Remaja bersihkan sampah pengunjung Way Kambas selama libur Lebaran

Pusat Latihan Gajah (PLG) Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Kabupaten Lampung Timur,  selama libur Lebaran Idul Fitri 1440 Hijirih dikunjungi ribuan orang dan tercatat  mulai Kamis (5/6) sampai dengan Senin (10/6) sebanyak 15 ribu orang berkunjung ke tempat latihan gajah jinak dan terdidik ini.

Banyaknya pengunjung ke Pusat Latihan Gajah ini, membawa dampak positif dengan masuknya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) dari karcis masuk yang dibayarkan pengunjung.

Namun demikian juga membawa dampak buruk timbulnya sampah di area PLG. Pasalnya, pengunjung masih banyak yang membuang sampahnya sembarangan tidak di kotak sampah, kendati terdapat banyak kotak sampah di sekitar mereka.

Sampah-sampah yang tercecer di sekitar mereka seperti botol minum air mineral, plastik bungkus makanan, plastik, tisu dan lainnya. 

Banyaknya sampah yang berceceran itu seperti menggambarkan masih minimnya kesadaran masyarakat membuang sampah di tempatnya.

Minimnya kesadaran itu, yang mendorong sejumlah remaja tergabung dalam Gerakan Peduli Pecinta Alam / GPPA membersihkan sampah di PLG Way Kambas. 


Terpantau pada Selasa (11/6) sore, Devi Oktariana (18) anggota GPPA bersama teman-temannya melakukan kegiatan memunguti sampah di taman PLG Taman Nasional Way Kambas 

Selama berlangsungnya Lebaran tahun ini, Desi Oktaviana dan rekan-rekanya itu membersihkan sampah pengunjung Way Kambas.

Devi Oktaviana saat ditemui bersama teman-temannya mengatakan kegiatan yang dilakukan GPPA di Way Kambas dilakukan sejak tahun 2018, tepatnya pada acara Festival Way Kambas tahun 2018.

Desi yang berstatus pelajar di SMA N 1 Labuhan Ratu Lampung Timur mengatakan kegiatan yang dilakukan itu sukarela dan dilakukan pada momen-momen tertentu seperti hari libur dan pada hari raya Idul Fitri.

Menurut Desi, motivasi GPPA mau melakukannya ingin mengajak masyarakat peduli sampah dan mencontohkan kepada masyarakat agar mau buang sampah di tempatnya.

Karena sejauh ini masih banyak masyarakat tidak peduli dengan sampah dan buang sampahnya sembrono.

Sebagaimana diketahui sampah yang tercecer punya dampak negatif terhadap kesehatan manusia serta mahluk hidup lainnya dan lingkungan menjadi tidak bersih, lingkungan pun menjadi rusak.

Desi berharap apa yang dilakukan GPPA bisa menyadarkan masyatakat agar peduli sampah dan tidak lagi buang sampah sembarangan.

"Harapan dari kita semua agar masyarakat lebih peduli lingkungan di sini, Way Kambas kan taman kita, agar kita lebih peduli dan taman ini bisa asri lagi," ujar Desi Oktaviana.

Setelah dibersihkan oleh para remaja ini, taman PLG lebih terlihat bersih meski besoknya bakal banyak sampah lagi bercecer akibat masih ada pengunjung  membuang sampah tidak pada tempatnya.

Kepala Balai TN Way Kambas Subakir di Lampung Timur, Sabtu (15/6) mengatakan mengapresiasi kegiatan relawan sampah GPPA di PLG Way Kambas.

"Kegiatan mereka, bagus sekali. Mereka melakukannya kerja ikhlas, tanpa pamrih, tidak minta bayaran, tapi mereka kerja ikhlas membantu membersihkan sampah," ujar Subakir.

Menurut Subakir, sampah-sampah yang dikumpulkan GPPA itu dikumpulkan kemudian dibakar agar tidak menumpuk.

Subakir menyatakan imbauan dari Balai TNWK melalui poster-poster di lokasi juga banyak terpasang dan imbauan lewat pengeras suara terus disuarakan oleh petugas agar pengunjung membuang sampah di tempatnya karena sudah disediakan banyak kotak sampah.

Namun imbauan tidak cukup perlu kesadaran masyarakat untuk mau buang sampah di tempatnya sehingga Way Kambas senantiasa bersih dan asri.