Menpar inginkan pembangunan atraksi wisata di Likupang Sulut dipercepat
Selasa, 8 Oktober 2019 0:46 WIB
Menpar ingin pembangunan atraksi wisata di Likupang Sulut dipercepat (Humas Kemenpar)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya ingin pembangunan utilitas dasar dan atraksi wisata di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang Minahasa Utara, Sulawesi Utara, dipercepat atau setidaknya selesai pada 2020.
Menpar Arief Yahya saat rapat progress percepatan pembangunan KEK Likupang di Hotel Grand Peninsula, Manado, Sulawesi Utara, Senin, mengatakan, pembangunan infrastruktur di Likupang perlu peran pemerintah daerah utamanya adalah masyarakat karena konsep dasar pembangunan destinasi wisata di Likupang harus berbasis masyarakat atau community based.
“Saya mengingatkan, dalam pengembangan destinasi, yang perlu dibangun adalah masyarakatnya terlebih dahulu karena mereka adalah penerima manfaat utama dari pengembangan sebuah destinasi pariwisata,” katanya.
Baca juga: Investasi KEK Pariwisata Likupang capai Rp2,1 triliun
KEK Likupang yang telah ditetapkan sebagai Destinasi Super Prioritas yang telah ditetapkan Presiden Jokowi membutuhkan komitmen anggaran lintas kementerian/lembaga dari pemerintah pusat di APBN 2020 untuk pengembangan Likupang adalah sebesar Rp773,71 miliar.
“Anggaran ini paling kecil dibandingkan dengan 4 destinasi lainnya. Labuan Bajo mendapatkan anggaran Rp1,7 triliun. Untuk pengembangan Likupang adalah sebesar Rp773,71 miliar. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam pengembangan destinasi super prioritas,” katanya.
Untuk meraih target yang ditetapkan, Menpar Arief Yahya mengatakan Likupang harus menetapkan “quick wins”.
“Likupang harus meraih Quick Wins bidang destinasi, di antaranya adalah Pengembangan Atraksi Wallace Conservation, Pengembangan Aksesibilitas Pelebaran Jalan Akses Pariwisata Likupang dan Pelebaran Jalan Girian (Bitung) Likupang,” katanya.
Baca juga: KEK pariwisata Likupang ditargetkan mampu datangkan satu juta turis
Selain itu harus dilakukan pengembangan amenitas berupa Pemetaan Potensi Homestay di Desa Marinsow, Desa Pulisan, Desa Kinunang, Desa Bahoi, dan Desa Pulau Gangga.
Hadir dalam rapat tersebut Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw, Bupati Minahasa Utara Vonnie Anneke Panambunan, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara Daniel Mewengkang, Kepala Balai Jalan Nasional XV Manado Triono Junoasmono, dan Direksi PT. MPRD Paquita Wijaya.
Pada kesempatan yang sama, Direksi PT. MPRD Paquita Wijaya menyampaikan progress pengembangan KEK Likupang. Pihaknya akan fokus ketiga tahap pengembangan mulai dari Marina Area untuk tempat sandar super yacht dengan standar internasional.
“Lalu ada cultural village, Wallace Conservation, dan marine tourism park yang menjadi alasan wisatawan datang ke Likupang. Tentunya selain dengan keindahan lanskap dan pantainya,” katanya.
Menpar Arief Yahya saat rapat progress percepatan pembangunan KEK Likupang di Hotel Grand Peninsula, Manado, Sulawesi Utara, Senin, mengatakan, pembangunan infrastruktur di Likupang perlu peran pemerintah daerah utamanya adalah masyarakat karena konsep dasar pembangunan destinasi wisata di Likupang harus berbasis masyarakat atau community based.
“Saya mengingatkan, dalam pengembangan destinasi, yang perlu dibangun adalah masyarakatnya terlebih dahulu karena mereka adalah penerima manfaat utama dari pengembangan sebuah destinasi pariwisata,” katanya.
Baca juga: Investasi KEK Pariwisata Likupang capai Rp2,1 triliun
KEK Likupang yang telah ditetapkan sebagai Destinasi Super Prioritas yang telah ditetapkan Presiden Jokowi membutuhkan komitmen anggaran lintas kementerian/lembaga dari pemerintah pusat di APBN 2020 untuk pengembangan Likupang adalah sebesar Rp773,71 miliar.
“Anggaran ini paling kecil dibandingkan dengan 4 destinasi lainnya. Labuan Bajo mendapatkan anggaran Rp1,7 triliun. Untuk pengembangan Likupang adalah sebesar Rp773,71 miliar. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam pengembangan destinasi super prioritas,” katanya.
Untuk meraih target yang ditetapkan, Menpar Arief Yahya mengatakan Likupang harus menetapkan “quick wins”.
“Likupang harus meraih Quick Wins bidang destinasi, di antaranya adalah Pengembangan Atraksi Wallace Conservation, Pengembangan Aksesibilitas Pelebaran Jalan Akses Pariwisata Likupang dan Pelebaran Jalan Girian (Bitung) Likupang,” katanya.
Baca juga: KEK pariwisata Likupang ditargetkan mampu datangkan satu juta turis
Selain itu harus dilakukan pengembangan amenitas berupa Pemetaan Potensi Homestay di Desa Marinsow, Desa Pulisan, Desa Kinunang, Desa Bahoi, dan Desa Pulau Gangga.
Hadir dalam rapat tersebut Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw, Bupati Minahasa Utara Vonnie Anneke Panambunan, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara Daniel Mewengkang, Kepala Balai Jalan Nasional XV Manado Triono Junoasmono, dan Direksi PT. MPRD Paquita Wijaya.
Pada kesempatan yang sama, Direksi PT. MPRD Paquita Wijaya menyampaikan progress pengembangan KEK Likupang. Pihaknya akan fokus ketiga tahap pengembangan mulai dari Marina Area untuk tempat sandar super yacht dengan standar internasional.
“Lalu ada cultural village, Wallace Conservation, dan marine tourism park yang menjadi alasan wisatawan datang ke Likupang. Tentunya selain dengan keindahan lanskap dan pantainya,” katanya.
Pewarta : Hanni Sofia
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pakar sebut kesopanan terdakwa tidak bisa dijadikan alasan ringankan pidana
30 December 2024 7:11 WIB, 2024
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Terjebak cuaca buruk, ratusan wisatawan sudah dievakuasi ke kapal Pelni dari Karimunjawa
28 December 2022 11:09 WIB, 2022
Lummay Villa and Resort, destinasi wisata berkonsep Eropa berpadu budaya Bali
27 December 2022 18:20 WIB, 2022
Ancol targetkan 430 ribu pengunjung pada libur Natal dan Tahun Baru 2023
25 December 2022 14:05 WIB, 2022
Menparekraf Sandiaga Uno luncurkan Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional
17 December 2022 10:46 WIB, 2022