Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menjadikan komoditas ayam pelung sebagai destinasi agro wisata karena memiliki prospek yang cukup tinggi untuk dikembangkan dengan menggabungkan sektor pariwisata dengan peternakan.

"Ayam pelung merupakan salah satu jenis unggas yang memiliki nilai ekonomi tinggi, maka dari itu kami ingin potensi ini terus dikembangkan dengan mengkolaborasikan dengan sektor pariwisata sehingga nilai jualnya bisa terus bertambah," kata Bupati Sukabumi Marwan Hamami di Sukabumi, Rabu.

Menurutnya, dengan adanya peternakan ayam pelung yang semakin berkembang di Kabupaten Sukabumi akan memberikan dampak ganda yang dapat mendorong tumbuhnya usaha lain, seperti usaha pakan ayam dan lainnya.

Pemkab Sukabumi melalui Dinas Peternakan setempat akan terus memberikan kontribusi secara aktif terhadap  kegiatan yang diselenggarakan oleh asosiasi peternak unggas untuk terus merangsang pelaku usaha peternakan untuk mengembangkan hasil ternaknya seperti ayam pelung ini.

Tentunya, peternak pun harus mempunyai daya saing dalam memproduksi benih maupun indukan ayam pelung berkualitas sehingga nilai jualnya menjadi terdongkrak dan imbasnya kesejahteraan peternak meningkat.

"Ayam pelung tidak hanya sebatas hewan ternak saja, tetapi unggas ini pun mempunyai daya tarik tersendiri selain bobotnya yang besar didukung dengan performa tubuhnya yang gagah dan kekhasan suaranya bisa menjadi daya tarik wisatawan," tambahnya.

Di sisi lain, Marwan mengatakan dengan rutin digelar kontes ayam pelung seperti yang diselenggarakan Himpunan Peternak dan Penggemar Ayam Pelung Indonesia (HIPPAPI) Kabupaten Sukabumi akan merangsang peternak untuk terus meningkatkan kualitas ayam jagoannya.

Apalagi unggas ini merupakan merupakan aset nasional yang menjadi kebanggaan masyarakat Jabar yang berasal dari Kabupaten Sukabumi dan Cianjur. Tentunya pemurnian ayam pelung pun harus dijaga karena ayam ini memiliki kualitas dan kekhasan tersendiri. 
 

Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2024