Kampung Indra Putra Subing Jadi Sentra Jamur
Rabu, 1 November 2017 11:53 WIB
Bupati Lampung Tengah Mustafa sedang memanen jamur hasil budidaya di Kampung Indra Putra Subing, Selasa (31/10) (Foto : Humas Pemkab Lampung Tengah)
Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Kampung Indra Putra Subing, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah dicanangkan sebagai sentra pengembangan dan budidaya jamur, pencanangan ini juga bagian dari program "one zone ane product".
Dalam keterangan yang diterima di Bandarlampung, Rabu, pencanangan tersebut dilakukan oleh Bupati Lampung Tengah Mustafa, Selasa (31/10), karena potensi jamur dan budidaya jamur di Kampung Indra Putra Subing cukup besar.
Tidak hanya menjaga stabilitas harga, pengembangan budidaya jamur juga dimaksudkan untuk memerangi peredaran narkoba di kampung tersebut, kata Bupati.
Sebelumnya, Mustafa juga telah mencanangkan sentra kencur di Seputih Agung, sentra pisang rajabulu di Kampung Gunung Batin dan nanas di Kecamatan Punggur.
Belum lama ini Kampung Indra Putra Subing didaulat menjadi kampung percontohan bebas narkoba oleh Polda Lampung.
Seiring dengan itu, Bupati menginisiasi kampung tersebut sebagai "kampung entrepreneur creative" (KECe) dengan mengembangkan budidaya jamur sebagai komoditas unggulan.
"Berbicara narkoba maupun kriminalitas, kita harus pahami akarnya. Faktor ekonomi bisa menjadi penyebabnya. Ronda dan pengawasan dari kepolisian telah dilakukan, tentu harus diimbangi dengan langkah peningkatan ekonomi sebagai solusi akar permasalahan," katanya.
Dengan dicanangkan Kampung KECe di Indra Putra Subing, diharapkan mampu meningkatkan daya saing pemuda, serta terciptanya kemandirian. Budidaya jamur bisa menjadi alternatif pilihan pemuda untuk mandiri dan berkarya.
Pemkab Lampung Tengah siap memberikan dukungan untuk pengembangan budidaya jamur mulai dari tingkat produksi hingga pemasaran. Pemberdayaan kepada pemuda juga siap dilakukan untuk melahirkan SDM-SDM yang berkualitas, kata Mustafa.
"Indra Putra Subing salah satu penghasil jamur terbesar. Bahkan dalam hal pembibitan sudah terbesar di Sumatera. Targetnya kita bisa ekspor ke Singapura dan Thailand. Insya Allah kita akan dukung hingga target ini terealisasi," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyerahkan surat izin usaha perdagangan (SIUP) dan SITU secara gratis kepada ratusan pengusaha, baik industri kecil maupun UMKM di Lampung Tengah.
Pemberian izin gratis juga menjadi langkah pemerintah dalam menyukseskan program KECe. Diharapkan pemberian izin gratis akan semakin meningkatkan pertumbuhan usaha-usaha khususnya di tiap kampung.
Sementara itu, Eko Prasetyo, salah satu petani jamur mengatakan, budidaya jamur sangat menjanjikan, dia juga mengembangkan pembibitan jamur dan saat ini sudah terbesar di Sumatera.
Dalam sehari Eko bisa memproduksi 3.200-4.000 polibag bibit jamur. Sementara untuk jamurnya per hari bisa dipanen 400-600 kg per hari dengan pemasaran hampir di seluruh wilayah Lampung dan beberapa provinsi lainnya di Sumatera.
"Pemasaran kami tersebar luas di kabupaten/kota di Lampung. Sementara di luar daerah kami sudah ke Bengkulu dan Palembang. Dengan adanya dukungan Bupati, khusus pembibitan jamur, kami targetkan bisa ekspor ke Thailand dan Singapura," katanya. (ANTARA)
Dalam keterangan yang diterima di Bandarlampung, Rabu, pencanangan tersebut dilakukan oleh Bupati Lampung Tengah Mustafa, Selasa (31/10), karena potensi jamur dan budidaya jamur di Kampung Indra Putra Subing cukup besar.
Tidak hanya menjaga stabilitas harga, pengembangan budidaya jamur juga dimaksudkan untuk memerangi peredaran narkoba di kampung tersebut, kata Bupati.
Sebelumnya, Mustafa juga telah mencanangkan sentra kencur di Seputih Agung, sentra pisang rajabulu di Kampung Gunung Batin dan nanas di Kecamatan Punggur.
Belum lama ini Kampung Indra Putra Subing didaulat menjadi kampung percontohan bebas narkoba oleh Polda Lampung.
Seiring dengan itu, Bupati menginisiasi kampung tersebut sebagai "kampung entrepreneur creative" (KECe) dengan mengembangkan budidaya jamur sebagai komoditas unggulan.
"Berbicara narkoba maupun kriminalitas, kita harus pahami akarnya. Faktor ekonomi bisa menjadi penyebabnya. Ronda dan pengawasan dari kepolisian telah dilakukan, tentu harus diimbangi dengan langkah peningkatan ekonomi sebagai solusi akar permasalahan," katanya.
Dengan dicanangkan Kampung KECe di Indra Putra Subing, diharapkan mampu meningkatkan daya saing pemuda, serta terciptanya kemandirian. Budidaya jamur bisa menjadi alternatif pilihan pemuda untuk mandiri dan berkarya.
Pemkab Lampung Tengah siap memberikan dukungan untuk pengembangan budidaya jamur mulai dari tingkat produksi hingga pemasaran. Pemberdayaan kepada pemuda juga siap dilakukan untuk melahirkan SDM-SDM yang berkualitas, kata Mustafa.
"Indra Putra Subing salah satu penghasil jamur terbesar. Bahkan dalam hal pembibitan sudah terbesar di Sumatera. Targetnya kita bisa ekspor ke Singapura dan Thailand. Insya Allah kita akan dukung hingga target ini terealisasi," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyerahkan surat izin usaha perdagangan (SIUP) dan SITU secara gratis kepada ratusan pengusaha, baik industri kecil maupun UMKM di Lampung Tengah.
Pemberian izin gratis juga menjadi langkah pemerintah dalam menyukseskan program KECe. Diharapkan pemberian izin gratis akan semakin meningkatkan pertumbuhan usaha-usaha khususnya di tiap kampung.
Sementara itu, Eko Prasetyo, salah satu petani jamur mengatakan, budidaya jamur sangat menjanjikan, dia juga mengembangkan pembibitan jamur dan saat ini sudah terbesar di Sumatera.
Dalam sehari Eko bisa memproduksi 3.200-4.000 polibag bibit jamur. Sementara untuk jamurnya per hari bisa dipanen 400-600 kg per hari dengan pemasaran hampir di seluruh wilayah Lampung dan beberapa provinsi lainnya di Sumatera.
"Pemasaran kami tersebar luas di kabupaten/kota di Lampung. Sementara di luar daerah kami sudah ke Bengkulu dan Palembang. Dengan adanya dukungan Bupati, khusus pembibitan jamur, kami targetkan bisa ekspor ke Thailand dan Singapura," katanya. (ANTARA)
Pewarta :
Editor : Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menembak beregu putra sabet emas, Sultanul sumbang perunggu di perorangan
14 December 2025 15:58 WIB
Terpopuler - Lampung Tengah
Lihat Juga
KPK panggil istri Bupati Lampung Tengah nonaktif Ardito Wijaya untuk diperiksa
15 January 2026 11:32 WIB
Damkarmat Lampung Selatan evakuasi buaya peliharaan warga di Natar, Lamsel
28 December 2025 17:30 WIB
Pria Bandarlampung sekap anak di bawah umur asal Lampung Tengah selama empat hari
21 October 2025 16:42 WIB
Wakil Bupati Lampung Tengah hadiri kirab budaya HUT ke -68 Dusun Sriwaluyo II
23 September 2025 9:30 WIB
FIFGROUP gelar hajatan untuk dekatkan layanan ke masyarakat di Bandar Jaya
13 September 2025 17:41 WIB
LBH Bandarlampung komitmen dampingi masyarakat tiga kampung terlibat konflik agraria
18 August 2025 9:59 WIB
DPRD Lampung minta percepatan unit pemukiman transmigrasi jadi desa definitif
22 July 2025 12:06 WIB