Laba Boeing anjlok akibat dua kecelakaan mematikan
Kamis, 25 April 2019 7:29 WIB
Pesawat Boeing 737 Max 8 milik maskapai Gol Ailines Brazil (youtube)
San Fransisco (ANTARA) - Pendapatan perusahaan industri pesawat terbang Amerika Serikat (AS), Boeing Company, jatuh sekitar dua persen menjadi 22,9 miliar dolar AS pada triwulan pertama 2019 dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 23,38 miliar dolar, sebagai dampak dua kecelakaan udara mematikan.
Pada Oktober 2018 pesawat Boeing 737 MAX yang dioperasikan Lion Air Indonesia jatuh, disusul pada Maret 2019 pesawat dengan jenis sama, yang dioperasikan Ethiopian Airlines juga mengalami kecelakaan udara serupa, sehingga 346 penumpangnya tewas.
Boeing melaporkan Rabu, laba bersih turun 13 persen dari 2,48 miliar dolar pada triwulan I 2018 menjadi 2,15 miliar dolar pada periode sama 2019. Sementara biaya akibat larangan terbang Boeing 737 MAX mencapai satu miliar dolar.
Arus kas operasi Boeing turun hampir 10 persen menjadi 2,8 miliar dolar pada triwulan ini dari 3,1 miliar dolar pada periode yang sama tahun lalu.
Boeing menarik perkiraan pendapatan 2019 dan mengatakan bahwa hal itu tidak mencerminkan masalah keuangan yang akan memiliki panduan baru di masa mendatang.
Boeing berupaya menekan penundaan sementara pengiriman pesawat 737 MAX setelah dikaitkan dengan dua kecelakaan fatal yang ditemukan dalam sistem kontrol penerbangan pesawat buatannya itu.
Boeing juga mengatakan telah melakukan pembaruan perangkat lunak untuk kesalahan dalam sistem kontrol penerbangan anti-stall pada pesawat 737 MAX, yang dikenal sebagai maneuvering characteristics
augmentation system (MCAS).
"Di seluruh perusahaan, kami fokus pada keselamatan, memperbaiki Boeing 737 MAX, dan meraih kepercayaan kembali para pelanggan, regulator, dan maskapai penerbangan publik," kata Chairman, President, dan CEO Boeing Dennis Muilenburg.
Pada Oktober 2018 pesawat Boeing 737 MAX yang dioperasikan Lion Air Indonesia jatuh, disusul pada Maret 2019 pesawat dengan jenis sama, yang dioperasikan Ethiopian Airlines juga mengalami kecelakaan udara serupa, sehingga 346 penumpangnya tewas.
Boeing melaporkan Rabu, laba bersih turun 13 persen dari 2,48 miliar dolar pada triwulan I 2018 menjadi 2,15 miliar dolar pada periode sama 2019. Sementara biaya akibat larangan terbang Boeing 737 MAX mencapai satu miliar dolar.
Arus kas operasi Boeing turun hampir 10 persen menjadi 2,8 miliar dolar pada triwulan ini dari 3,1 miliar dolar pada periode yang sama tahun lalu.
Boeing menarik perkiraan pendapatan 2019 dan mengatakan bahwa hal itu tidak mencerminkan masalah keuangan yang akan memiliki panduan baru di masa mendatang.
Boeing berupaya menekan penundaan sementara pengiriman pesawat 737 MAX setelah dikaitkan dengan dua kecelakaan fatal yang ditemukan dalam sistem kontrol penerbangan pesawat buatannya itu.
Boeing juga mengatakan telah melakukan pembaruan perangkat lunak untuk kesalahan dalam sistem kontrol penerbangan anti-stall pada pesawat 737 MAX, yang dikenal sebagai maneuvering characteristics
augmentation system (MCAS).
"Di seluruh perusahaan, kami fokus pada keselamatan, memperbaiki Boeing 737 MAX, dan meraih kepercayaan kembali para pelanggan, regulator, dan maskapai penerbangan publik," kata Chairman, President, dan CEO Boeing Dennis Muilenburg.
Pewarta : Risbiani Fardaniah
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Investasi
Lihat Juga
THR untuk pekerja, ASN dan TNI/Polri dibayarkan tujuh hari sebelum Lebaran
19 April 2021 17:44 WIB, 2021
Jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated diubah jadi Tol Sheikh Mohamed bin Zayed, DPR berikan sorotan tajam
18 April 2021 9:13 WIB, 2021
Hutama Karya sebut Tol Trans Sumatera bisa tekan biaya logistik 24 persen
16 April 2021 20:07 WIB, 2021
Produsen bulu mata dan rambut palsu asal Semarang mampu tembus pasar Bulgaria
16 April 2021 10:45 WIB, 2021
Bersandar di Tanggamus, tanker raksasa pengangkut minyak Pertamina tiba di Indonesia
15 April 2021 20:17 WIB, 2021