Fillm Jennifer Lopez "Hustlers" dilarang di Malaysia
Minggu, 22 September 2019 5:30 WIB
Aktor Jennifer Lopez tiba untuk presentasi gala "Hustlers" di Toronto International Film Festival (TIFF) di Toronto, Ontario, Kanada, Sabtu (7/9/2019). REUTERS/Mario Anzuoni/hp/cfo (REUTERS/MARIO ANZUONI)
Jakarta (ANTARA) - Malaysia melarang penayangan Hustlers, film yang dibintangi aktris dan penyanyi terkenal Jennifer Lopez, yang mengisahkan sekelompok penari telanjang yang menipu klien mereka dengan melakukan pembiusan.
Pemerintah Malaysia dituduh oleh para kritikus seni sebagai negara yang terlalu protektif dan selalu bersinggungan dengan pilihan individu (nanny state) karena sikap yang konservatif terhadap film-film yang bisa ditayangkan di Negeri Jiran itu.
Pada Agustus 2019, Dewan Sensor Film (LPF) Malaysia menghapuskan adegan seks sejenis pada film "Rocketman", sebuah film yang berdasarkan kisah penyanyi Inggris, Elton John.
Larangan tayang terhadap "Hustlers" diumumkan melalui media sosial Kamis malam waktu setempat oleh distributor lokal film Square Box Pictures, seperti dilaporkan Reuters.
Tidak ada alasan pelarangan penayangan yang djelaskan oleh distributor. Namun LPS mengatakan "Hustlers" dikemas dengan begitu banyak konten pornografi sehingga tidak akan ada cuplikan film yang tersisa, setelah LPF menyensor adegan film yang diperlukan, menurut laporan oleh Kantor Berita AFP.
"Hustlers" - terinspirasi oleh kisah nyata Samantha Barbash dan tiga kawan Barbash yang mencuri setidaknya 200 ribu dolar AS dari pria yang telah mereka bius. Film ini telah menghasilkan 30 juta dolar AS dari pemutaran film di bioskop-bioskkop Amerika Utara pada peluncurannya akhir pekan lalu.
dan
Pemerintah Malaysia dituduh oleh para kritikus seni sebagai negara yang terlalu protektif dan selalu bersinggungan dengan pilihan individu (nanny state) karena sikap yang konservatif terhadap film-film yang bisa ditayangkan di Negeri Jiran itu.
Pada Agustus 2019, Dewan Sensor Film (LPF) Malaysia menghapuskan adegan seks sejenis pada film "Rocketman", sebuah film yang berdasarkan kisah penyanyi Inggris, Elton John.
Larangan tayang terhadap "Hustlers" diumumkan melalui media sosial Kamis malam waktu setempat oleh distributor lokal film Square Box Pictures, seperti dilaporkan Reuters.
Tidak ada alasan pelarangan penayangan yang djelaskan oleh distributor. Namun LPS mengatakan "Hustlers" dikemas dengan begitu banyak konten pornografi sehingga tidak akan ada cuplikan film yang tersisa, setelah LPF menyensor adegan film yang diperlukan, menurut laporan oleh Kantor Berita AFP.
"Hustlers" - terinspirasi oleh kisah nyata Samantha Barbash dan tiga kawan Barbash yang mencuri setidaknya 200 ribu dolar AS dari pria yang telah mereka bius. Film ini telah menghasilkan 30 juta dolar AS dari pemutaran film di bioskop-bioskkop Amerika Utara pada peluncurannya akhir pekan lalu.
dan
Pewarta : Indra Arief Pribadi
Editor : Agus Wira Sukarta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jennifer Valente persengit pacuan juara umum setelah sumbang emas kepada AS
11 August 2024 21:35 WIB, 2024
Polisi tetapkan selebritas Jennifer Jill jadi tersangka penyalahgunaan narkoba
18 February 2021 6:26 WIB, 2021
Terpopuler - Musik dan Film
Lihat Juga
Paul McCartney ungkap rencana pensiun usai The Beatles bubar pada 1970
23 March 2023 22:25 WIB, 2023
Indonesia raih empat penghargaan utama dari Festival Film Pariwisata Jepang
17 March 2023 22:10 WIB, 2023
Konser 30 tahun Dewa 19 bisa disaksikan ulang secara streaming lewat Video Legend TV
10 March 2023 11:31 WIB, 2023
Wajah "Goodfather of Broken Heart" Didi Kempot tampil di Google Doodle
26 February 2023 10:07 WIB, 2023
Debut film "Ant-Man 3" diharapkan bisa tembus Rp3,8 triliun di box office secara global
15 February 2023 9:37 WIB, 2023