Festival Krakatau Harus Lebih Meriah
Jumat, 9 September 2011 13:26 WIB
Gunung Anak Krakatau Gunung Anak Krakatau di selat Sunda yang masih aktif. Gubernur Lampung Sjachroedin ZP mengharapkan Festival Krakatau XXI tahun 2011 lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya. (Foto ANTARA/Triono Subagyo).
Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Gubernur Lampung Sjachroedin ZP mengharapkan pelaksanaan kalender tetap kepariwisataan nasional tahunan di Provinsi Lampung, yakni Festival Krakatau (FK) tahun 2011 bisa digelar sedemikian rupa sehingga bisa lebih meriah dengan memafaatkan seluruh potensi yang ada.
"Bulan depan kita akan menyelenggarakan rangkaian kegiatan kepariwisataan Festival Krakatau, saya minta semua pihak dapat memafaatkan momentum ini dengan baik," kata Gubernur Sjachroedin ZP, di Bandarlampung, Jumat.
Menurut Sjachrodin, banyak hal positif yang bisa dipadukan untuk menyukseskan ajang kepariwisataan nasional tahunan di Lampung itu, seperti acara budaya dan menghidupkan kembali tradisi-tradisi lama yang positif.
"Banyak hal yang biasa dilakukan oleh nenek moyang kita jaman dahulu yang positif, tapi sekarang sudah banyak punah, karena itu perlu dilesatarikan" katanya.
Dia mencontohkan, acara Taptu, yang merupakan salah satu tradisi masyarakat masa lalu saat memperingati Proklamasi Kemerdekaan RI, setiap RT membawa tiga buah obor pada malam hari, juga sudah banyak habis.
Karena itu, kata Oedin, demikan panggilan akrab Sjachroedin ZP, pihaknya komitmen untuk terus melestarikan kebudayaan tersebut, dan diantaranya dipadukan dengan ajaran agama.
Tradisi itu misalnya saat umat Islam menyambut datangnya bulan puasa Ramadhan, atau menyambut malam 21 atau malam ganjil saat bulan Ramadhan, yang sering disebut warga dengan "Likuran".
Festival Krakatau merupakan salah satu kalender tetap tahunan kepariwisataan nasional (Core Event) yang rutin digelar setiap tahun di Provinsi Lampung, dan untuk tahun 2011 ini sudah merupakan yang XXI.
Sebagai gambaran, pada acara puncak Festival Krakatau XX tahun 2010 yang lalu ditampilkan atraksi dan karnaval budaya diawali dengan arakan-arakan "Kemilau Sai Bumi Ruwa Jurai", karnaval dari 14 kabupaten/kota, kelompok seniman Lampung, Museum dan Perguruan Tinggi di Lampung, dilaksanakan di Pelataran Parkir GOR Saburai, dibuka Mendubpar, Jero Wacik.
Kegiatan lainnya berupa "Krakatau Night" dengan tema "Enjoy Blue and Sea Wind" di Citra Garden, dengan peserta pelaku pariwisata, baik dari Lampung maupun Jakarta, Banten, dan daerah di Pulau Jawa lainnya.
Festival Krakatau XX berlangsung selama beberapa hari sejak 9 Juni 2010 ditutup dengan perjalanan wisata ke Gunung Anak Krakatau, di Selat Sunda, menggunakan KMP Mustika Kencana berkapasitas 500 orang.
Para peserta selain bisa melihat secara langsung Anak Gunung Krakatau yang masih aktif, juga dapat menyaksikan festival menyelam dan ruwat laut oleh warga Pulau Sebesi, Kabupaten Lampung Selatan.
Sementara itu, sejumlah warga Provinsi Lampung sebelumnya juga mengharap agar pelaksanaan Festival Krakatau dari tahun ke tahun tidak monoton, atau mengulang seperti tahun sebelumnya.
"Beberapa tahun terakhir, pelaksanaannya monoton, selain itu festival tersebut terkesan hanya kegiatan pemerintah atau pejabat, padahal semua anggaran dari APBD yang juga dari rakyat," kata Hermansyah, warga Kedaton, Bandarlampung. (ANTARA).
"Bulan depan kita akan menyelenggarakan rangkaian kegiatan kepariwisataan Festival Krakatau, saya minta semua pihak dapat memafaatkan momentum ini dengan baik," kata Gubernur Sjachroedin ZP, di Bandarlampung, Jumat.
Menurut Sjachrodin, banyak hal positif yang bisa dipadukan untuk menyukseskan ajang kepariwisataan nasional tahunan di Lampung itu, seperti acara budaya dan menghidupkan kembali tradisi-tradisi lama yang positif.
"Banyak hal yang biasa dilakukan oleh nenek moyang kita jaman dahulu yang positif, tapi sekarang sudah banyak punah, karena itu perlu dilesatarikan" katanya.
Dia mencontohkan, acara Taptu, yang merupakan salah satu tradisi masyarakat masa lalu saat memperingati Proklamasi Kemerdekaan RI, setiap RT membawa tiga buah obor pada malam hari, juga sudah banyak habis.
Karena itu, kata Oedin, demikan panggilan akrab Sjachroedin ZP, pihaknya komitmen untuk terus melestarikan kebudayaan tersebut, dan diantaranya dipadukan dengan ajaran agama.
Tradisi itu misalnya saat umat Islam menyambut datangnya bulan puasa Ramadhan, atau menyambut malam 21 atau malam ganjil saat bulan Ramadhan, yang sering disebut warga dengan "Likuran".
Festival Krakatau merupakan salah satu kalender tetap tahunan kepariwisataan nasional (Core Event) yang rutin digelar setiap tahun di Provinsi Lampung, dan untuk tahun 2011 ini sudah merupakan yang XXI.
Sebagai gambaran, pada acara puncak Festival Krakatau XX tahun 2010 yang lalu ditampilkan atraksi dan karnaval budaya diawali dengan arakan-arakan "Kemilau Sai Bumi Ruwa Jurai", karnaval dari 14 kabupaten/kota, kelompok seniman Lampung, Museum dan Perguruan Tinggi di Lampung, dilaksanakan di Pelataran Parkir GOR Saburai, dibuka Mendubpar, Jero Wacik.
Kegiatan lainnya berupa "Krakatau Night" dengan tema "Enjoy Blue and Sea Wind" di Citra Garden, dengan peserta pelaku pariwisata, baik dari Lampung maupun Jakarta, Banten, dan daerah di Pulau Jawa lainnya.
Festival Krakatau XX berlangsung selama beberapa hari sejak 9 Juni 2010 ditutup dengan perjalanan wisata ke Gunung Anak Krakatau, di Selat Sunda, menggunakan KMP Mustika Kencana berkapasitas 500 orang.
Para peserta selain bisa melihat secara langsung Anak Gunung Krakatau yang masih aktif, juga dapat menyaksikan festival menyelam dan ruwat laut oleh warga Pulau Sebesi, Kabupaten Lampung Selatan.
Sementara itu, sejumlah warga Provinsi Lampung sebelumnya juga mengharap agar pelaksanaan Festival Krakatau dari tahun ke tahun tidak monoton, atau mengulang seperti tahun sebelumnya.
"Beberapa tahun terakhir, pelaksanaannya monoton, selain itu festival tersebut terkesan hanya kegiatan pemerintah atau pejabat, padahal semua anggaran dari APBD yang juga dari rakyat," kata Hermansyah, warga Kedaton, Bandarlampung. (ANTARA).
Pewarta :
Editor : M. Tohamaksun
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Telkomsel ajak pelanggan di Lampung manfaatkan poin dengan diskon berbagai pilihan kuliner
19 December 2025 20:28 WIB
Komisi VII DPR apresiasi komitmen Pemkot Metro untuk berdayakan pelaku UMKM
09 December 2025 15:22 WIB
Reza Rahadian raih Piala Citra untuk kategori penulis skenario terbaik dalam FFI
21 November 2025 5:24 WIB
Festival Lampung Selatan jadi ajang tingkatkan produk UMKM dan wisata daerah
15 November 2025 7:25 WIB
Disparekraf catat potensi perputaran ekonomi Lampung Festival Rp50 miliar
14 November 2025 17:50 WIB
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Terjebak cuaca buruk, ratusan wisatawan sudah dievakuasi ke kapal Pelni dari Karimunjawa
28 December 2022 11:09 WIB, 2022
Lummay Villa and Resort, destinasi wisata berkonsep Eropa berpadu budaya Bali
27 December 2022 18:20 WIB, 2022
Ancol targetkan 430 ribu pengunjung pada libur Natal dan Tahun Baru 2023
25 December 2022 14:05 WIB, 2022
Menparekraf Sandiaga Uno luncurkan Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional
17 December 2022 10:46 WIB, 2022