Anak Perempuan Sasaran Penculikan
Sabtu, 22 Juni 2013 19:36 WIB
Damaskus (Antara/Xinhua-OANA) - Penculikan menyentuh kekhawatiran utama di kalangan semua keluarga Suriah terutama setelah beredar laporan bahwa sebanyak 1.000 anak perempuan telah diculik di seluruh negeri itu.
Akibatnya ialah banyak keluarga dipaksa menjaga anak perempuan di dalam rumah atau melakukan langkah pencegahan. Pada awal krisis 27-bulan, rakyat Suriah mengkhawatirkan anak lelaki mereka sebab banyak kasus penculikan untuk minta tebusan, perampokan dan bahkan aksi balas dendam tercatat.
Namun, sejak lebih dari setahun lalu, penculikan yang ditujukan pada anak perempuan telah meningkat dan media setempat mencatat lebih dari 1.000 perempuan diculik.
"Sebanyak 1.000 perempuan telah diculik di Suriah dan 37.000 perempuan telah diperkosa di seluruh pinggiran Ibu Kota negara itu, Damaskus, saja," kata Qassem Suleiman, Sekretaris Komite Perujukan di kementerian Perujukan Nasional, kepada harian Al-Watan.
Ia mengatakan kebanyakan kasus dilaporkan di Al-Mleha, Kota Kecil Shebaa di pinggiran Damaskus, serta di Permukiman Barzeh di Damaskus. Sebagian kasus lain terjadi di kamp pengungsi Al-Yarmouk dan Al-Moadhamiya.
"Saya dulu biasa menemani putrinya, yang berusia 14 tahun, ke sekolahnya dan kembali untuk membawa dia pulang ke rumah," kata Nahed (45), ibu tiga anak, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu pagi.
Ia mengingat-ingat seorang kemenakan perempuannya diculik di Permukiman Al-Midan di Damaskus lima bulan lalu. Ditambahkannya, anak perempuan yang berumur 13 tahun tersebut diculik oleh beberapa pria bersenjata, saat ia sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya dari sekolah.
"Ia telah ditahan selama 24 jam, dan keluarganya berhasil membayar para penculik sebesar 600.000 pound Suriah untuk membebaskan putri mereka," kata Nahed.
Dalam kejadian lain yang lebih buruk, anak perempuan diculik, terutama yang berusia antara 18 dan 20 tahun di daerah pedesaan, oleh penculik yang lebih peduli pada seks ketimbang uang.
"Segera setelah seorang petempur asing memasuki rumah, rumah itu berikut semua yang ada di dalamnya menjadi miliknya, dan ini lah yang terjadi ketika beberapa pria bersenjata memasuki rumah warga dan memperkosa ibu, anak perempuan dan saudara perempuan di keluarga itu di depan mata orang tua mereka," kata Qassem Suleiman.
Para pejabat dan banyak warga menuduh kaum fanatik dan petempur asing, yang berperang untuk mendukung gerilyawan guna menggulingkan Pemerintah Presiden Bashar al-Assad, sebagai pelaku perbuatan semacam itu dan mengatakan mereka menerapkan doktrin mereka sendiri dan penafsiran mereka sendiri mengenai ajaran Islam.
Penerjemah: Chaidar.
Akibatnya ialah banyak keluarga dipaksa menjaga anak perempuan di dalam rumah atau melakukan langkah pencegahan. Pada awal krisis 27-bulan, rakyat Suriah mengkhawatirkan anak lelaki mereka sebab banyak kasus penculikan untuk minta tebusan, perampokan dan bahkan aksi balas dendam tercatat.
Namun, sejak lebih dari setahun lalu, penculikan yang ditujukan pada anak perempuan telah meningkat dan media setempat mencatat lebih dari 1.000 perempuan diculik.
"Sebanyak 1.000 perempuan telah diculik di Suriah dan 37.000 perempuan telah diperkosa di seluruh pinggiran Ibu Kota negara itu, Damaskus, saja," kata Qassem Suleiman, Sekretaris Komite Perujukan di kementerian Perujukan Nasional, kepada harian Al-Watan.
Ia mengatakan kebanyakan kasus dilaporkan di Al-Mleha, Kota Kecil Shebaa di pinggiran Damaskus, serta di Permukiman Barzeh di Damaskus. Sebagian kasus lain terjadi di kamp pengungsi Al-Yarmouk dan Al-Moadhamiya.
"Saya dulu biasa menemani putrinya, yang berusia 14 tahun, ke sekolahnya dan kembali untuk membawa dia pulang ke rumah," kata Nahed (45), ibu tiga anak, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu pagi.
Ia mengingat-ingat seorang kemenakan perempuannya diculik di Permukiman Al-Midan di Damaskus lima bulan lalu. Ditambahkannya, anak perempuan yang berumur 13 tahun tersebut diculik oleh beberapa pria bersenjata, saat ia sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya dari sekolah.
"Ia telah ditahan selama 24 jam, dan keluarganya berhasil membayar para penculik sebesar 600.000 pound Suriah untuk membebaskan putri mereka," kata Nahed.
Dalam kejadian lain yang lebih buruk, anak perempuan diculik, terutama yang berusia antara 18 dan 20 tahun di daerah pedesaan, oleh penculik yang lebih peduli pada seks ketimbang uang.
"Segera setelah seorang petempur asing memasuki rumah, rumah itu berikut semua yang ada di dalamnya menjadi miliknya, dan ini lah yang terjadi ketika beberapa pria bersenjata memasuki rumah warga dan memperkosa ibu, anak perempuan dan saudara perempuan di keluarga itu di depan mata orang tua mereka," kata Qassem Suleiman.
Para pejabat dan banyak warga menuduh kaum fanatik dan petempur asing, yang berperang untuk mendukung gerilyawan guna menggulingkan Pemerintah Presiden Bashar al-Assad, sebagai pelaku perbuatan semacam itu dan mengatakan mereka menerapkan doktrin mereka sendiri dan penafsiran mereka sendiri mengenai ajaran Islam.
Penerjemah: Chaidar.
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Lampung ingatkan pentingnya perempuan untuk perkuat ketahanan keluarga
22 December 2025 17:47 WIB
Wagub Lampung serukan peningkatan peran perempuan di birokrasi dan politik
05 December 2025 17:27 WIB
Pemkab Lamsel catat 86 perempuan dan anak jadi korban kekerasan pada 2025
25 November 2025 19:22 WIB
Menteri PPPA kecam kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan di masjid Lampung
06 November 2025 13:06 WIB
Peduli kesehatan perempuan, Dompet Dhuafa Kepri gelar Pemeriksaan USG gratis
03 November 2025 20:41 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Kapal induk USS Abraham Lincoln siap lakukan operasi ke Iran dalam 1-2 hari
27 January 2026 9:55 WIB