Semarak Menyambut Imlek di Bandarlampung
Jumat, 1 Februari 2019 15:28 WIB
Suasana imlek di depan Vihara di Bandarlampung (Ruth IS).
Beberapa kawasan perbelanjaan dan pertokoan di kota Bandarlampung sudah ramai dihiasi dengan pernak-pernik khas Imlek sejak Januari, sekaligus menjajakan berbagai perlengkapan yang berkaitan dengan perayaan tahun baru Imlek.
Aneka buah dan kue juga banyak dijual, dan pembelinya akan makin ramai mendekati perayaan Imlek 2570/2019 pada Selasa (5/2) ini, seperti jeruk mandarin dan kue keranjang. Kue keranjang atau dodol China setiap menjelang Imlek selalu ramai dijual di supermarket.
Kue keranjang disebutkan memiliki makna persaudaraan yang sangat erat. Jenis kue ini, serta pernak-pernik lainnya, banyak ditemui setiap menjelang Imlek, terutama di pasar modern.
"Di sini hiasan Imlek dipasang sudah dari awal bulan Januari, perlengkapan seperti baju Imlek juga sudah dari awal bulan dipajang," kata Merimawarni, salah satu pekerja di pasar modern di kawasan Telukbetung, Bandarlampung.
Setiap mendekati perayaan Imlek, pusat-pusat perbelanjaan di Bandarlampung selalu disemarakkan hiasan khas Imlek. Salah satu yang mudah dan mencolok untuk disaksikan adalah lampu lampion dan hiasan merah khas Imlek.
Penjualan pernak- pernik marak di pasar-pasar modern sejak Januari lalu hingga sekarang. Pasar modern itu dihiasi dengan warna dominan merah dan kuning sehingga suasana tampak marak.
Di salah satu pasar modern di kawasan Tanjungkarang Pusat, berbagai perlengkapan untuk merayakan Imlek sudah dipajang sejak Januari lalu, termasuk pohon angpau, bunga kertas dan berbagai hiasan lainnya. Aneka makanan dan buah-buahan yang berkaitan dengan perayaan Imlek itu juga dijual, seperti hoison, rebung, urat sapi, jamur yoko, jamur putri, jamur kuping, dan jeruk.
Selain itu, juga dijual pakaian khas untuk merayakan Imlek, terutama untuk anak-anak berwarna dominan merah dan kuning.
Di pasar modern lainnya di Bandarlampung, juga ditawarkan jualan yang berkaitan dengan perayaan Imlek.
Sejumlah toko di kawasan bisnis Telukbetung, juga menawarkan penjualan pernak-pernik Imlek, termasuk dupa, kertas angpau, hiasan rumah dan lainnya.
Pengunjung umumnya lebih berminat membeli kue keranjang, manisan dan amplok angpau.
Penjualan pernak-pernik tahun baru Imlek bukan hanya marak di pasar-pasar modern, tetapi juga di pasar tradisional tertentu di ibu kota Provinsi Lampung itu.
Di pasar tradisional di Telukbetung Selatan, pernik-pernik yang dijual beragam, seperti lilin, dupa, bunga, kertas angpau serta ornamen khas perayaan tahun baru China itu.
Setiap menjelang Imlek, pasar tradisional itu juga disesaki pengunjung warga untuk membeli berbagai makanan dan kebutuhan pokok lainnya, seperti ikan, daging, buah, dan bunga, karena stok barangnya banyak dan cukup lengkap.
Sementara itu, wihara di Bandarlampung pun telah mempersiapkan segala sesuatu menyambut Imlek.
Di Wihara Thay Hin Bio di Jalan Ikan Kakap Pesawahan, Teluk Betung Selatan, Bandarlampung, sejak pekan lalu sudah terpasang banyak lampion yang tergantung di depan wihara tersebut.
Jalan Ikan Kakap merupakan kawasan bisnis dan sentra oleh-oleh khas Lampung, terutama keripik pisang, dan Wihara Thay Hin Bio berada di kawasan jalan tersebut.
Menyambut Imlek, persiapan di wihara tersebut dilakukan seperti perbaikan halaman tempat ibadah tersebut, sementara di bagian dalam wihara itu tersusun rapi banyak lilin besar berwarna merah yang akan dipakai dalam perayaan Imlek 2570/2019.
Thay Hin Bio Bandarlampung merupakan wihara tertua di Provinsi Lampung. Setiap Imlek wihara itu selalu dipadati jemaat yang datang bukan hanya dari wilayah Lampung, tetapi juga dari luar provinsi.
Selain sebagai wihara tertua, Thay Hin Bio juga merupakan warisan atau cagar budaya yang wajib dijaga kelestariannya. Wihara itu berdiri sebelum 1883, dan merupakan salah satu saksi letusan dahsyat Gunung Krakatau di Selat Sunda. Selain sebagai tempat ibadah, wihara ini juga menjadi objek wisata menarik di Kota Bandarlampung, terutama saat menjelang dan saat perayaan Tahun Baru Imlek.
Bukan hanya pusat perbelanjaan atau wihara yang mempersiapkan diri menyambut Tahun Baru Imlek, masyarakat keturunan Tionghoa pun tengah mempersiapkan diri menyambut tahun baru itu. Beberapa diantaranya terlihat hilir-mudik menyambangi area pertokoan yang menjual perlengkapan Imlek untuk membeli kue, permen, hiasan, serta baju merah khas Imlek
Semarak, namun sederhana
Meski semarak, beberapa warga menyebutkan mereka akan merayakan Imlek dengan sederhana.
Salah satu warga yang akan merayakan Imlek, Angelia (19), menyebutkan ia dan keluarganya memang sudah melakukan berbagai persiapan untuk merayakan Imlek.
"Beberapa hal udah selesai dipersiapkan, seperti kue dan permen coklat. Setelah itu beli jeruk dan baju Sincia. Keluargaku pasti buat kue, emang kebiasaannya seperti itu, jarang beli. Hal lain yang dilakuin adalah beresin dan merapikan rumah kalau sudah dekat Sincianya," katanya.
Menurut dia, di keluarganya tidak banyak hal yang dilakukan, namun merayakan Imlek merupakan tradisi.
"Makanan dibuat sendiri. Itu untuk di rumah aja. Walau begitu, kami selalu bersemangat setiap tahun menjelang Sincia," katanya.
Menjelang perayaan tahun baru Imlek, kata Lisa Oktavia, warga Bandarlampung lainnya, hal yang perlu dilakukan adalah membersihkan rumah dan menghiasnya dengan berbagai ornamen merah khas Imlek.
"Menjelang Imlek kita biasanya bersih-bersih rumah, terus ada yang nyicil bikin kue, ada yang mulai beli baju sama pasang ornamen merah," katanya.
Menurut warga lainnya, Diana, perayaan Sincia atau Imlek menjadi salah satu momen keluarga besar berkumpul, yakni makan dan mengobrol bersama, serta berbagi rezeki kepada sesama setelah sekian lama sibuk bekerja. ***3***
Aneka buah dan kue juga banyak dijual, dan pembelinya akan makin ramai mendekati perayaan Imlek 2570/2019 pada Selasa (5/2) ini, seperti jeruk mandarin dan kue keranjang. Kue keranjang atau dodol China setiap menjelang Imlek selalu ramai dijual di supermarket.
Kue keranjang disebutkan memiliki makna persaudaraan yang sangat erat. Jenis kue ini, serta pernak-pernik lainnya, banyak ditemui setiap menjelang Imlek, terutama di pasar modern.
"Di sini hiasan Imlek dipasang sudah dari awal bulan Januari, perlengkapan seperti baju Imlek juga sudah dari awal bulan dipajang," kata Merimawarni, salah satu pekerja di pasar modern di kawasan Telukbetung, Bandarlampung.
Setiap mendekati perayaan Imlek, pusat-pusat perbelanjaan di Bandarlampung selalu disemarakkan hiasan khas Imlek. Salah satu yang mudah dan mencolok untuk disaksikan adalah lampu lampion dan hiasan merah khas Imlek.
Penjualan pernak- pernik marak di pasar-pasar modern sejak Januari lalu hingga sekarang. Pasar modern itu dihiasi dengan warna dominan merah dan kuning sehingga suasana tampak marak.
Di salah satu pasar modern di kawasan Tanjungkarang Pusat, berbagai perlengkapan untuk merayakan Imlek sudah dipajang sejak Januari lalu, termasuk pohon angpau, bunga kertas dan berbagai hiasan lainnya. Aneka makanan dan buah-buahan yang berkaitan dengan perayaan Imlek itu juga dijual, seperti hoison, rebung, urat sapi, jamur yoko, jamur putri, jamur kuping, dan jeruk.
Selain itu, juga dijual pakaian khas untuk merayakan Imlek, terutama untuk anak-anak berwarna dominan merah dan kuning.
Di pasar modern lainnya di Bandarlampung, juga ditawarkan jualan yang berkaitan dengan perayaan Imlek.
Sejumlah toko di kawasan bisnis Telukbetung, juga menawarkan penjualan pernak-pernik Imlek, termasuk dupa, kertas angpau, hiasan rumah dan lainnya.
Pengunjung umumnya lebih berminat membeli kue keranjang, manisan dan amplok angpau.
Penjualan pernak-pernik tahun baru Imlek bukan hanya marak di pasar-pasar modern, tetapi juga di pasar tradisional tertentu di ibu kota Provinsi Lampung itu.
Di pasar tradisional di Telukbetung Selatan, pernik-pernik yang dijual beragam, seperti lilin, dupa, bunga, kertas angpau serta ornamen khas perayaan tahun baru China itu.
Setiap menjelang Imlek, pasar tradisional itu juga disesaki pengunjung warga untuk membeli berbagai makanan dan kebutuhan pokok lainnya, seperti ikan, daging, buah, dan bunga, karena stok barangnya banyak dan cukup lengkap.
Sementara itu, wihara di Bandarlampung pun telah mempersiapkan segala sesuatu menyambut Imlek.
Di Wihara Thay Hin Bio di Jalan Ikan Kakap Pesawahan, Teluk Betung Selatan, Bandarlampung, sejak pekan lalu sudah terpasang banyak lampion yang tergantung di depan wihara tersebut.
Jalan Ikan Kakap merupakan kawasan bisnis dan sentra oleh-oleh khas Lampung, terutama keripik pisang, dan Wihara Thay Hin Bio berada di kawasan jalan tersebut.
Menyambut Imlek, persiapan di wihara tersebut dilakukan seperti perbaikan halaman tempat ibadah tersebut, sementara di bagian dalam wihara itu tersusun rapi banyak lilin besar berwarna merah yang akan dipakai dalam perayaan Imlek 2570/2019.
Thay Hin Bio Bandarlampung merupakan wihara tertua di Provinsi Lampung. Setiap Imlek wihara itu selalu dipadati jemaat yang datang bukan hanya dari wilayah Lampung, tetapi juga dari luar provinsi.
Selain sebagai wihara tertua, Thay Hin Bio juga merupakan warisan atau cagar budaya yang wajib dijaga kelestariannya. Wihara itu berdiri sebelum 1883, dan merupakan salah satu saksi letusan dahsyat Gunung Krakatau di Selat Sunda. Selain sebagai tempat ibadah, wihara ini juga menjadi objek wisata menarik di Kota Bandarlampung, terutama saat menjelang dan saat perayaan Tahun Baru Imlek.
Bukan hanya pusat perbelanjaan atau wihara yang mempersiapkan diri menyambut Tahun Baru Imlek, masyarakat keturunan Tionghoa pun tengah mempersiapkan diri menyambut tahun baru itu. Beberapa diantaranya terlihat hilir-mudik menyambangi area pertokoan yang menjual perlengkapan Imlek untuk membeli kue, permen, hiasan, serta baju merah khas Imlek
Semarak, namun sederhana
Meski semarak, beberapa warga menyebutkan mereka akan merayakan Imlek dengan sederhana.
Salah satu warga yang akan merayakan Imlek, Angelia (19), menyebutkan ia dan keluarganya memang sudah melakukan berbagai persiapan untuk merayakan Imlek.
"Beberapa hal udah selesai dipersiapkan, seperti kue dan permen coklat. Setelah itu beli jeruk dan baju Sincia. Keluargaku pasti buat kue, emang kebiasaannya seperti itu, jarang beli. Hal lain yang dilakuin adalah beresin dan merapikan rumah kalau sudah dekat Sincianya," katanya.
Menurut dia, di keluarganya tidak banyak hal yang dilakukan, namun merayakan Imlek merupakan tradisi.
"Makanan dibuat sendiri. Itu untuk di rumah aja. Walau begitu, kami selalu bersemangat setiap tahun menjelang Sincia," katanya.
Menjelang perayaan tahun baru Imlek, kata Lisa Oktavia, warga Bandarlampung lainnya, hal yang perlu dilakukan adalah membersihkan rumah dan menghiasnya dengan berbagai ornamen merah khas Imlek.
"Menjelang Imlek kita biasanya bersih-bersih rumah, terus ada yang nyicil bikin kue, ada yang mulai beli baju sama pasang ornamen merah," katanya.
Menurut warga lainnya, Diana, perayaan Sincia atau Imlek menjadi salah satu momen keluarga besar berkumpul, yakni makan dan mengobrol bersama, serta berbagi rezeki kepada sesama setelah sekian lama sibuk bekerja. ***3***
Pewarta : Hisar Sitanggang/Ruth IS/Dwi AS
Editor : Samino Nugroho
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sambut Imlek 2026, Akar Hotel Lampung hadirkan perayaan "Fire Horse Fortune"
26 January 2026 13:33 WIB
Jasa Marga paparkan evaluasi layanan libur panjang kepada Dirjen Bina Marga
02 February 2025 22:00 WIB
Daop 7 Madiun catat 72.027 penumpang naik KA saat libur Isra Mikraj-Imlek
29 January 2025 22:02 WIB, 2025
Sebanyak 120.647 kendaraan lintasi Tol Bakter pada 25-27 Januari 2025
28 January 2025 20:37 WIB, 2025
Terpopuler - Seni dan Budaya
Lihat Juga
Pelukis Lampung pun diundang Taman Budaya Kalsel pameran lukis bertaraf nasional
05 August 2022 9:32 WIB, 2022
Badan Pengelola Keuangan Haji dan Dompet Dhuafa salurkan ratusan ekor hewan kurban
17 July 2022 21:29 WIB, 2022