Harga Gabah Lampung Naik
Selasa, 5 Desember 2017 16:23 WIB
Pekerja sedang menjemur gabah. (Foto: Antara/Adhitya Hendra)
Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Harga gabah kering panen di tingkat petani maupun penggilingan di Provinsi Lampung pada November 2017 mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya.
"Peningkatan rata-rata harga kelompok kualitas GKP di tingkat petani sebesar 1,32 persen dari Rp5.197 per kilogram," kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung, Yeane Irmaningrum, di Bandarlampung, Selasa.
Ia menyebutkan, dengan kelompok kualitas yang sama, harga gabah di tingkat penggilingan juga naik sebesar 1,08 persen dari sebelumnya Rp5.291/kg.
Menurutnya, harga gabah tertinggi di tingkat petani mencapai Rp5.800/kg pada gabah kualitas GKP dengan varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu.
Harga gabah terendah, lanjutnya, mencapai Rp4.800/kg pada gabah kualitas GKP yaitu varietas Muncul dan IR64 terdapat di Kecamatan Sragi dan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan.
"Harga tersebut berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yaitu Rp3.700 per kilogram," jelas.
Yeane menjelaskan, di tingkat penggilingan, harga gabah tertinggi Rp5.850/kg pada gabah kualitas GKP yaitu Varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, sedangkan harga gabah terendah kelompok kualitas GKP yaitu Rp4.850/kg dengan varietas IR64 terdapat di Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan.
"Harga tersebut berada di atas HPP yaitu Rp3.750 per kilogram," jelasnya.
Selama November 2017, survei harga produsen gabah mencatat 24 observasi. Observasi didominasi oleh kelompok gabah kualitas Gabah Kering Panen (GKP). Tidak dijumpai kelompok gabah kualitas Gabah Kering Giling (GKG) dan kualitas rendah.
Antara
"Peningkatan rata-rata harga kelompok kualitas GKP di tingkat petani sebesar 1,32 persen dari Rp5.197 per kilogram," kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung, Yeane Irmaningrum, di Bandarlampung, Selasa.
Ia menyebutkan, dengan kelompok kualitas yang sama, harga gabah di tingkat penggilingan juga naik sebesar 1,08 persen dari sebelumnya Rp5.291/kg.
Menurutnya, harga gabah tertinggi di tingkat petani mencapai Rp5.800/kg pada gabah kualitas GKP dengan varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu.
Harga gabah terendah, lanjutnya, mencapai Rp4.800/kg pada gabah kualitas GKP yaitu varietas Muncul dan IR64 terdapat di Kecamatan Sragi dan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan.
"Harga tersebut berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yaitu Rp3.700 per kilogram," jelas.
Yeane menjelaskan, di tingkat penggilingan, harga gabah tertinggi Rp5.850/kg pada gabah kualitas GKP yaitu Varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, sedangkan harga gabah terendah kelompok kualitas GKP yaitu Rp4.850/kg dengan varietas IR64 terdapat di Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan.
"Harga tersebut berada di atas HPP yaitu Rp3.750 per kilogram," jelasnya.
Selama November 2017, survei harga produsen gabah mencatat 24 observasi. Observasi didominasi oleh kelompok gabah kualitas Gabah Kering Panen (GKP). Tidak dijumpai kelompok gabah kualitas Gabah Kering Giling (GKG) dan kualitas rendah.
Antara
Pewarta : Agus Wira Sukarta
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Lampung lakukan gerakan tanam PM-AAS target capai 1.000 hektare dalam sepekan
30 September 2026 18:47 WIB
OJK Lampung dan Pemkab Lampung Utara perkuat sistem keuangan sektor pertanian
10 September 2026 10:52 WIB
OJK Lampung dan Pemkab Lampung Utara perkuat sistem keuangan sektor pertanian
09 September 2026 14:56 WIB
Regulasi larangan gabah dijual keluar Lampung naikkan nilai tambah komoditas
03 September 2026 19:38 WIB
Pemprov Lampung minta kabupaten aktif pantau penjualan gabah keluar daerah
03 September 2026 17:07 WIB
Pemprov Lampung perkuat hilirisasi jagung untuk tingkatkan nilai tambah petani
02 September 2026 15:37 WIB
Terpopuler - Riil
Lihat Juga
Waykanan-Mesuji ditawarkan sebagai tempat industri gula kepada Taiwan
15 January 2019 18:00 WIB, 2019
Penerbangan Internasional Perdana Melalui Bandara Raden Inten II Pada Februari
11 January 2019 18:18 WIB, 2019