Komisi VII DPR apresiasi komitmen Pemkot Metro untuk berdayakan pelaku UMKM

id DPR,UMKM,festival,kemudahan usaha,legalitas,sertifikasi,perlindungan usaha,KUR

Komisi VII DPR apresiasi komitmen Pemkot Metro untuk berdayakan pelaku UMKM

Anggota Komisi VII DPR RI yang membidangi UMKM, Pariwisata, dan Sarana Publik Rycko Menoza (ANTARA/HO-Tim Rycko Menoza)

Bandarlampung (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI yang membidangi UMKM, Pariwisata, dan Sarana Publik Rycko Menoza menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Kota Metro yang memperhatikan kepentingan para pelaku UMKM.

"Warga Metro harus bersyukur memiliki wali kota dan wakil wali kota yang benar-benar memperhatikan kepentingan masyarakat," ujar Rycko dalam pernyataan yang diterima di Bandarlampung, Selasa.

Ia pun memastikan dukungan pemerintah daerah setempat bersama Kementerian UMKM dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap legalitas maupun kualitas produk unggulan UMKM lokal seperti Susu Kambing Etawa Telaga Rizky dan Kopi Kuda.

"Harapan saya kalau hari ini ada lebih dari 29 fasilitasi perizinan, wali kota dapat menjaga agar sampai satu tahun kedepan, fasilitasi serupa bisa hadir di gedung ini secara terus-menerus, sehingga para pengusaha tidak perlu hanya menunggu hari Festival saja," ujarnya.

Rycko turut mengungkapkan bahwa terpilihnya Kota Metro sebagai tempat pelaksanaan Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro 2025 yang diinisiasi Kementerian UMKM bukan tanpa alasan.

"Hal tersebut terjadi berkat usaha yang dilakukan oleh wali kota dan wakil wali kota Metro yang benar-benar memperhatikan dan memprioritaskan kepentingan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan UMKM," ujarnya.

Sebelumnya, Rycko menghadiri kegiatan Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro 2025 di kota Metro yang dihadiri ribuan pengusaha mikro dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung, pada Senin (8/12).

Kota Metro menjadi satu dari beberapa daerah yang memperoleh kepercayaan pemerintah pusat untuk menyelenggarakan kegiatan berskala nasional tersebut. Festival ini juga digelar di 13 provinsi lainnya di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Asisten Deputi Legalitas dan Pelindungan Usaha Mikro Kementerian UMKM Rahmadi menyampaikan apresiasi atas peran aktif Pemerintah Kota Metro dalam memperjuangkan kemajuan UMKM di daerah.

Rahmadi juga menegaskan bahwa dukungan pemerintah pusat terhadap UMKM saat ini terus diperkuat, termasuk dalam proses pemulihan ekonomi pascabencana yang terjadi di sejumlah provinsi di Sumatera.

"Jumlah UMKM kita 18 kali lebih besar dari Thailand, 50 kali lebih besar dari Malaysia, dan bahkan 80 kali lebih besar dibanding Vietnam. Artinya, UMKM di Indonesia memiliki peran vital dalam perekonomian nasional baik saat kondisi normal maupun saat terjadi krisis," ujarnya.

Namun, di balik jumlah yang besar tersebut, terdapat 77 persen UMKM di Indonesia yang masih beroperasi secara informal, sehingga rentan terhadap guncangan ekonomi ketika terjadi bencana.

"Ini tantangan kita. Tentunya, kalau melihat data, ketika terjadi sesuatu seperti bencana, UMKM di sektor informal jauh lebih terkena dampak ketimbang yang ada di sektor formal, dampak ekonomi bencana kepada mereka bahkan 41 persen lebih besar," ujarnya.

Untuk itu, ia menilai festival ini menjadi kesempatan bagi pelaku usaha mendapatkan legalitas maupun kemudahan akses pasar serta pembiayaan melalui Sertifikat NIB, Halal, SNI Bina, SP-PIRT, Merek, PT, Izin Edar, KUR, Bantuan Modal Pengembangan Usaha, Asuransi, BPJSTK, hingga Penerimaan Manfaat Pembayaran Digital.

Hingga awal Desember 2025, tercatat penyaluran KUR di Provinsi Lampung bagi para pelaku UMKM mencapai Rp9,5 triliun kepada 178 ribu debitur, dengan realisasi di Kota Metro mencapai Rp127 miliar.

Sementara itu, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menambahkan kehadiran festival tingkat nasional dapat menjadi penyemangat bagi pelaku usaha mikro yang selama ini merupakan tulang punggung ekonomi Metro untuk memperoleh legalitas, pembiayaan dan daya saing produk.

Ia pun memastikan akan terus memperluas layanan perizinan, memperkuat pendampingan, serta meningkatkan regulasi perlindungan usaha.

"Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem usaha mikro, melalui fasilitasi legalitas, sertifikasi, perlindungan usaha, akses pembiayaan, serta peningkatan kapasitas pelaku UMKM," terangnya.

Festival ditutup dengan penyerahan berbagai bantuan, di antaranya satu unit mobil ambulans untuk Lampung Sai, dua unit Motor Roda Tiga untuk Desa Rulung Mulya dan Karya Mulya, serta bantuan alat usaha untuk Kelompok Tani Metro.

Selain itu, Bank BRI juga memberikan Bantuan Program BRI Peduli TJSL sebagai bentuk dukungan berupa pengadaan peralatan usaha dan fasilitas pengembangan bagi pusat pelatihan pertanian dan perdesaan serta Kelompok Usaha bersama kepada Kopi Kuda Cahaya di Kota Metro.

Pewarta :
Editor : Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.