Mengajak koruptor insyaf lewat film "Pacarku Anak Koruptor"
Sabtu, 13 Februari 2016 6:37 WIB
Belasan artis pendukung film ‘Pacarku Anak Koruptor’ sambangi KPK. (Dinda Chairina/Kriminalitas.com)
Jakarta (ANTARA Lampung) - Sys NS, artis dan seniman, menyutradarai sebuah film "Pacarku Anak Koruptor" yang bercerita mengenai seorang koruptor kelas kakap yang akhirnya insyaf.
"Ray Sahetapy memerankan sebagai Marukh Bangetan, yaitu koruptor kelas kakap yang merupakan otak pelemahan KPK lewat DPR agar segera merevisi UU KPK dan menjanjikan uang agar KPK cepat impoten, tapi 'ending-nya' bagus karena akhirnya koruptor insyaf," kata Sys NS di gedung KPK Jakarta, Jumat.
Sys bersama dengan kru dan artis pendukung yaitu Jessica Mila, Sabda Ahessa, Ray Sahetapy, Ratna Listy, Dwi Yan, Hengky Tornado, Masayu Anastasia, Sarah Watson, Gibran Marten menemui pimpinan KPK untuk menceritakan isi film tersebut.
Film ini mengisahkan tentang Marukh Bangetan yang diperankan oleh Ray Sahetapy yang memiliki anak bernama Gerhana (Sabda Ahessa) yang berpacaran dengan Sayanda (Jessica Mila), seorang aktivis nasional dan melawan empat kelompok (geng) nakal yaitu Blujin Belel, Selendank dan Cepak Ngehe. Geng-geng tersebut menggunakan narkoba dan balap liar namun Sayanda tidak pernah bosan mendekati mereka agar bertobat.
"Jangan tiap korupsi dicap anaknya pasti jahat juga. Pesan yang ingin disampaikan adalah jangan lupa dengan kebangsaan kita. Ini adalah drama asmara gaya korupsi. Kami ingin agar melalui film ini koruptor jera dan anak koruptor jangan ikut bapaknya dan jangan lagi hidup dengan uang haram," tambah Sys.
"Target kami 10 juta penonton. Pimpinan KPK juga 'welcome' tapi ada aturan KPK terlibat dalam penggunaan uang negara, tapi terbuka untuk membuat adegan terkahir film di depan gedung ini yaitu pemeran Gerhana melaporkan bapaknya ke sini," ungkap Sys.
Salah satu pemeran, Jessica Mila mengakui sempat kesulitan untuk memerankan tokoh Sayanda.
Pengambilan gambar untuk film ini hanya 16 hari yang berlangsung di Jakarta dan Bogor.
Dalam film ini juga ada penampilan khusus dari Roy Marten, Achmad Albar, Sundari Sukotjo, Guruh Sukarno Putra, Camelia Malik dan Darwis Triadi, total ada 100 orang pemain dalam film yang rencananya akan diluncurkan pada 4 Mei 2016.(Ant)
"Ray Sahetapy memerankan sebagai Marukh Bangetan, yaitu koruptor kelas kakap yang merupakan otak pelemahan KPK lewat DPR agar segera merevisi UU KPK dan menjanjikan uang agar KPK cepat impoten, tapi 'ending-nya' bagus karena akhirnya koruptor insyaf," kata Sys NS di gedung KPK Jakarta, Jumat.
Sys bersama dengan kru dan artis pendukung yaitu Jessica Mila, Sabda Ahessa, Ray Sahetapy, Ratna Listy, Dwi Yan, Hengky Tornado, Masayu Anastasia, Sarah Watson, Gibran Marten menemui pimpinan KPK untuk menceritakan isi film tersebut.
Film ini mengisahkan tentang Marukh Bangetan yang diperankan oleh Ray Sahetapy yang memiliki anak bernama Gerhana (Sabda Ahessa) yang berpacaran dengan Sayanda (Jessica Mila), seorang aktivis nasional dan melawan empat kelompok (geng) nakal yaitu Blujin Belel, Selendank dan Cepak Ngehe. Geng-geng tersebut menggunakan narkoba dan balap liar namun Sayanda tidak pernah bosan mendekati mereka agar bertobat.
"Jangan tiap korupsi dicap anaknya pasti jahat juga. Pesan yang ingin disampaikan adalah jangan lupa dengan kebangsaan kita. Ini adalah drama asmara gaya korupsi. Kami ingin agar melalui film ini koruptor jera dan anak koruptor jangan ikut bapaknya dan jangan lagi hidup dengan uang haram," tambah Sys.
"Target kami 10 juta penonton. Pimpinan KPK juga 'welcome' tapi ada aturan KPK terlibat dalam penggunaan uang negara, tapi terbuka untuk membuat adegan terkahir film di depan gedung ini yaitu pemeran Gerhana melaporkan bapaknya ke sini," ungkap Sys.
Salah satu pemeran, Jessica Mila mengakui sempat kesulitan untuk memerankan tokoh Sayanda.
Pengambilan gambar untuk film ini hanya 16 hari yang berlangsung di Jakarta dan Bogor.
Dalam film ini juga ada penampilan khusus dari Roy Marten, Achmad Albar, Sundari Sukotjo, Guruh Sukarno Putra, Camelia Malik dan Darwis Triadi, total ada 100 orang pemain dalam film yang rencananya akan diluncurkan pada 4 Mei 2016.(Ant)
Pewarta : Desca Lidya Natalia
Editor : Samino Nugroho
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
OJK sebut scam merupakan "anak haram" dari digitalisasi transaksi keuangan
23 January 2026 19:11 WIB
Bupati Lampung Barat sebut kepala sekolah berperan bangun kedisiplinan murid
15 January 2026 10:21 WIB
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Terjebak cuaca buruk, ratusan wisatawan sudah dievakuasi ke kapal Pelni dari Karimunjawa
28 December 2022 11:09 WIB, 2022
Lummay Villa and Resort, destinasi wisata berkonsep Eropa berpadu budaya Bali
27 December 2022 18:20 WIB, 2022
Ancol targetkan 430 ribu pengunjung pada libur Natal dan Tahun Baru 2023
25 December 2022 14:05 WIB, 2022
Menparekraf Sandiaga Uno luncurkan Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional
17 December 2022 10:46 WIB, 2022