Satgas Diminta Bantu Polisi Perangi Narkoba
Jumat, 6 Oktober 2017 6:00 WIB
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Lampung Timur Tarmizi berbicara bahaya narkoba kepada ratusan peserta Training of Trainer (ToT) Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkoba di gedung Islamic Center Sukadana, Senin (2/10) (FOTO: Hu
Lampung Timur (ANTARA Lampung) - Satuan Tugas Anti Narkoba Kabupaten Lampung Timur diminta terus bekerja membantu kepolisian memerangi peredaran narkoba di setiap wilayah kerjanya, mengingat barang haram tersebut merusak generasi bangsa.
"Caranya kita ciptakan gerakan secara komprehensif, multidimensional, sinergis, terpadu, dan berkesinambungan dalam upaya pemberantasan penyalahangunaan dan pencegahan peredaran Narkoba di Lampung Timur," kata Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Lampung Timur, Tarmizi, pada Trainer of Trainer (ToT) Satgas Anti Narkoba, di Sukadana, Lampung Timur, Senin (2/10) lalu.
Ia mengemukakan peredaran narkoba saat ini sudah dalam taraf memprihatinkan dan narkoba mengancam generasi muda.
Menurutnya, harus dilakukan upaya bersama untuk mencegah peredaran barang haram tersebut di tengah masyarakat.
Narkoba, lanjuthya, adalah zat yang berbahaya bagi yang mengonsumsinya, dampak dari obat-obatan itu adalah merusak kesehatan dan fisik pengguna bahkan dampak terburuknya adalah kematian.
"Masyarakat diminta menjauhi narkoba dan zat berbahaya lainya," ujarnya pula.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyatakan perang terhadap narkoba karena dapat merusak karakter, fisik, dan kesehatan menusia serta dalam jangka panjang bisa mengganggu daya saing dan kemajuan bangsa.
"Tidak ada pilihan lain bagi kita untuk menyatakan perang terhadap narkoba," kata Jokowi beberapa waktu lalu.
Presiden menyatakan korban narkoba Indonesia pada tahun ini mencapai 4,1 juta orang atau 2,2 persen dari total penduduk dan kerugian material mencapai Rp63 triliun.
"Kejahatan narkoba ini digolongkan kejahatan luar biasa dan serius, terlebih lagi kejahatan narkoba terjadi di lintas negara dan terorganisasi sehingga menjadi ancaman nyata yang membutuhkan penanganan serius dan mendesak," katanya.
Untuk itu Presiden meminta perang terhadap narkoba ini tidak hanya dibebankan kepada BNN tetapi semua pihak harus turun tangan dan meninggalkan ego sektoral.
(ANTARA)
"Caranya kita ciptakan gerakan secara komprehensif, multidimensional, sinergis, terpadu, dan berkesinambungan dalam upaya pemberantasan penyalahangunaan dan pencegahan peredaran Narkoba di Lampung Timur," kata Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Lampung Timur, Tarmizi, pada Trainer of Trainer (ToT) Satgas Anti Narkoba, di Sukadana, Lampung Timur, Senin (2/10) lalu.
Ia mengemukakan peredaran narkoba saat ini sudah dalam taraf memprihatinkan dan narkoba mengancam generasi muda.
Menurutnya, harus dilakukan upaya bersama untuk mencegah peredaran barang haram tersebut di tengah masyarakat.
Narkoba, lanjuthya, adalah zat yang berbahaya bagi yang mengonsumsinya, dampak dari obat-obatan itu adalah merusak kesehatan dan fisik pengguna bahkan dampak terburuknya adalah kematian.
"Masyarakat diminta menjauhi narkoba dan zat berbahaya lainya," ujarnya pula.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyatakan perang terhadap narkoba karena dapat merusak karakter, fisik, dan kesehatan menusia serta dalam jangka panjang bisa mengganggu daya saing dan kemajuan bangsa.
"Tidak ada pilihan lain bagi kita untuk menyatakan perang terhadap narkoba," kata Jokowi beberapa waktu lalu.
Presiden menyatakan korban narkoba Indonesia pada tahun ini mencapai 4,1 juta orang atau 2,2 persen dari total penduduk dan kerugian material mencapai Rp63 triliun.
"Kejahatan narkoba ini digolongkan kejahatan luar biasa dan serius, terlebih lagi kejahatan narkoba terjadi di lintas negara dan terorganisasi sehingga menjadi ancaman nyata yang membutuhkan penanganan serius dan mendesak," katanya.
Untuk itu Presiden meminta perang terhadap narkoba ini tidak hanya dibebankan kepada BNN tetapi semua pihak harus turun tangan dan meninggalkan ego sektoral.
(ANTARA)
Pewarta : Muklasin
Editor : Samino Nugroho
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wabup Lampung Tengah benarkan oknum yang ditangkap polisi honorer di bagian kesra
01 February 2024 16:37 WIB, 2024
Asisten Pemerintah dan Kesra Lampung Selatan gelar rakor persiapan kunjungan TP PKK Kabupaten Kampar
12 December 2023 15:50 WIB, 2023
Asisten Bidang Kesra Pemkab Lamsel pimpin rapat bahas kerja sama publikasi
02 July 2021 9:13 WIB, 2021
Warga Bandarlampung minta Yutuber perbaiki program pembangunan dan kesra
12 November 2020 19:39 WIB, 2020
Kejati Lampung tindaklanjuti Biro Kesra Lampung jika ada indikasi korupsi
30 June 2020 14:18 WIB, 2020
Terpopuler - Lampung Timur
Lihat Juga
Bupati Lamtim berterima kasih kepada Presiden atas pembangunan Jembatan Way Bungur
05 February 2026 23:42 WIB
Mahasiswa KKN Itera ubah air payau jadi layak konsumsi di Desa Sukorahayu
03 February 2026 16:31 WIB
Tanggapi video viral, Bupati Lamtim pastikan Jembatan Merah Putih segera dibangun
01 February 2026 21:56 WIB