Selamatkan harimau sumatera !
Rabu, 14 Maret 2018 9:05 WIB
Seekor harimau sumatera sakit dan memasuki perkampungan di Resort Sekincau TNBBS Maret 2015. Namun, lambat penanganan menyebabkan harimau ini akhirnya mati (ist)
Medan (Antaranews Lampung) - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Sumatera Utara meminta Badan Konservasi Sumber Daya Alam melindungi keselamatan harimau Sumatera (panthera tigris Sumatrae) yang berada di Kabupaten Mandailing Natal.
Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut, Dana Prima Tarigan di Medan Sabtu lalu mengatakan, gangguan yang yang dialami satwa langka tersebut merupakan tanggung jawab Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Mandaling Natal (Madina).
Sebab, menurut dia, institusi tersebut yang berwenang menjaga harimau itu jika mengalami ancaman dari perburuan liar maupun gangguan masyarakat.
"Jadi, seekor harimau yang mati akibat ditombak warga Desa Bangkelang, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Madina, merupakan kelalaian BKSDA dan tidak dapat menjaga hewan tersebut," ujar Dana.
Ia mengatakan, ancaman kehidupan harimau tersebut, bukan hanya dari aksi perburuan, tetapi juga dikarenakan pembukaan kawasan hutan untuk dijadikan areal perkebunan sawit.
Saat ini, kawasan hutan Madina banyak yang beralih fungsi jadi kebun sawit, dan hal tersebut juga merupakan tugas BKSDA untuk menyoalisasikan penyelamatan hutan/lingkungan.
"BKSDA jangan hanya mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar jangan melakukan perburuan satwa yang dilindungi dan merusak hutan yang dilakukan orang yang tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan pribadi," kataqnya.
Dana menyebutkan, namun kenyataannya pembukaan hutan untuk dijadikan sawit, masih terus terjadi dan tidak ada larangan.
Bahkan setelah dibukanya areal hutan tersebut untuk perkebunan sawit maka harimau itu juga kehilangan tempat tinggal dan sulit memperoleh makanan seperti kancil, rusa serta binatang lainnya.
Akhirnya harimau atau "raja hutan" tersebut, mencari makan ke perkampungan penduduk dan ditombak secara beramai-ramai hingga mati.
"Peristiwa matinya harimau tersebut secara sadis dapat dijadikan sebagai pengalaman yang sangat berharga bagi BKSDA dan ke depan tidak terulang lagi," kata dia.
Sebelumnya, seekor harimau mati dibunuh warga di Natal Sumut.
Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut, Dana Prima Tarigan di Medan Sabtu lalu mengatakan, gangguan yang yang dialami satwa langka tersebut merupakan tanggung jawab Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Mandaling Natal (Madina).
Sebab, menurut dia, institusi tersebut yang berwenang menjaga harimau itu jika mengalami ancaman dari perburuan liar maupun gangguan masyarakat.
"Jadi, seekor harimau yang mati akibat ditombak warga Desa Bangkelang, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Madina, merupakan kelalaian BKSDA dan tidak dapat menjaga hewan tersebut," ujar Dana.
Ia mengatakan, ancaman kehidupan harimau tersebut, bukan hanya dari aksi perburuan, tetapi juga dikarenakan pembukaan kawasan hutan untuk dijadikan areal perkebunan sawit.
Saat ini, kawasan hutan Madina banyak yang beralih fungsi jadi kebun sawit, dan hal tersebut juga merupakan tugas BKSDA untuk menyoalisasikan penyelamatan hutan/lingkungan.
"BKSDA jangan hanya mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar jangan melakukan perburuan satwa yang dilindungi dan merusak hutan yang dilakukan orang yang tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan pribadi," kataqnya.
Dana menyebutkan, namun kenyataannya pembukaan hutan untuk dijadikan sawit, masih terus terjadi dan tidak ada larangan.
Bahkan setelah dibukanya areal hutan tersebut untuk perkebunan sawit maka harimau itu juga kehilangan tempat tinggal dan sulit memperoleh makanan seperti kancil, rusa serta binatang lainnya.
Akhirnya harimau atau "raja hutan" tersebut, mencari makan ke perkampungan penduduk dan ditombak secara beramai-ramai hingga mati.
"Peristiwa matinya harimau tersebut secara sadis dapat dijadikan sebagai pengalaman yang sangat berharga bagi BKSDA dan ke depan tidak terulang lagi," kata dia.
Sebelumnya, seekor harimau mati dibunuh warga di Natal Sumut.
Pewarta : Munawar Mandailing
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BBTNBBS telusuri pergerakan harimau setelah menerkam manusia di Lampung Barat
11 July 2025 16:04 WIB, 2025
BBKSDA Riau telusuri harimau sumatera terkam pekerja hingga tewas di Pelalawan
26 June 2025 19:14 WIB, 2025
Seorang penggarap lahan di TNBBS Lampung Barat tewas, diduga kuat dimangsa harimau
27 May 2025 19:59 WIB, 2025
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
BMKG prakirakan kota-kota besar di Indonesia, termasuk Lampung diguyur hujan
26 January 2025 7:40 WIB, 2025
DMC Dompet Dhuafa membuka pos bagi penyintas erupsi Gunung Ibu Halmahera
24 January 2025 10:21 WIB, 2025
BMKG prakirakan hujan guyur mayoritas wilayah Indonesia, termasuk Bandarlampung
22 January 2025 5:35 WIB, 2025
BNPB lakukan operasi modifikasi cuaca untuk kurangi banjir di Bandarlampung
20 January 2025 12:11 WIB, 2025
Jihan Nurlela sebut perlu revitalisasi mangrove untuk maksimalkan ekowisata
12 January 2025 5:06 WIB, 2025