Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Sejumlah pihak hingga Jumat (21/3)--19 hari lagi--tetap masih meragukan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Lampung dapat melaksanakan pemilihan gubernur bersamaan dengan Pemilu Legislatif 9 April 2014.
Namun Ketua KPU Provinsi Lampung Dr Nanang Trenggono MSi
menepiskan berbagai keraguan itu, dan menegaskan kesiapan pihaknya bersama jajaran pelaksana seluruh Lampung,
sehingga masyarakat tak perlu meragukannya lagi.
"Secara teknis kami sudah siap melaksanakan pilgub bersamaan dengan
pemilu legislatif ini, sekarang tinggal menunggu penyelesaian pembuatan
logistik pemilu dan distribusinya. Kami targetkan akhir Maret 2014 ini
bisa selesai dan segera didistribusikan ke seluruh Lampung," ujar dia.
Komisioner KPU Lampung Edwin Hanibal dan Firman Seponada juga
menegaskan kesiapan jajarannya menggelar pilgub bareng pemilu legislatif
pada 9 April nanti.
"Kotak suara, sampul, dan surat suara untuk pilgub Lampung sedang
dikerjakan pencetakan dan pembuatannya. Pihak rekanan siap menyelesaikan
tugas mereka pada waktu yang ditentukan," ujar Firma lagi.
Menurut Edwin Hanibal, pengunduran diri pejabat pembuat komitmen
(PPK) untuk pelaksanaan tender logistik pilgub Lampung sudah dapat
diantisipasi dan ditangani oleh KPU Lampung, dengan Ketua KPU Nanang
Trenggono mengambil alih sesuai dengan kapasitasnya sebagai kuasa
pengguna anggaran (KPA) agar pelaksanaan pilgub berbarengan dengan
pemilu legislatif itu berjalan seperti direncanakan.
"Kami tidak mendahului takdir dan kuasa Allah SWT, tapi secara
teknis KPU Lampung siap melaksanakan pilgub Lampung bersamaan pemilu
legislatif itu. Kami juga beberapa kali telah melakukan simulasi
pelaksanaannya," ujar Firman Seponada lagi.
Sebelumnya, dalam sebuah dialog di Bandarlampung, Direktur Lingkar
Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti mengatakan, hasil atau
produk-produk Komisi Pemilihan Umum Provinsi Lampung rentan terhadap
gugatan.
"Pelaksanaan pemilihan gubernur Lampung yang cenderung seperti
pemaksaan kehendak tanpa melihat aspek-aspek lainnya, bahkan seharusnya
setiap tahapan memikirkan apa yang harus dilanjutkan," ujarnya, pada
diskusi yang bertemakan `Maju Mundur Pilgub Lampung`, di Saung Wangi
Bandarlampung, Kamis (20/3).
Menurutnya, pelaksanaan Pilgub Lampung 2014 tidak ada ubahnya
seperti pemilu yang terjadi pada 2004, dengan seluruh penyelenggaranya
harus masuk sel karena melakukan pelanggaran hukum dalam pelaksanaan
pengadaan logistik dan berbagai hal lainnya.
"Ini tinggal pilih saja, mau seperti itu atau segera diperbaiki,
karena semua sudah memasuki tahapan bahkan tanpa ada gugatan seluruhnya
menjadi legal di mata umum," ujar aktivis dari Jakarta itu lagi.
Ia berharap jangan sampai peristiwa tersebut terulang kembali,
karena akan sangat merugikan masyarakat khususnya para peserta pemilu.
Menurut akademisi dari FISIP Universitas Lampung (Unila), Ari
Damastuti, kajian atas permasalahan tersebut sudah selesai dibahas,
namun sampai sekarang tidak ada gugatan sama sekali.
"Kajian akademis itu sudah selesai, masing-masing calon bahkan calon
independen yang dirugikan saja tidak melakukan gugatan meskipun
legalitas penyelengaranya masih diragukan," kata dia lagi.
Bahkan, akademisi dari Fakultas Hukum Unila, Yusdianto, menegaskan
bahwa pelaksanaan pilgub Lampung sudah tidak relevan lagi karena ada
hajat nasional yang harus disukseskan yaitu pemilu legislatif.
"Kesuksesan pemilu legislatif merupakan tujuan utama pelaksanaan
pemilu baik di tingkat nasional maupun di Provinsi Lampung," kata dia
lagi.
Menurut dia, urusan kelanjutan pilgub Lampung ke depan harus
ditegaskan kembali oleh pusat, mengingat semua kebutuhan kandidat itu
sangat besar.
"Jangan sampai terlalu besar merugikan kandidat serta masyarakatlah yang akan mendapatkan imbasnya," ujarnya pula.
Yusdianto juga menyebutkan, masyarakat yang mulai gencar dan serius
menghadapi pemilu legislatif menjadi terpecah perhatian karena
pelaksanaan pilgub.
"Sayang saja, kalau Lampung menjadi bahan uji coba yang bisa menghancurkan pemilu yang demokratis," ujarnya pula.
Sejumlah calon anggota legislatif dan pengurus partai politik di
Lampung berpendapat, pelaksanaan pilgub berbarengan pemilu legislatif
memang memecah konsentrasi mereka.
Saat ini fokus perhatian semua unsur parpol dan caleg adalah pada
pemenangan partai dan pencalonan mereka sebagai anggota legislatif
masing-masing, sehingga ketika harus juga mengurusi pemenangan pilgub
Lampung membuat konsentrasi terpecah, ujar Irfan Nuranda Djafar, salah
satu caleg DPR dari Partai Amanat Nasional dari daerah pemilihan di
Lampung itu pula.
Hal serupa diungkapkan Achmad Nyerupa, caleg Partai Gerindra untuk
DPRD Provinsi Lampung yang menilai, pelaksanaan pilgub bersamaan pemilu
legislatif 9 April ini terkesan dipaksakan, sehingga semua pihak seperti
tergopoh-gopoh dan belum siap menghadapinya.
Dia mengkhawatirkan terjadi hal yang tidak diharapkan akibat semua itu.
KPU Lampung Pastikan Pilgub Jalan Terus
Jumat, 21 Maret 2014 17:07 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Wapres Gibran dukung pengembangan faskes di RSUD dr A Dadi Tjokrodipo Bandarlampung
08 May 2026 18:11 WIB
Mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono meninggal dunia pada usia 84 tahun
28 March 2026 17:36 WIB
ANTARA minta maaf terkait kesalahan berita "pemerintah setop penerbangan luar negeri"
18 March 2026 4:42 WIB