Kematian pertama akibat virus corona di Beijing
Selasa, 28 Januari 2020 16:09 WIB
Anggota paramiliter menggunakan masker saat berjaga di Gerbang Tiananmen, saat sejumlah wilayah dilanda wabah virus korona baru, di Beijing, China, Senin (27/1/2020). (REUTERS/CARLOS GARCIA RAWLINS)
Shanghai (ANTARA) - Jenis baru virus yang menyebar di seluruh China mencatat korban pertamanya di Beijing, menurut pejabat pada Selasa, saat jumlah korban meninggal mencapai 106 orang, Amerika Serikat memperingatkan warganya untuk tidak berkunjung ke China dan pasar bisnis kembali goyah.
Begitu kekhawatiran dampak virus corona meningkat di negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia, otoritas kesehatan melaporkan lonjakan kasus baru, seraya menambahkan bahwa semua kecuali enam korban meninggal berasal dari Kota Wuhan
.
Kendati kasus virus seperti flu itu muncul di berbagai negara, dengan Sri Lanka dan Kamboja yang melaporkan paling akhir, tidak ada laporan korban meninggal di luar China.
Wuhan, kota berpenduduk 11 juta di Provinsi Hubei, tempat munculnya virus pada akhir tahun lalu dan tampaknya berasal dari pasar satwa liar yang diperjualbelikan secara ilegal, telah terisolasi, dengan penutupan hampir semua transportasi umum dan pertemuan publik.
Puluhan juta orang lainnya di Hubei hidup dalam pengekangan batasan perjalanan, dalam upaya untuk membendung virus corona sebelum mampu menyebar ke seluruh China dan sekitarnya.
Gambar di media sosial menunjukkan penghuni apartemen di kota itu meneriakkan, "Wuhan, kamu bisa!" dan menyanyikan lagu kebangsaan dari balik jendela.
Hingga Selasa jumlah total korban meninggal mencapai 106 dari 81 korban di hari sebelumnya. Jumlah total kasus terkonfirmasi di China juga bertambah menjadi 4.515 hingga Senin, dari 2.853 sehari sebelumnya, menurut Komisi Kesehatan Nasional.
Baca juga: Korban tewas virus corona Wuhan capai 106 orang
Sumber: Reuters
Begitu kekhawatiran dampak virus corona meningkat di negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia, otoritas kesehatan melaporkan lonjakan kasus baru, seraya menambahkan bahwa semua kecuali enam korban meninggal berasal dari Kota Wuhan
.
Kendati kasus virus seperti flu itu muncul di berbagai negara, dengan Sri Lanka dan Kamboja yang melaporkan paling akhir, tidak ada laporan korban meninggal di luar China.
Wuhan, kota berpenduduk 11 juta di Provinsi Hubei, tempat munculnya virus pada akhir tahun lalu dan tampaknya berasal dari pasar satwa liar yang diperjualbelikan secara ilegal, telah terisolasi, dengan penutupan hampir semua transportasi umum dan pertemuan publik.
Puluhan juta orang lainnya di Hubei hidup dalam pengekangan batasan perjalanan, dalam upaya untuk membendung virus corona sebelum mampu menyebar ke seluruh China dan sekitarnya.
Gambar di media sosial menunjukkan penghuni apartemen di kota itu meneriakkan, "Wuhan, kamu bisa!" dan menyanyikan lagu kebangsaan dari balik jendela.
Hingga Selasa jumlah total korban meninggal mencapai 106 dari 81 korban di hari sebelumnya. Jumlah total kasus terkonfirmasi di China juga bertambah menjadi 4.515 hingga Senin, dari 2.853 sehari sebelumnya, menurut Komisi Kesehatan Nasional.
Baca juga: Korban tewas virus corona Wuhan capai 106 orang
Sumber: Reuters
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinkes Tanggamus lakukan sosialisasi kewaspadaan dini untuk cegah HMPV
15 January 2025 21:38 WIB, 2025
Sebanyak 124 hewan penular rabies di Lampung Selatan telah divaksin
19 September 2024 20:36 WIB, 2024
400 lebih kerbau di OKI Sumsel mati mendadak diduga terjangkit virus SE
17 April 2024 6:25 WIB, 2024
Pakar minta masyarakat jangan anggap enteng ancaman virus meski COVID-19 telah reda
14 October 2023 20:31 WIB, 2023
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Angka kelahiran rendah, kota-kota besar di Jepang alami penurunan populasi
01 February 2026 17:11 WIB
Kapal induk USS Abraham Lincoln siap lakukan operasi ke Iran dalam 1-2 hari
27 January 2026 9:55 WIB