat di dalam kandang di Kebun Binatang Bandung, Jawa Barat, Jumat (4/10/2019). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/wsj.
Bandung (ANTARA) - Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoological Garden (Bazoga) berencana memotong rusa untuk dijadikan pakan macan tutul apabila dalam beberapa waktu ke depan pembatasan sosial karena COVID-19 masih diberlakukan.
"Kami terpaksa akan memotong rusa untuk pakan macan tutul jika dalam beberapa bulan ke depan virus corona masih berlangsung," kata Humas Bazoga Sulhan Syafi'i dari keterangannya di Bandung, Sabtu.
Ia mengatakan hal itu dilakukan karena anggaran untuk pakan hewan di Bazoga kian menipis seabagai dampak dari tidak adanya pengunjung.
Dari perhitungannya, Bazoga hanya bisa bertahan selama empat bulan ke depan tanpa adanya kunjungan wisatawan. Apabila melebihi batas waktu tersebut, kemungkinan sejumlah satwa herbivor akan dijadikan pakan untuk satwa karnivor.
"Tanpa ada pengunjung, akan bertahan selama empat bulan ke depan. Skenario terburuk ya kami akan memotong rusa untuk pakan macan tutul," kata dia.
Sejauh ini, dia memastikan Bazoga telah mengikuti arahan pemerintah untuk tidak beroperasi karena pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Maka dari itu pemasukan yang didapat oleh pengelola Bazoga menjadi minim.
Meskipun demikian, ia memastikan hingga kini belum ada satwa yang mati akibat kekurangan pakan. Ia berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk membantu satwa yang ada di Bazoga.
"Sekenario terburuk itu tadi bisa terjadi apabila tidak ada campur tangan atau bantuan dari pemerintah terhadap Kebun Binatang Bandung," kata dia.
"Kami terpaksa akan memotong rusa untuk pakan macan tutul jika dalam beberapa bulan ke depan virus corona masih berlangsung," kata Humas Bazoga Sulhan Syafi'i dari keterangannya di Bandung, Sabtu.
Ia mengatakan hal itu dilakukan karena anggaran untuk pakan hewan di Bazoga kian menipis seabagai dampak dari tidak adanya pengunjung.
Dari perhitungannya, Bazoga hanya bisa bertahan selama empat bulan ke depan tanpa adanya kunjungan wisatawan. Apabila melebihi batas waktu tersebut, kemungkinan sejumlah satwa herbivor akan dijadikan pakan untuk satwa karnivor.
"Tanpa ada pengunjung, akan bertahan selama empat bulan ke depan. Skenario terburuk ya kami akan memotong rusa untuk pakan macan tutul," kata dia.
Sejauh ini, dia memastikan Bazoga telah mengikuti arahan pemerintah untuk tidak beroperasi karena pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Maka dari itu pemasukan yang didapat oleh pengelola Bazoga menjadi minim.
Meskipun demikian, ia memastikan hingga kini belum ada satwa yang mati akibat kekurangan pakan. Ia berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk membantu satwa yang ada di Bazoga.
"Sekenario terburuk itu tadi bisa terjadi apabila tidak ada campur tangan atau bantuan dari pemerintah terhadap Kebun Binatang Bandung," kata dia.
Pewarta : Bagus Ahmad Rizaldi
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
BMKG prakirakan kota-kota besar di Indonesia, termasuk Lampung diguyur hujan
26 January 2025 7:40 WIB, 2025
DMC Dompet Dhuafa membuka pos bagi penyintas erupsi Gunung Ibu Halmahera
24 January 2025 10:21 WIB, 2025
BMKG prakirakan hujan guyur mayoritas wilayah Indonesia, termasuk Bandarlampung
22 January 2025 5:35 WIB, 2025
BNPB lakukan operasi modifikasi cuaca untuk kurangi banjir di Bandarlampung
20 January 2025 12:11 WIB, 2025
Jihan Nurlela sebut perlu revitalisasi mangrove untuk maksimalkan ekowisata
12 January 2025 5:06 WIB, 2025