Facebook hapus ratusan juta akun palsu sepanjang 2018
Jumat, 7 Juni 2019 9:45 WIB
Sheen Handoo, Content Policy Facebook Asia Pasifik di Jakarta, Kamis (28/2/2019). (ANTARA News/ Nanien Yuniar)
Jakarta (ANTARA) - Ratusan juta akun palsu dihapus oleh Facebook pada 2018 sebagai upaya menegakkan kebijakan Standard Komunitas yang dibuat untuk membuat platform tersebut nyaman bagi pengguna.
"Pada kuartal kedua 2018, Facebook menghapus 800 juta akun palsu, sementara pada kuartal ketiga, jumlah akun yang dihapus sebanyak 800 juta," kata Sheen Handoo, Part of Content Policy, Facebook Asia Pasifik di Jakarta, Kamis.
Ini meliputi menghapus konten, menayangkan peringatan pada layar, juga menonaktifkan akun ofensif dan/atau meneruskannya ke penegak hukum.
Jumlah ini meningkat 10 kali lipat dibandingkan kuartal empat pada 2014.
Sepanjang April hingga September 2018, Facebook telah menegakkan kebijakan terhadap konten mengandung pornografi dewasa, aktivitas seksual, akun palsu, ujaran kebencian, spam, propaganda teroris dan kekerasan serta konten grafis.
Laporan tersebut juga meliputi dua kategori data yang tidak termasuk dalam laporan pertama pada Mei silam, yakni intimidasi dan pelecehan, pornografi anak serta eksploitasi seksual pada anak.
Sheen mengatakan Facebook semakin bisa mengidentifikasi konten secara proaktif sebelum ada seseorang yang melaporkannya, termasuk soal ujaran kebencian dan kekerasan.
Jumlah ujaran kebencian yang secara proaktif telah terdeteksi, sebelum dilaporkan pengguna, berlipat ganda dibandingkan kuartal keempat 2017 (24 persen), di mana pada kuartal ketiga 2018 menjadi 52 persen.
"Sementara tingkat deteksi proaktif untuk kekerasan dan konten grafis meningkat dari 72 persen (kuartal keempat 2017) menjadi 97 persen (kuartal ketiga 2018)."
Facebook memiliki 15.000 orang di dunia yang bertanggungjawab meninjau konten yang dilaporkan karena berpotensi melanggar Standard Komunitas.
"Pada kuartal kedua 2018, Facebook menghapus 800 juta akun palsu, sementara pada kuartal ketiga, jumlah akun yang dihapus sebanyak 800 juta," kata Sheen Handoo, Part of Content Policy, Facebook Asia Pasifik di Jakarta, Kamis.
Ini meliputi menghapus konten, menayangkan peringatan pada layar, juga menonaktifkan akun ofensif dan/atau meneruskannya ke penegak hukum.
Jumlah ini meningkat 10 kali lipat dibandingkan kuartal empat pada 2014.
Sepanjang April hingga September 2018, Facebook telah menegakkan kebijakan terhadap konten mengandung pornografi dewasa, aktivitas seksual, akun palsu, ujaran kebencian, spam, propaganda teroris dan kekerasan serta konten grafis.
Laporan tersebut juga meliputi dua kategori data yang tidak termasuk dalam laporan pertama pada Mei silam, yakni intimidasi dan pelecehan, pornografi anak serta eksploitasi seksual pada anak.
Sheen mengatakan Facebook semakin bisa mengidentifikasi konten secara proaktif sebelum ada seseorang yang melaporkannya, termasuk soal ujaran kebencian dan kekerasan.
Jumlah ujaran kebencian yang secara proaktif telah terdeteksi, sebelum dilaporkan pengguna, berlipat ganda dibandingkan kuartal keempat 2017 (24 persen), di mana pada kuartal ketiga 2018 menjadi 52 persen.
"Sementara tingkat deteksi proaktif untuk kekerasan dan konten grafis meningkat dari 72 persen (kuartal keempat 2017) menjadi 97 persen (kuartal ketiga 2018)."
Facebook memiliki 15.000 orang di dunia yang bertanggungjawab meninjau konten yang dilaporkan karena berpotensi melanggar Standard Komunitas.
Pewarta : Nanien Yuniar
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda Kaltim ringkus komplotan peretas 323 akun medsos, termasuk IG KPU Metro Lampung
04 March 2025 18:21 WIB
Istana sebut akun medsos lembaga kepresidenan bukan akun pribadi Prabowo
30 October 2024 21:01 WIB, 2024
Akun Facebook palsu atasnamakan Wakil Bupati Lampung Tengah lakukan penipuan
01 May 2023 18:55 WIB, 2023
SNPMB 2023, registrasi akun SNPMB bagi sekolah dan siswa mulai 9 Januari- 9 Februari 2023
11 January 2023 12:45 WIB, 2023
Terpopuler - Gadget
Lihat Juga
OPPO A6 Pro bisa dipakai untuk mengisi daya perangkat elektronik seperti powerbank
07 October 2025 19:55 WIB
Samsung debutkan Galaxy Tab S10 Lite secara global, yang diperkaya dengan fitur AI
12 September 2025 12:41 WIB