Telkomsel akui pemblokiran layanan data internet di Papua berlanjut
Sabtu, 31 Agustus 2019 16:02 WIB
Logo Telkomsel. ANTARA/Lukisatrio
Jakarta (ANTARA) - Operator seluler Telkomsel menyebut pemblokiran sementara layanan data telekomunikasi atau internet di provinsi Papua dan Papua Barat masih berlanjut.
"Mengacu pada Siaran Pers Nomor 159/HM/KOMINFO/08/2019 pada tanggal 23 Agustus 2019, mengenai pemblokiran sementara layanan data telekomunikasi di Propinsi Papua dan Papua Barat masih berlanjut hingga suasana Tanah Papua kembali kondusif dan normal, maka Telkomsel sebagai operator penyedia layanan telkomunikasi mengikuti perintah yang telah ditetapkan pemerintah tersebut," ujar VP Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu.
Selain itu Denny juga menambahkan bahwa Telkomsel senantiasa melakukan pemantauan kualitas layanan secara berkala hingga nanti diputuskan oleh pemerintah untuk pemulihan akses layanan data.
Telkomsel berharap agar situasi di Tanah Papua semakin kondusif demi menjaga keutuhan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang harus kita jaga bersama sama.
Sebelumnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melakukan pemblokiran sementara layanan data internet di Provinsi Papua dan Papua Barat yang dimulai pada Rabu (21/8), guna mempercepat proses pemulihan situasi keamanan dan ketertiban di Papua.
Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo Ferdinandus Setu menjelaskan bahwa pemblokiran sementara data internet di kedua provinsi dilakukan karena banyak sekali konten-konten hoaks, ujaran kebencian maupun yang bersifat provokatif yang bertebaran di wilayah Papua dan Papua Barat.
Selain itu, pemblokiran tersebut juga dilakukan mengingat situasi di lapangan yang tidak kondusif berdasarkan laporan aparat kepolisian dan penegak hukum di lapangan bahwa di beberapa kota terjadi aksi massa yang berujung kericuhan atau kerusuhan.
Untuk sementara pemblokiran data internet akan dievaluasi oleh pemerintah dari waktu ke waktu, dan jika situasinya sudah aman pemerintah akan melakukan kajian dan akan kembali normal.
"Mengacu pada Siaran Pers Nomor 159/HM/KOMINFO/08/2019 pada tanggal 23 Agustus 2019, mengenai pemblokiran sementara layanan data telekomunikasi di Propinsi Papua dan Papua Barat masih berlanjut hingga suasana Tanah Papua kembali kondusif dan normal, maka Telkomsel sebagai operator penyedia layanan telkomunikasi mengikuti perintah yang telah ditetapkan pemerintah tersebut," ujar VP Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu.
Selain itu Denny juga menambahkan bahwa Telkomsel senantiasa melakukan pemantauan kualitas layanan secara berkala hingga nanti diputuskan oleh pemerintah untuk pemulihan akses layanan data.
Telkomsel berharap agar situasi di Tanah Papua semakin kondusif demi menjaga keutuhan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang harus kita jaga bersama sama.
Sebelumnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melakukan pemblokiran sementara layanan data internet di Provinsi Papua dan Papua Barat yang dimulai pada Rabu (21/8), guna mempercepat proses pemulihan situasi keamanan dan ketertiban di Papua.
Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo Ferdinandus Setu menjelaskan bahwa pemblokiran sementara data internet di kedua provinsi dilakukan karena banyak sekali konten-konten hoaks, ujaran kebencian maupun yang bersifat provokatif yang bertebaran di wilayah Papua dan Papua Barat.
Selain itu, pemblokiran tersebut juga dilakukan mengingat situasi di lapangan yang tidak kondusif berdasarkan laporan aparat kepolisian dan penegak hukum di lapangan bahwa di beberapa kota terjadi aksi massa yang berujung kericuhan atau kerusuhan.
Untuk sementara pemblokiran data internet akan dievaluasi oleh pemerintah dari waktu ke waktu, dan jika situasinya sudah aman pemerintah akan melakukan kajian dan akan kembali normal.
Pewarta : Aji Cakti
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prabowo temui MBZ di Abu Dhabi untuk diskusi perkembangan geopolitik terkini
09 April 2025 18:52 WIB
Berita terpopuler, gaji ke-13 dan 14 tetap cair hingga isu reshuffle kabinet
07 February 2025 9:06 WIB, 2025
Sikapi situasi kondisi terkini, Bupati Nanang Ermanto gelar Rakor pejabat
03 October 2023 15:58 WIB, 2023
PLN terapkan skema pengamanan kelistrikan berlapis pada World Surf League Nias Pro 2023
11 September 2023 6:00 WIB, 2023
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Seratusan ikan keramat di Cigugur mati, Pemkab Kuningan selidiki penyebabnya
02 February 2026 16:07 WIB
Pewarta foto ANTARA rilis buku "Orang -Orang Bermata biru dari Minangkabau"
01 February 2026 11:46 WIB