BKSDA evakuasi empat satwa dilindungi dari tempat wisata Barito Selatan
Selasa, 28 Januari 2020 7:20 WIB
Petugas BKSDA Kalimantan Tengah mengevakuasi satwa dilindungi dari tempat wisata Rawa Wendu di Desa Sanggu, Kabupaten Barito Selatan, Senin (27/1/2020). ANTARA/Bayu Ilmiawan
Buntok (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah mengevakuasi empat satwa dilindungi dari tempat wisata Rawa Wendu di Desa Sanggu, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah III BKSDA Kalimantan Tengah Nizar Ardhanianto di Buntok, Selasa, mengatakan bahwa evakuasi buaya senyulong, buaya muara, binturung, dan owa-owa dari Rawa Wendu dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat.
Setelah menerima laporan warga mengenai keberadaan satwa dilindungi di tempat wisata tersebut, petugas BKSDA menemui pemilik Rawa Wendu untuk meminta keterangan mengenai izin pemeliharaan satwa-satwa tersebut.
"Setelah ditanyakan, ternyata pemilik tempat wisata tidak memiliki izin, sehingga berdasarkan kesepakatan, satwa yang dilindungi itu dievakuasi dari objek wisata yang berlokasi di Desa Sanggu," kata Nizar.
BKSDA, ia melanjutkan, juga menyampaikan kepada pemilik tempat wisata bahwa memelihara apalagi memanfaatkan satwa dilindungi untuk tujuan komersil tanpa izin merupakan pelanggaran aturan.
Nizar menjelaskan pula bahwa satwa-satwa yang dievakuasi dari tempat wisata Rawa Wendu akan diperiksa kondisi kesehatannya dan kemudian direhabilitasi.
Rehabilitasi owa-owa akan dilakukan bekerja sama dengan Yayasan Kalawet Kalimantan Tengah di Palangka Raya dan binturung akan dibawa ke pusat rehabilitasi satwa di Dusun Pararawen, Kabupaten Barito Utara. Sementara buaya muara dan buaya senyulong akan dibawa ke Tangkiling.
"Satwa liar tersebut direhabilitasi terlebih dahulu mengingat lima satwa ini sudah terbiasa kontak langsung dengan manusia," katanya.
Setelah menjalani rehabilitasi dan dinilai bisa kembali ke habitat aslinya, satwa-satwa tersebut akan dilepasliarkan di kawasan cagar alam.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah III BKSDA Kalimantan Tengah Nizar Ardhanianto di Buntok, Selasa, mengatakan bahwa evakuasi buaya senyulong, buaya muara, binturung, dan owa-owa dari Rawa Wendu dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat.
Setelah menerima laporan warga mengenai keberadaan satwa dilindungi di tempat wisata tersebut, petugas BKSDA menemui pemilik Rawa Wendu untuk meminta keterangan mengenai izin pemeliharaan satwa-satwa tersebut.
"Setelah ditanyakan, ternyata pemilik tempat wisata tidak memiliki izin, sehingga berdasarkan kesepakatan, satwa yang dilindungi itu dievakuasi dari objek wisata yang berlokasi di Desa Sanggu," kata Nizar.
BKSDA, ia melanjutkan, juga menyampaikan kepada pemilik tempat wisata bahwa memelihara apalagi memanfaatkan satwa dilindungi untuk tujuan komersil tanpa izin merupakan pelanggaran aturan.
Nizar menjelaskan pula bahwa satwa-satwa yang dievakuasi dari tempat wisata Rawa Wendu akan diperiksa kondisi kesehatannya dan kemudian direhabilitasi.
Rehabilitasi owa-owa akan dilakukan bekerja sama dengan Yayasan Kalawet Kalimantan Tengah di Palangka Raya dan binturung akan dibawa ke pusat rehabilitasi satwa di Dusun Pararawen, Kabupaten Barito Utara. Sementara buaya muara dan buaya senyulong akan dibawa ke Tangkiling.
"Satwa liar tersebut direhabilitasi terlebih dahulu mengingat lima satwa ini sudah terbiasa kontak langsung dengan manusia," katanya.
Setelah menjalani rehabilitasi dan dinilai bisa kembali ke habitat aslinya, satwa-satwa tersebut akan dilepasliarkan di kawasan cagar alam.
Pewarta : Kasriadi, Bayu Ilmiawan
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Karantina Lampung gagalkan perdagangan satwa liar tanpa dokumen di Bakauheni
04 March 2026 21:36 WIB
TNWK lakukan penguatan pengamanan untuk cegah konflik manusia dengan gajah
19 January 2026 18:26 WIB
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
BMKG prakirakan kota-kota besar di Indonesia, termasuk Lampung diguyur hujan
26 January 2025 7:40 WIB, 2025
DMC Dompet Dhuafa membuka pos bagi penyintas erupsi Gunung Ibu Halmahera
24 January 2025 10:21 WIB, 2025
BMKG prakirakan hujan guyur mayoritas wilayah Indonesia, termasuk Bandarlampung
22 January 2025 5:35 WIB, 2025
BNPB lakukan operasi modifikasi cuaca untuk kurangi banjir di Bandarlampung
20 January 2025 12:11 WIB, 2025
Jihan Nurlela sebut perlu revitalisasi mangrove untuk maksimalkan ekowisata
12 January 2025 5:06 WIB, 2025