Benarkah santap bersama bisa ubah pola makan seseorang?
Jumat, 3 April 2020 10:03 WIB
Ilustrasi makan bersama (Pixabay)
Jakarta (ANTARA) - Tim peneliti dari Universitas Tokyo menemukan, orang cenderung makan lebih sedikit porsi makanan saat bersama seseorang ketimbang sendirian, tapi frekuensi makannya jadi sering.
Untuk sampai pada temuan ini, peneliti melakukan percobaan pada sejumlah orang. Mereka meminta para partisipan itu duduk di depan meja sambil memakan keripik kentang.
Peneliti mencoba dua skenario yakni, seorang duduk sendirian makan keripik, sementara di tempat lain, dua orang makan keripik di meja yang sama berhadapan dan saling berhadapan.
Para peneliti juga menempatkan skala tersembunyi di bawah meja untuk membantu memperkirakan ukuran porsi dan konsumsi para partisipan uji coba.
Hasil percobaan yang dipublikasikan dalam jurnal Royal Society Open Science itu menunjukkan, ketika orang makan bersama, mereka cenderung makan dengan porsi lebih kecil daripada saat makan sendirian, tetapi mereka makan lebih sering.
Pada akhirnya, yang berubah hanyalah cara keripik dimakan, yang semula langsung dalam porsi banyak menjadi sedikit-sedikit tapi sering.
Para peneliti mencatat, perubahan tersebut otomatis artinya orang-orang tidak memutuskan untuk mengubah perilaku makan mereka, tetapi mereka melakukannya tanpa memikirkannya dulu.
Perilaku ini telah lama dilakukan manusia -- nenek moyang kita kemungkinan melakukanya juga untuk memaksimalkan asupan makanan mereka karena adanya persaingan dari teman sebaya mereka, demikian seperti dilansir Medical Xpress.
Untuk sampai pada temuan ini, peneliti melakukan percobaan pada sejumlah orang. Mereka meminta para partisipan itu duduk di depan meja sambil memakan keripik kentang.
Peneliti mencoba dua skenario yakni, seorang duduk sendirian makan keripik, sementara di tempat lain, dua orang makan keripik di meja yang sama berhadapan dan saling berhadapan.
Para peneliti juga menempatkan skala tersembunyi di bawah meja untuk membantu memperkirakan ukuran porsi dan konsumsi para partisipan uji coba.
Hasil percobaan yang dipublikasikan dalam jurnal Royal Society Open Science itu menunjukkan, ketika orang makan bersama, mereka cenderung makan dengan porsi lebih kecil daripada saat makan sendirian, tetapi mereka makan lebih sering.
Pada akhirnya, yang berubah hanyalah cara keripik dimakan, yang semula langsung dalam porsi banyak menjadi sedikit-sedikit tapi sering.
Para peneliti mencatat, perubahan tersebut otomatis artinya orang-orang tidak memutuskan untuk mengubah perilaku makan mereka, tetapi mereka melakukannya tanpa memikirkannya dulu.
Perilaku ini telah lama dilakukan manusia -- nenek moyang kita kemungkinan melakukanya juga untuk memaksimalkan asupan makanan mereka karena adanya persaingan dari teman sebaya mereka, demikian seperti dilansir Medical Xpress.
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Samino Nugroho
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemkomdigi bersama Indosat beri bantuan fasilitas internet ke Aceh Tamiang
01 January 2026 18:47 WIB
Doa lintas agama Polda Lampung, wujud empati bagi korban bencana di Sumatera
29 December 2025 19:51 WIB
Dompet Dhuafa-PT Pagatan Usaha Makmur hadirkan kawasan sehat di pedalaman Kalimantan Tengah
22 December 2025 8:20 WIB
Markets4You bersama Dompet Dhuafa hadirkan hunian Bale bagi penyintas erupsi Gunung Lewotobi
19 December 2025 9:33 WIB
Pertamina berdayakan UMKM kerajinan perak yang tumbuh bersama pemuda desa di Lampung
07 December 2025 19:52 WIB
Terpopuler - Kuliner
Lihat Juga
Iftar Ramadhan di Emersia Hotel dan Resort hanya Rp245.000 bisa makan sepuasnya
11 March 2025 8:46 WIB
Santika Indonesia Hotels dan Resorts bagi puluhan hadiah di Ramadhan Exclusive Sale
04 March 2025 9:48 WIB
Bukber sambil berbagi: Saung Kabayan Golden Tulip Springhill donasikan pembelian ke panti asuhan
03 March 2025 10:44 WIB
Prosperity Dinner Hotel Santika Premiere Lampung lengkapi perayaan Imlek
20 January 2025 7:16 WIB, 2025