Pertamina persiapkan 22.000 mesin LinkAja di seluruh SPBU
Jumat, 17 Mei 2019 5:57 WIB
Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas’ud Khamid (tengah) saat meninjau kesiapan SPBU di Rest Area KM 57 Cikampek, Jawa Barat, Kamis. (ANTARA/Mentari Dwi Gayati)
Semarang (ANTARA) - PT Pertamina (Persero) menargetkan sebanyak 22.000 mesin EDC LinkAja terpasang di seluruh SPBU Pertamina hingga akhir tahun ini untuk memudahkan pengguna melakukan pembayaran nontunai.
Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas’ud Khamid menyebutkan 22.000 mesin EDC tersebut akan dipasang di 77.000 nozzle di 5.518 SPBU yang dimiliki Pertamina.
"Kami sudah siapkan 22.000 EDC untuk LinkAja sampai akhir tahun. Itu akan kita pasang di 77.000 nozzle yang kami punya," kata Mas'ud saat meninjau penyelesaian SPBU baru di Rest Area KM 379 Batang, Jawa Tengah, Kamis.
Hingga akhir Mei ini, Pertamina menargetkan 1.000 mesin EDC LinkAja sudah terpasang di jalur Tol Trans Jawa dan Sumatera guna menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2019.
Ada pun LinkAja merupakan sistem pembayaran nontunai yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan BUMN dan mengintegrasikan seluruh produk fintechBUMN yakni T-cash milik Telkomsel, Yap! BNI, e-Cash Bank Mandiri, dan T-bank dari Bank BRI.
"LinkAja kami jadikan platform untuk nasional e-payment. Jadi bisa tukar poin sesama 'merchant' BUMN, baik poin pembelian BBM, transportasi KAI, parkir, dan lainnya. Kami mulai mengedukasi masyarakat untuk menggunakan LinkAja," katanya.
Selain membeli BBM, Pertamina juga memfasilitasi pembelian gas dan Bright Gas menggunakan LinkAja. Nantinya, sistem pembayaran ini akan diterapkan di 165.000 pangkalan gas Pertamina.
"Tiap desa kami wajibkan ada 1 outlet per pangkalan. Tiap outlet nanti kita kasih QR Code di depan pangkalannya sehingga setiap orang yang membeli Elpiji 3 kilogram tinggal foto QR Code itu," katanya.
Ada pun kepemilikan LinkAja masih dikuasai Telkom melalui Telkomsel. LinkAja merupakan penyatuan seluruh produk fintechBUMN yakni T-cash milik Telkomsel, Yap! BNI, e-Cash Bank Mandiri, dan T-bank dari Bank BRI.
LinkAja dimiliki delapan BUMN. Telkomsel menjadi pemegang saham dengan kepemilikan 25 persen. Bank Mandiri, BNI dan BRI masing-masing 20 persen. Sisanya, Pertamina tujuh persen dan BTN tujuh persen, Jiwasraya dan Danareksa masing-masing 0,5 persen.
Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas’ud Khamid menyebutkan 22.000 mesin EDC tersebut akan dipasang di 77.000 nozzle di 5.518 SPBU yang dimiliki Pertamina.
"Kami sudah siapkan 22.000 EDC untuk LinkAja sampai akhir tahun. Itu akan kita pasang di 77.000 nozzle yang kami punya," kata Mas'ud saat meninjau penyelesaian SPBU baru di Rest Area KM 379 Batang, Jawa Tengah, Kamis.
Hingga akhir Mei ini, Pertamina menargetkan 1.000 mesin EDC LinkAja sudah terpasang di jalur Tol Trans Jawa dan Sumatera guna menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2019.
Ada pun LinkAja merupakan sistem pembayaran nontunai yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan BUMN dan mengintegrasikan seluruh produk fintechBUMN yakni T-cash milik Telkomsel, Yap! BNI, e-Cash Bank Mandiri, dan T-bank dari Bank BRI.
"LinkAja kami jadikan platform untuk nasional e-payment. Jadi bisa tukar poin sesama 'merchant' BUMN, baik poin pembelian BBM, transportasi KAI, parkir, dan lainnya. Kami mulai mengedukasi masyarakat untuk menggunakan LinkAja," katanya.
Selain membeli BBM, Pertamina juga memfasilitasi pembelian gas dan Bright Gas menggunakan LinkAja. Nantinya, sistem pembayaran ini akan diterapkan di 165.000 pangkalan gas Pertamina.
"Tiap desa kami wajibkan ada 1 outlet per pangkalan. Tiap outlet nanti kita kasih QR Code di depan pangkalannya sehingga setiap orang yang membeli Elpiji 3 kilogram tinggal foto QR Code itu," katanya.
Ada pun kepemilikan LinkAja masih dikuasai Telkom melalui Telkomsel. LinkAja merupakan penyatuan seluruh produk fintechBUMN yakni T-cash milik Telkomsel, Yap! BNI, e-Cash Bank Mandiri, dan T-bank dari Bank BRI.
LinkAja dimiliki delapan BUMN. Telkomsel menjadi pemegang saham dengan kepemilikan 25 persen. Bank Mandiri, BNI dan BRI masing-masing 20 persen. Sisanya, Pertamina tujuh persen dan BTN tujuh persen, Jiwasraya dan Danareksa masing-masing 0,5 persen.
Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK sita uang Rp10 miliar dari rekening pihak terkait kasus pengadaan mesin EDC bank
09 July 2025 9:22 WIB
Anggota DPRD Lampung apresiasi Pemprov Lampung dalam pengadaan 24 unit mesin pengering gabah
22 April 2025 9:37 WIB
Dosen Teknik Mesin Itera bantu polisi investigasi kecelakaan kerja di minimarket Bandarampung
22 November 2024 7:30 WIB, 2024
Terpopuler - Investasi
Lihat Juga
THR untuk pekerja, ASN dan TNI/Polri dibayarkan tujuh hari sebelum Lebaran
19 April 2021 17:44 WIB, 2021
Jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated diubah jadi Tol Sheikh Mohamed bin Zayed, DPR berikan sorotan tajam
18 April 2021 9:13 WIB, 2021
Hutama Karya sebut Tol Trans Sumatera bisa tekan biaya logistik 24 persen
16 April 2021 20:07 WIB, 2021
Produsen bulu mata dan rambut palsu asal Semarang mampu tembus pasar Bulgaria
16 April 2021 10:45 WIB, 2021
Bersandar di Tanggamus, tanker raksasa pengangkut minyak Pertamina tiba di Indonesia
15 April 2021 20:17 WIB, 2021