Dolar AS melemah Rabu pagi
Rabu, 4 September 2019 7:04 WIB
Ilustrasi: Dolar Amerika Serikat dan pound sterling Inggris (Reuters)
New York (ANTARA) - Kurs dolar AS melemah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), di tengah pound Inggris yang rebound, karena Perdana Menteri Inggris Boris Johnson kehilangan suara penting Brexit di parlemen, mengurangi kekhawatiran atas kemungkinan Brexit tanpa kesepakatan.
Pemerintah Inggris dikalahkan dengan selisih 27 suara ketika anggota parlemen pemberontak merebut kendali agenda parlemen pada Selasa (3/9/2019), yang akan memungkinkan debat RUU untuk memblokir Brexit tanpa kesepakatan.
Hasil pemilihan parlemen dipandang sebagai pukulan berat bagi Johnson, yang berjanji untuk membawa negaranya keluar dari Uni Eropa (UE) pada 31 Oktober dengan atau tanpa kesepakatan, meskipun ada tentangan keras dari pemberontak Tory dan anggota parlemen oposisi.
Dengan aliansi pemberontak mengambil kendali parlementer, diharapkan bahwa undang-undang yang berusaha untuk menunda keberangkatan Inggris dari Uni Eropa melampaui 31 Oktober akan diajukan.
Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,04 persen menjadi 98,9947 pada perdagangan terakhir.
Pada perdagangan terakhir di New York, euro turun menjadi 1,0966 dolar AS dari 1,0970 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2085 dolar AS dari 1,2067 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,6760 dolar AS dari 0,6716 dolar AS.
Dolar AS dibeli 105,99 yen Jepang, lebih rendah dari 106,19 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9874 franc Swiss dari 0,9904 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3326 dolar Kanada dari 1,3328 dolar Kanada.
Pemerintah Inggris dikalahkan dengan selisih 27 suara ketika anggota parlemen pemberontak merebut kendali agenda parlemen pada Selasa (3/9/2019), yang akan memungkinkan debat RUU untuk memblokir Brexit tanpa kesepakatan.
Hasil pemilihan parlemen dipandang sebagai pukulan berat bagi Johnson, yang berjanji untuk membawa negaranya keluar dari Uni Eropa (UE) pada 31 Oktober dengan atau tanpa kesepakatan, meskipun ada tentangan keras dari pemberontak Tory dan anggota parlemen oposisi.
Dengan aliansi pemberontak mengambil kendali parlementer, diharapkan bahwa undang-undang yang berusaha untuk menunda keberangkatan Inggris dari Uni Eropa melampaui 31 Oktober akan diajukan.
Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,04 persen menjadi 98,9947 pada perdagangan terakhir.
Pada perdagangan terakhir di New York, euro turun menjadi 1,0966 dolar AS dari 1,0970 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2085 dolar AS dari 1,2067 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,6760 dolar AS dari 0,6716 dolar AS.
Dolar AS dibeli 105,99 yen Jepang, lebih rendah dari 106,19 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9874 franc Swiss dari 0,9904 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3326 dolar Kanada dari 1,3328 dolar Kanada.
Pewarta : Apep Suhendar
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPS catat neraca perdagangan luar negeri Lampung surplus 533,60 juta dolar AS
03 August 2026 21:50 WIB
BPS catat neraca perdagangan Januari-Juni 2026 surplus 3,58 miliar dolar AS
03 August 2026 12:30 WIB
Freeport investasi 20 miliar dolar AS untuk perpanjangan IUPK hingga 2061
20 February 2026 11:30 WIB
PGE alokasikan tiga juta dolar AS untuk pengembangan proyek hidrogen hijau
11 February 2026 22:15 WIB
Terpopuler - Info Finansial/Bursa
Lihat Juga
DJBC catat penerimaan kepabeanan dan cukai Lampung Rp1,76 triliun di triwulan III
01 November 2025 18:05 WIB