Boeing perkirakan 737 MAX memulai terbang lagi Januari 2020

id penerbangan kembali,Boeing 737 MAX

Boeing perkirakan 737 MAX memulai terbang lagi Januari 2020

ARSIP FOTO: Foto udara sejumlah pesawat Boeing 737 MAX terparkir di lapangan udara Boeing di Seattle, Washington, Amerika Serikat, Minggu (20/10/2019). Boeing Co (BA.N) melaporkan penurunan laba perusahaan kuartalannya sebesar 53 persen pada hari Rabu (23/10) ini akibat pesawat terlarisnya Boeing 737 MAX dilarang terbang. ANTARA FOTO/REUTERS/Gary He/arsip foto/wsj.

Washington (ANTARA) - Boeing Co mengatakan, Senin (11/11), pihaknya memperkirakan badan Amerika Serikat pengatur penerbangan akan menyetujui pesawat jenis 737 MAX kembali melayani penerbangan komersial dalam beberapa pekan mendatang, setelah sejak beberapa bulan lalu dilarang terbang.

Boeing mengatakan perusahaan itu berharap Badan Penerbangan Federal AS (FAA-Federal Aviation Administration) akan mengeluarkan putusan yang menyetujui jet tersebut beroperasi kembali bulan depan. Namun, Boeing menambahkan bahwa saat ini layanan penerbangan komersial diperkirakan bisa mulai aktif lagi pada Januari.



Pekan lalu, Boeing menyatakan harapan bahwa penerbangan 737 MAX mulai dilanjutkan lagi pada akhir Desember.

Perusahaan tersebut pada Senin (11/11) mengatakan kelanjutan pengiriman jet-jet Boeing 737 MAX kepada para maskapai penerbangan langganannya mungkin saja akan mulai dilanjutkan pada Desember, tapi untuk mendapat persetujuan bagi perubahan pelatihan akan memerlukan waktu lebih lama.

American Airlines dan South Airlines pada Jumat pekan lalu mengatakan mereka memundurkan jadwal penerbangan kembali 737 MAX hingga awal Maret.



Sejumlah maskapai utama mengatakan mereka akan butuh waktu sedikitnya satu bulan untuk menyelesaikan pelatihan serta memasang perangkat lunak, yang sudah direvisi, sebelum penerbangan bisa dimulai kembali.

FAA, sementara itu, menekankan bahwa badan federal tersebut belum menetapkan kerangka waktu soal kapan proses terkait penerbangan kembali jet 737 MAX akan diselesaikan.



Sumber: Reuters
 
Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar