Bupati Trenggalek dan istri ikut ramaikan pawai "Etnic Carnival"
Sabtu, 3 Agustus 2019 18:56 WIB
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin (kiri) dan istri mengikuti pawai etnic carnival di Trenggalek, Sabtu (3/8/2019) (ist)
Trenggalek, Jatim (ANTARA) - Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dan istri Novita Hardini Mochamad, ikut meramaikan pawai "Etnic Carnival", kegiatan rutin tahunan untuk memeriahkan HUT RI ke-74 dan Hari Jadi Ke-825 Trenggalek Tahun 2019 di Trenggalek, Jawa Timur, Sabtu.
Bupati dan isti ikut berjalan sepanjang rute pawai sejauh kurang lebih lima kilometer, sambil sesekali menyapa warga yang ikut pawai dan menghadiri acara itu.
"Seperti di tahun-tahun sebelumnya, kami memanfaatkan kesempatan untuk menyapa warga dan ikut memeriahkan perayaan Hari Kemerdekaan RI sekaligus Hari Lahir Kabupaten Trenggalek," ujar Bupati Nur Arifin.
Ia berharap dengan ikut serta meramaikan kegiatan itu masyarakat akan lebih antusias dan senang.
Dalam Etnik Carnival itu, bupati muda yang akrab disapa Mas Ipin mengenakan kemeja casual, namun dibalut dengan pakaian adat Jawa. Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin (kiri) dan istri mengikuti pawai etnic carnival di Trenggalek, Sabtu (3/8/2019) (ist)
"Maksud saya, biar anak-anak milenial itu nggak ngerasa bahwa adat jawa itu ribet. Jowo itu artinya 'mowo coro' (banyak cara). Jadi ada cara untuk kita berpenampilan berkepribadian bangsa tanpa harus ribet," katanya.
Sedangkan Novita Hardini Mochamad istri Bupati Trenggalek yang juga ikut meramaikan pawai "Etnic Carnival" ini menyatakan bahwa pawai itu merupakan budaya warisan leluhur yang nilainya itu kaya.
"Bagi kami kaum milenial, generasi muda patut berbangga di Trenggalek masih dilestarikan budaya, yang nilai budayanya sangat-sangat kental. Sehingga dapat mendidik anak anak, mulai siswa SD, SMP dan SMA untuk bisa mencintai budayanya," katanya.
Mas Ipin mengatakan bahwasanya peringatan itu sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pendahulu yang telah mati-matian merebut kemerdekaan.
"Sehingga dengan perayaan ini kita menjadi tidak lupa bawasannya kemerdekaan ini diraih melalui perjuangan dan untuk memperjuangkan Indonesia yang lebih maju juga melalui perjuangan yang tidak mudah," katanya.
Kehadiran Mochamad Nur Arifin dan istri di tengah pawai menyita perhatian publik.
Banyak dari warga yang mengabadikan momentum tersebut ataupun meminta swafoto kepada keduanya.
Bupati dan isti ikut berjalan sepanjang rute pawai sejauh kurang lebih lima kilometer, sambil sesekali menyapa warga yang ikut pawai dan menghadiri acara itu.
"Seperti di tahun-tahun sebelumnya, kami memanfaatkan kesempatan untuk menyapa warga dan ikut memeriahkan perayaan Hari Kemerdekaan RI sekaligus Hari Lahir Kabupaten Trenggalek," ujar Bupati Nur Arifin.
Ia berharap dengan ikut serta meramaikan kegiatan itu masyarakat akan lebih antusias dan senang.
Dalam Etnik Carnival itu, bupati muda yang akrab disapa Mas Ipin mengenakan kemeja casual, namun dibalut dengan pakaian adat Jawa. Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin (kiri) dan istri mengikuti pawai etnic carnival di Trenggalek, Sabtu (3/8/2019) (ist)
"Maksud saya, biar anak-anak milenial itu nggak ngerasa bahwa adat jawa itu ribet. Jowo itu artinya 'mowo coro' (banyak cara). Jadi ada cara untuk kita berpenampilan berkepribadian bangsa tanpa harus ribet," katanya.
Sedangkan Novita Hardini Mochamad istri Bupati Trenggalek yang juga ikut meramaikan pawai "Etnic Carnival" ini menyatakan bahwa pawai itu merupakan budaya warisan leluhur yang nilainya itu kaya.
"Bagi kami kaum milenial, generasi muda patut berbangga di Trenggalek masih dilestarikan budaya, yang nilai budayanya sangat-sangat kental. Sehingga dapat mendidik anak anak, mulai siswa SD, SMP dan SMA untuk bisa mencintai budayanya," katanya.
Mas Ipin mengatakan bahwasanya peringatan itu sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pendahulu yang telah mati-matian merebut kemerdekaan.
"Sehingga dengan perayaan ini kita menjadi tidak lupa bawasannya kemerdekaan ini diraih melalui perjuangan dan untuk memperjuangkan Indonesia yang lebih maju juga melalui perjuangan yang tidak mudah," katanya.
Kehadiran Mochamad Nur Arifin dan istri di tengah pawai menyita perhatian publik.
Banyak dari warga yang mengabadikan momentum tersebut ataupun meminta swafoto kepada keduanya.
Pewarta : Destyan H. Sujarwoko
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026 perkuat profesionalisme dan ekosistem seni Indonesia
05 May 2026 15:39 WIB
Sekda: "Lampung Selatan Helau" budaya kebersihan berkelanjutan di masyarakat
28 April 2026 19:09 WIB
Menbud sebut Lebaran jadi momen pemersatu masyarakat sebagai budaya Nusantara
21 March 2026 4:22 WIB
Wamenpar sebut Blangikhan Lampung bukti pariwisata tumbuh dari akar budaya
20 February 2026 10:50 WIB
Terpopuler - Busana
Lihat Juga
Kick Avenue gelar lagi KA Fair 2021 festival selebrasi HYPE fashion online
16 October 2021 12:24 WIB, 2021
Ayudia C pilih gaya hidup "modest" sejak hijrah dalam berbagai aspek kehidupan
11 September 2021 12:00 WIB, 2021
Wapres Ma'ruf Amin dukung IFC percepat Indonesia jadi pusat mode muslim dunia
02 September 2021 9:57 WIB, 2021