Tulangbawang, Lampung (ANTARA Lampung) - Jajaran Polres Tulangbawang melakukan identifikasi rumah Heri Kuswanto, Kepala Kampung Ringinsari, Kecamatan Banjarmargo, Kabupaten Tulangbawang, yang dirusak massa, Selasa sekitar pukul 01.15 WIB.

Proses identifikasi dilakukan secara menyeluruh bagian rumah dan barang-barang yang dirusak atau diamuk massa, di antaranya adalah satu unit mobil Daihatsu Xenia BE-2268-TD, sepeda motor dinas Mega Pro BE-6272-TZ dan Yamaha Mio tanpa nomor plat kendaraan.

Sedangkan bagian rumah yang dirusak, yakni kaca pintu dan jendela, meja dan kursi, lemari, meja makan, meja tamu, barang-barang elektronik dan perabotan rumah tangga terbilang mewah semuanya hancur.

Kanit Identifikasi Polres Tulangbawang Brigpol Soni Kurniawan di sela identifikasi menyebutkan hampir seluruh bagian rumah dan isinya rusak berat. Kendaraan roda empat rusak berat dan dua sepeda motor rusak ringan.

"Bisa dilihat kerusakan rumah dan isinya serta kendaraan yang ada. Warga tidak ada yang boleh memasuki area atau lokasi yang sudah dipasangi `police line`," kata Soni.

Pada tempat kejadian perkara, sekeliling rumah kepala kampung dipagar dengan police line. Puluhan personel dari Satuan Brimob dan Sabhara berjaga-jaga.

Aksi warga Kampung Ringinsari dan Caturkarya, Kecamatan Banjarmargo, Tulangbawang, dengan merusak dan mengacak-acak rumah Kepala Kampung Ringinsari itu diduga sebagai buntut dari aksi Senin (15/8) lalu.

Pergerakan massa yang akan melakukan perusakan tidak dapat dibendung atau dihalau oleh polisi dari Polsek Banjaragung yang bergerak cepat untuk melakukan upaya penetrasi.

Sebelumnya, massa yang berasal dari Kampung Ringinsari, Kecamatan Banjarmargo, Tulangbawang, bergerak mengepung kantor bupati Tulangbawang yang berada di Jalan Lintas Timur, Tiuh Tohou, Menggala itu.

Kehadiran mereka untuk menyampaikan dua aspirasi dan tuntutan. Pertama, menuntut Bupati Tulangbawang memberhentikan Kepala Kampung Ringinsari Heri Kuswanto.

Kedua, Bupati Tulangbawang diminta untuk menyelesaikan persoalan sengketa tanah di wilayah ini.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi itu Eko Prasetyo menegaskan masyarakat kampung setempat telah kehabisan kesabaran dalam menghadapi persoalan sengketa tanah, sehingga hilang kepercayaan kepada kepala kampung setempat.

Mereka menilai kepala kampung terkesan membiarkan persoalan sengketa tanah berlarut-larut.

Kami terpaksa harus turun tangan dan menggelar aksi unjuk rasa, mengingat dengan cara inilah kami menekan dan meminta ketegasan Bupati Tulangbawang, kata Eko.

Eko menambahkan, mereka yang ikut demonstrasi adalah masyarakat yang rela untuk memperjuangkan dan menyuarakan aspirasi dan tuntutan mereka, antara lain menghendaki kepala kampung mengundurkan diri sebelum dilengserkan.

Selain rumah dan isi perabotan yang dirusak dan dihancurkan dalam amuk massa itu, uang ratusan juta rupiah dan perhiasan serta peralatan elektronik ikut dijarah oknum yang emosional dan melakukan aksi anarkis, pada Selasa (20/9) September 2016, sekira pukul 01.15 WIB.

Kepala Kampung Ringinsari Heri Kuswanto saat dikonfirmasi mengatakan dalam aksi itu, dirinya telah kehilangan harta benda, berupa uang, perhiasan, laptop dan proyektor.

Aksi massa telah merusak rumah, kendaraan dan seluruh perabotan rumah tangga, katanya lagi.

Heri merincikan harta benda yang hilang yakni uang Rp98 juta hasil dari penjualan singkong, dan Rp40 juta dana milik PKK. Kemudian, kalung emas seberat 20 gram, kamera merek canon, proyektor dan dua laptop merek Asus.

Laptop milik kantor dan satu laptop milik pribadi juga hilang dijarah orang.

"Saya belum cek apa lagi barang yang hilang, saya belum bisa ke rumah," ujar Heri.

Dia mengaku hanya bisa pasrah dan bersabar atas adanya musibah perusakan itu. Dia juga mengaku beruntung bisa menyelamatkan diri dari aksi amuk massa yang terbilang brutal dan sadis itu. (Ant)

Pewarta : Raharja
Editor : Samino Nugroho
Copyright © ANTARA 2024