Usaha Mercedes-Benz di China berangsur normal
Senin, 27 April 2020 11:21 WIB
Mercedes-Benz. (REUTERS/Andreas Gebert)
Jakarta (ANTARA) - Daimler, induk perusahaan mobil mewah Mercedes-Benz, menyatakan bahwa bisnis mereka berangsur normal di China, yang sempat terhenti karena pandemik virus corona baru (COVID-19).
"Di China sendiri, kami menjual sekitar 50.000 kendaraan lagi pada bulan Maret. Itu membuat kami percaya diri,", kata Markus Schaefer, anggota dewan produksi Daimler kepada surat kabar Bild am Sonntag dilansir Reuters, Minggu (26/4).
Di pasar global, Mercedes-Benz mengirimkan sekitar 477.400 mobil pada periode Januari dan Maret.
Laporan itu tidak menyebutkan berapa banyak komposisi penjualan untuk pasar China.
Sedangkan pada tahun lalu, sebanyak 694.200 mobil Daimler dijual di China dengan pangsa pasar 29 persen dari total penjualan mereka.
Mulai hari ini, pabrik Daimler di Jerman kembali beroperasi. Pabrik Sindelfingen dan Bremen akan memulai produksi kendaraan Mercedes tipe E-Class dan S-Class.
China adalah pasar terbesar untuk tipe S-Class yang diproduksi di Sindelfingen.
"Kami tidak akan mencapai angka penjualan itu dengan segera ketika produksi dimulai," kata Schaefer.
Daimler melaporkan penurunan laba operasional hampir 70 persen pada kuartal pertama 2020.
"Di China sendiri, kami menjual sekitar 50.000 kendaraan lagi pada bulan Maret. Itu membuat kami percaya diri,", kata Markus Schaefer, anggota dewan produksi Daimler kepada surat kabar Bild am Sonntag dilansir Reuters, Minggu (26/4).
Di pasar global, Mercedes-Benz mengirimkan sekitar 477.400 mobil pada periode Januari dan Maret.
Laporan itu tidak menyebutkan berapa banyak komposisi penjualan untuk pasar China.
Sedangkan pada tahun lalu, sebanyak 694.200 mobil Daimler dijual di China dengan pangsa pasar 29 persen dari total penjualan mereka.
Mulai hari ini, pabrik Daimler di Jerman kembali beroperasi. Pabrik Sindelfingen dan Bremen akan memulai produksi kendaraan Mercedes tipe E-Class dan S-Class.
China adalah pasar terbesar untuk tipe S-Class yang diproduksi di Sindelfingen.
"Kami tidak akan mencapai angka penjualan itu dengan segera ketika produksi dimulai," kata Schaefer.
Daimler melaporkan penurunan laba operasional hampir 70 persen pada kuartal pertama 2020.
Pewarta : Alviansyah Pasaribu
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Guru SMPN 11 Muaro Jambi raih Mercedes-Benz C200 dari Telkomsel Poin Gembira Festival 2024
13 March 2025 16:23 WIB, 2025
Russell kian panaskan perang urat saraf lawan Max jelang F1 GP Australia
09 March 2025 15:50 WIB, 2025
Terpopuler - Investasi
Lihat Juga
THR untuk pekerja, ASN dan TNI/Polri dibayarkan tujuh hari sebelum Lebaran
19 April 2021 17:44 WIB, 2021
Jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated diubah jadi Tol Sheikh Mohamed bin Zayed, DPR berikan sorotan tajam
18 April 2021 9:13 WIB, 2021
Hutama Karya sebut Tol Trans Sumatera bisa tekan biaya logistik 24 persen
16 April 2021 20:07 WIB, 2021
Produsen bulu mata dan rambut palsu asal Semarang mampu tembus pasar Bulgaria
16 April 2021 10:45 WIB, 2021
Bersandar di Tanggamus, tanker raksasa pengangkut minyak Pertamina tiba di Indonesia
15 April 2021 20:17 WIB, 2021