Harimau sumatera mangsa dua ekor sapi
Selasa, 4 Februari 2020 9:53 WIB
Pemangku kepentingan di Kecamatan Kandis dan BBKSDA Riau melakukan pengecekan terkait laporan warga yang melihat harimau. (FOTO ANTARA/HO-Camat Kandis)
Bandarlampung (ANTARA) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menurunkan tim untuk menangani konflik harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) liar yang memangsa dua sapi milik warga di Kabupaten Siak, Provinsi Riau.
Kepala Bidang Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Heru Sutmantoro di Pekanbaru, Selasa, mengatakan lokasi konflik terjadi di Desa Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak. Warga menemukan dua bangkai anak sapi yang diserang oleh satwa belang tersebut.
BBKSDA Riau langsung menurunkan tim dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas untuk menangani kasus tersebut.
"Setelah mendapat laporan dari anggota Polsek Minas tentang adanya bangkai anak sapi yang diduga dimakan harimau, tim bergerak ke lokasi untuk memastikan tentang laporan tersebut," katanya.
Sesampai di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan Polsek dan anggota Koramil setempat. Setelah itu tim bersama Kapolsek Minas, Babinsa setempat, aparat Desa Rantau Bertuah dan pemilik sapi yang diduga dimakan harimau tersebut.
Tim sudah menemukan bangkai anak sapi yang diperkirakan dua ekor, dan jejak-jejak harimau di areal konsesi PT Arara Abadi yang berjarak kurang lebih satu kilometer dari pemukiman warga.
"Dan menurut pengamatan dan perbandingan jejak, maka tim menyimpulkan bahwa jejak-jejak tersebut emang jejak harimau," ujarnya.
Menurut info masyarakat, lanjutnya, ada sekitar empat ekor sapi yang hilang dan saat ini baru ditemukan dua ekor yang menjadi bangkai dan sisanya belum ditemukan.
"Sapi-sapi tersebut dilepas (pemiliknya) atau mencari makan di areal konsesi Arara Abadi," demikian Heru Sutmantoro.
Kepala Bidang Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Heru Sutmantoro di Pekanbaru, Selasa, mengatakan lokasi konflik terjadi di Desa Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak. Warga menemukan dua bangkai anak sapi yang diserang oleh satwa belang tersebut.
BBKSDA Riau langsung menurunkan tim dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas untuk menangani kasus tersebut.
"Setelah mendapat laporan dari anggota Polsek Minas tentang adanya bangkai anak sapi yang diduga dimakan harimau, tim bergerak ke lokasi untuk memastikan tentang laporan tersebut," katanya.
Sesampai di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan Polsek dan anggota Koramil setempat. Setelah itu tim bersama Kapolsek Minas, Babinsa setempat, aparat Desa Rantau Bertuah dan pemilik sapi yang diduga dimakan harimau tersebut.
Tim sudah menemukan bangkai anak sapi yang diperkirakan dua ekor, dan jejak-jejak harimau di areal konsesi PT Arara Abadi yang berjarak kurang lebih satu kilometer dari pemukiman warga.
"Dan menurut pengamatan dan perbandingan jejak, maka tim menyimpulkan bahwa jejak-jejak tersebut emang jejak harimau," ujarnya.
Menurut info masyarakat, lanjutnya, ada sekitar empat ekor sapi yang hilang dan saat ini baru ditemukan dua ekor yang menjadi bangkai dan sisanya belum ditemukan.
"Sapi-sapi tersebut dilepas (pemiliknya) atau mencari makan di areal konsesi Arara Abadi," demikian Heru Sutmantoro.
Pewarta : FB Anggoro
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BBTNBBS telusuri pergerakan harimau setelah menerkam manusia di Lampung Barat
11 July 2025 16:04 WIB, 2025
BBKSDA Riau telusuri harimau sumatera terkam pekerja hingga tewas di Pelalawan
26 June 2025 19:14 WIB, 2025
Seorang penggarap lahan di TNBBS Lampung Barat tewas, diduga kuat dimangsa harimau
27 May 2025 19:59 WIB, 2025
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
BMKG prakirakan kota-kota besar di Indonesia, termasuk Lampung diguyur hujan
26 January 2025 7:40 WIB, 2025
DMC Dompet Dhuafa membuka pos bagi penyintas erupsi Gunung Ibu Halmahera
24 January 2025 10:21 WIB, 2025
BMKG prakirakan hujan guyur mayoritas wilayah Indonesia, termasuk Bandarlampung
22 January 2025 5:35 WIB, 2025
BNPB lakukan operasi modifikasi cuaca untuk kurangi banjir di Bandarlampung
20 January 2025 12:11 WIB, 2025
Jihan Nurlela sebut perlu revitalisasi mangrove untuk maksimalkan ekowisata
12 January 2025 5:06 WIB, 2025