Warga Pringsewu minta penyelenggara pilkada tertibkan baliho
Senin, 11 Juli 2016 15:38 WIB
Tugu selamat datang di Kabupaten Pringsewu. ( Foto: ANTARA Lampung/Ist )
Pringsewu, Lampung (ANTARA Lampung) - Sejumlah warga di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung meminta penyelenggara pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah setempat menertibkan baliho dan alat peraga kampanye bakal calon bupati.
"Pemilihan bupati tahun 2017, tetapi saat ini sudah bertebaran alat peraga kampanye. Bahkan sudah ada yang menyatakan calon bupati Pringsewu. Ini kan aneh, ditetapkan belum oleh KPUD berani mengklaim sebagai calon," kata Eko Supri, warga Gadingrejo, Pringsewu, Senin.
Bahkan, lanjut dia, yang sangat disayangkan alat peraga kampanye yang menyebutkan calon bupati Pringsewu itu salah satunya petinggi atau pengurus partai besar di Provinsi Lampung.
"Semestinya dia tahu aturan mainnya. Kok sudah berani menyatakan calon. Diajukan ke KPUD saja belum, apalagi ditetapkan sebagai calon," kata dia.
Karena itu, lanjut dia, penyelenggara pilkada harus tegas memberikan peringatan, atau meminta aparat Pemkab Pringsewu untuk menertibkannya dengan cara menurunkan dan membuang semua alat peraga kampanye yang belum ditetapkan itu.
Warga lainnya, Sriyanti menyayangkan aksi "curi start" bakal calon bupati dengan memasang alat peraga kampanye di sejumlah titik strategis hingga ke desa-desa.
"Parahnya lagi dipakukan pada pohon. Itu kan bisa merusak pohon yang ditanam khusus untuk penghijauan di tepi jalan," kata dia.
Ia pun menyindir para bakal calon yang sudah berani menyatakan sebagai calon bupati padahal tahapan pilkada belum dibuka.
"Kapan dia itu ditetapkan sebagai calon? Dari jalur apa? Siapa yang menetapkannya?. Ayolah beri pendidikan politik yang sehat dan benar bagi warga di Pringsewu, karena tidak semua warga memahami aturan yang berlaku," katanya.
Sementara itu, pantauan ke wilayah Pringsewu, bakal calon memajang alat peraga kampanye sejak dari perbatasan dengan Kabupaten Pesawaran dengan memasang di pohon dan lainnya. Setidaknya lebih dari tiga orang yang memasang alat peraga kampanye tersebut.
Pemilihan Bupati Pringsewu akan dilaksanakan tahun depan atau tahun 2017 . Kabupaten Pringsewu merupakan kabupaten baru hasil pemekaran dari Kabupaten Tanggamus. Saat ini kabupaten tersebut dipimpin Sujadi (bupati).(Ant)
"Pemilihan bupati tahun 2017, tetapi saat ini sudah bertebaran alat peraga kampanye. Bahkan sudah ada yang menyatakan calon bupati Pringsewu. Ini kan aneh, ditetapkan belum oleh KPUD berani mengklaim sebagai calon," kata Eko Supri, warga Gadingrejo, Pringsewu, Senin.
Bahkan, lanjut dia, yang sangat disayangkan alat peraga kampanye yang menyebutkan calon bupati Pringsewu itu salah satunya petinggi atau pengurus partai besar di Provinsi Lampung.
"Semestinya dia tahu aturan mainnya. Kok sudah berani menyatakan calon. Diajukan ke KPUD saja belum, apalagi ditetapkan sebagai calon," kata dia.
Karena itu, lanjut dia, penyelenggara pilkada harus tegas memberikan peringatan, atau meminta aparat Pemkab Pringsewu untuk menertibkannya dengan cara menurunkan dan membuang semua alat peraga kampanye yang belum ditetapkan itu.
Warga lainnya, Sriyanti menyayangkan aksi "curi start" bakal calon bupati dengan memasang alat peraga kampanye di sejumlah titik strategis hingga ke desa-desa.
"Parahnya lagi dipakukan pada pohon. Itu kan bisa merusak pohon yang ditanam khusus untuk penghijauan di tepi jalan," kata dia.
Ia pun menyindir para bakal calon yang sudah berani menyatakan sebagai calon bupati padahal tahapan pilkada belum dibuka.
"Kapan dia itu ditetapkan sebagai calon? Dari jalur apa? Siapa yang menetapkannya?. Ayolah beri pendidikan politik yang sehat dan benar bagi warga di Pringsewu, karena tidak semua warga memahami aturan yang berlaku," katanya.
Sementara itu, pantauan ke wilayah Pringsewu, bakal calon memajang alat peraga kampanye sejak dari perbatasan dengan Kabupaten Pesawaran dengan memasang di pohon dan lainnya. Setidaknya lebih dari tiga orang yang memasang alat peraga kampanye tersebut.
Pemilihan Bupati Pringsewu akan dilaksanakan tahun depan atau tahun 2017 . Kabupaten Pringsewu merupakan kabupaten baru hasil pemekaran dari Kabupaten Tanggamus. Saat ini kabupaten tersebut dipimpin Sujadi (bupati).(Ant)
Pewarta : Triono Subagyo
Editor : Samino Nugroho
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kabupaten dan kota di Lampung diminta waspada hadapi pergerakan siklon tropis
11 December 2025 21:51 WIB
Pemprov Sumut kirim bantuan bagi korban banjir dan tanah longsor di empat kabupaten
26 November 2025 5:46 WIB
Kabupaten/kota di Lampung diminta tingkatkan layanan kesehatan bayi prematur
17 November 2025 20:26 WIB
DPRD Lampung minta kabupaten kota aktif sosialisasikan perpanjangan pemutihan PKB
14 November 2025 8:20 WIB