Tol Kayuagung-Palembang operasional pada akhir tahun 2019
Sabtu, 16 November 2019 19:53 WIB
Foto udara simpang susun jalan Tol Trans Sumatera Ruas Palembang Kayu Agung Betung (Kapal Betung), Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Selasa (27/8/2019). Progres pembangunan Tol Kapal Betung dengan panjang 111,69 km itu telah mencapai 41,43 persen sedangkan progres pembebasan lahan sudah mencapai 88,22 persen. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc.
Palembang (ANTARA) - Jalan Tol Trans Sumatera ruas Kayuagung-Palembang ditargetkan beroperasi pada akhir 2019 setelah sebelumnya Presiden Joko Widodo meresmikan ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung pada Jumat (15/11).
Kepala Proyek Seksi 1 Tol Palembang-Kayuagung, Gunawan Joko di Palembang, Sabtu, mengatakan, ruas jalan tol Kayuagung-Palembang saat ini dalam tahapan penyempurnaan akhir.
"Sebenarnya sudah bisa difungsionalkan, tapi belum kami buka untuk umum. Untuk benar-benar operasional harus ada layak uji,” ujar dia.
Baca juga: Tol Trans Sumatera menuju kesejahteraan rakyat
Ia mengatakan saat ini progres pengerjaan tol tersebut sudah 98,05 persen.
Adapun yang belum selesai di antaranya hanya pengaspalan ulang di sejumlah titik, pemasangan marka jalan, dan penambahan rambu jalan di sepanjang tol.
Namun, Gunawan memastikan pengerjaan tersebut tidak begitu tinggi tingkat kesulitannya.
“Kami optimistis dalam waktu dekat akan selesai,” kata dia.
Baca juga: Wagub Lampung: Tol Terbanggi Besar- Pematang Panggang- Kayu Agung diharapkan sejahterakan rakyat
Gunawan menerangkan, untuk operasional ditarget bisa dilakukan sebelum Hari Raya Natal 2019 mendatang, artinya sebelum akhir tahun, masyarakat bisa melewati dan melintasi tol tersebut
Terkait penerapan tarif, ia mengatakan bakal sama dengan operasional tol lain, yakni dipastikan satu hingga dua pekan tidak akan dikenakan tarif tol.
“Setelah dua minggu sosialisasi, barulah dikenakan tarif tol,” ujar dia.
Baca juga: Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung digratiskan satu bulan
Sama halnya juga dengan ruas jalan tol Kayu Agung-Pematang Panggang yang sudah diresmikan Presiden Joko Widodo pada Jumat (15/11), yang mana ruas jalan tol tersebut belum dikenakan tarif tol.
“Ini sebagai upaya sosialisasi kepada masyarakat bawah sudah ada jalan tol dari Palembang menuju Lampung,” kata dia.
Terkait kesediaan sarana dan prasarana, Gunawan membenarkan pihaknya tidak menempatkan lampu penerangan di sepanjang tol. Fasilitas yang disediakan hanya memasang mata kucing dan rambu di sepanjang jalan, sehingga dapat membantu pengendara saat melintas pada malam hari.
Selain itu, meski , ruas jalan tol ini dibangun diatas rawa, ia memastikan kontruksi di ruas jalan tol ini kuat dan aman, karena pihaknya menerapkan sistem pengerjaan dengan vakum.
“Kita dominan menggunakan sistem vakum yang kemudian tanahnya dipadatkan. Kami pastikan nantinya konstruksi tidak amblas dan jalan sepanjang tol ini tidak bergelombang,” ujar dia.
Kepala Proyek Seksi 1 Tol Palembang-Kayuagung, Gunawan Joko di Palembang, Sabtu, mengatakan, ruas jalan tol Kayuagung-Palembang saat ini dalam tahapan penyempurnaan akhir.
"Sebenarnya sudah bisa difungsionalkan, tapi belum kami buka untuk umum. Untuk benar-benar operasional harus ada layak uji,” ujar dia.
Baca juga: Tol Trans Sumatera menuju kesejahteraan rakyat
Ia mengatakan saat ini progres pengerjaan tol tersebut sudah 98,05 persen.
Adapun yang belum selesai di antaranya hanya pengaspalan ulang di sejumlah titik, pemasangan marka jalan, dan penambahan rambu jalan di sepanjang tol.
Namun, Gunawan memastikan pengerjaan tersebut tidak begitu tinggi tingkat kesulitannya.
“Kami optimistis dalam waktu dekat akan selesai,” kata dia.
Baca juga: Wagub Lampung: Tol Terbanggi Besar- Pematang Panggang- Kayu Agung diharapkan sejahterakan rakyat
Gunawan menerangkan, untuk operasional ditarget bisa dilakukan sebelum Hari Raya Natal 2019 mendatang, artinya sebelum akhir tahun, masyarakat bisa melewati dan melintasi tol tersebut
Terkait penerapan tarif, ia mengatakan bakal sama dengan operasional tol lain, yakni dipastikan satu hingga dua pekan tidak akan dikenakan tarif tol.
“Setelah dua minggu sosialisasi, barulah dikenakan tarif tol,” ujar dia.
Baca juga: Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung digratiskan satu bulan
Sama halnya juga dengan ruas jalan tol Kayu Agung-Pematang Panggang yang sudah diresmikan Presiden Joko Widodo pada Jumat (15/11), yang mana ruas jalan tol tersebut belum dikenakan tarif tol.
“Ini sebagai upaya sosialisasi kepada masyarakat bawah sudah ada jalan tol dari Palembang menuju Lampung,” kata dia.
Terkait kesediaan sarana dan prasarana, Gunawan membenarkan pihaknya tidak menempatkan lampu penerangan di sepanjang tol. Fasilitas yang disediakan hanya memasang mata kucing dan rambu di sepanjang jalan, sehingga dapat membantu pengendara saat melintas pada malam hari.
Selain itu, meski , ruas jalan tol ini dibangun diatas rawa, ia memastikan kontruksi di ruas jalan tol ini kuat dan aman, karena pihaknya menerapkan sistem pengerjaan dengan vakum.
“Kita dominan menggunakan sistem vakum yang kemudian tanahnya dipadatkan. Kami pastikan nantinya konstruksi tidak amblas dan jalan sepanjang tol ini tidak bergelombang,” ujar dia.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Samino Nugroho
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dorong kepedulian sosial, Tol Bakter gelar kegiatan donor darah bagi karyawan
03 February 2026 18:16 WIB
HKA dan BTB bantu normalisasi irigasi atasi genangan air di Lampung Tengah
22 January 2026 13:17 WIB
Pengelola Tol Bakter beri diskon tarif 10 persen sambut libur akhir tahun
22 December 2025 19:07 WIB
HKA perkuat kesiapan operasional di 16 ruas tol pada Natal dan Tahun Baru
16 December 2025 15:57 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Seratusan ikan keramat di Cigugur mati, Pemkab Kuningan selidiki penyebabnya
02 February 2026 16:07 WIB
Pewarta foto ANTARA rilis buku "Orang -Orang Bermata biru dari Minangkabau"
01 February 2026 11:46 WIB