Anak Pengungsi Korban Tsunami Butuh Perlengkapan Sekolah
Selasa, 1 Januari 2019 1:17 WIB
Anak-anak korban tsunami di penampungan pengungsi di Lampung Selatan, sedang diberikan pemulihan trauma oleh petugas Kemesos RI, Jumat (28/12). (Foto: Antaralampung.com/Muklasin)dan
Bandarlampung (Antaranews Lampung ) - Anak-anak pengungsi korban tsunami sangat membutuhkan bantuan perlengkapan sekolah mengingat awal tahun 2019 mereka sudah mulai masuk sekolah, kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Sumarju Saeni.
"Dibutuhkan anak-anak pengungsi saat ini adalah perlengkapan sekolah karena mereka sebentar lagi mulai masuk sekolah," kata Sumarju Saeni, di Bandarlampung, Selasa dinihari.
Menurut dia, bila melihat kondisi saat ini di lapangan, anak-anak yang sekolah masih sangat membutuhkan bantuan perlengkapan sekolah mulai dari seragam, tas, alat tulis, sepatu dan buku.
Tsunami yang menerjang rumah para pengungsi telah menghancurkan ratusan rumah dan membuat semua pakaian sekolah anak-anak hilang dan rusak akibat diterjang air tsunami.
"Hampir rata-rata masyarakat yang mengungsi itu kehilangan tempat tinggal khususnya di Kalianda Lampung Selatan. Semoga bantuan perlengkapan sekolah bisa segera datang untuk para korban tsunami," katanya.
Sumarju menjelaskan, anak-anak mulai masuk sekolah pada 7 Januari 2019, dengan kondisi seperti ini, mereka sangat membutuhkan bantuan perlengkapan sekolah.
Hingga saat ini ratusan pengungsi masih bertahan di Kantor Gubernur Lampung, mereka belum mau kembali ke rumah, karena masih khawatir dengan tsunami susulan mengingat kondisi Gunung Anak Krakatau juga belum benar-benar aman.
"Dibutuhkan anak-anak pengungsi saat ini adalah perlengkapan sekolah karena mereka sebentar lagi mulai masuk sekolah," kata Sumarju Saeni, di Bandarlampung, Selasa dinihari.
Menurut dia, bila melihat kondisi saat ini di lapangan, anak-anak yang sekolah masih sangat membutuhkan bantuan perlengkapan sekolah mulai dari seragam, tas, alat tulis, sepatu dan buku.
Tsunami yang menerjang rumah para pengungsi telah menghancurkan ratusan rumah dan membuat semua pakaian sekolah anak-anak hilang dan rusak akibat diterjang air tsunami.
"Hampir rata-rata masyarakat yang mengungsi itu kehilangan tempat tinggal khususnya di Kalianda Lampung Selatan. Semoga bantuan perlengkapan sekolah bisa segera datang untuk para korban tsunami," katanya.
Sumarju menjelaskan, anak-anak mulai masuk sekolah pada 7 Januari 2019, dengan kondisi seperti ini, mereka sangat membutuhkan bantuan perlengkapan sekolah.
Hingga saat ini ratusan pengungsi masih bertahan di Kantor Gubernur Lampung, mereka belum mau kembali ke rumah, karena masih khawatir dengan tsunami susulan mengingat kondisi Gunung Anak Krakatau juga belum benar-benar aman.
Pewarta : Edy Supriyadi Emir Fajar Saputra
Editor : Samino Nugroho
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prabowo perintahkan hunian sementara untuk pengungsi di Sumatera segera rampung
15 December 2025 7:49 WIB
Prabowo sebut kapal mulai sandar di Sibolga, Hercules tiap hari angkut bantuan bencana
01 December 2025 14:39 WIB
Dompet Dhuafa hadirkan Musala darurat di tempat pengungsian erupsi Gunung Lewotobi
22 November 2024 9:14 WIB, 2024
Korban erupsi Gunung Lewotobi di pengungsian bertambah jadi 4.436 orang
06 November 2024 14:41 WIB, 2024