
Pangdam XXI/Raden Inten resmikan Jembatan Garuda di Pringsewu

Harapannya masyarakat di kedua pekon bisa memanfaatkan jembatan ini untuk aktivitas perekonomian, terutama anak-anak sekolah agar aksesnya lebih cepat dan mudah
Bandarlampung (ANTARA) - Pangdam XXI/Raden Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi meresmikan Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Pekon Sukoharjo IV dengan Pekon Jogjakarta, Dusun 3, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu.
Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program TNI Angkatan Darat yang membangun 200 jembatan di seluruh Indonesia.
"Hari ini kita melaksanakan peresmian jembatan yang dipimpin langsung oleh Bapak Kepala Staf Angkatan Darat secara serentak untuk pembangunan 200 jembatan di seluruh Indonesia,” kata Kristomei, dalam keterangannya di Bandarlampung, Senin.
Ia menjelaskan jembatan di Pringsewu ini merupakan Jembatan Perintis Garuda kedua yang diresmikan di wilayah Kodam XXI/Raden Inten.
Sebelumnya, jembatan serupa telah dibangun di Pekon Way Umbar, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus.
Jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 80 meter dengan lebar 1,2 meter dan dibangun dengan anggaran sekitar Rp527 juta.
Proses pembangunannya memakan waktu hampir sebulan dengan melibatkan prajurit TNI AD dari Kodim 0424/Tanggamus, relawan Vertical Rescue Indonesia, Bhabinkamtibmas, serta unsur pemerintah daerah dan masyarakat.
Menurut Kristomei, jembatan ini diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat, terutama untuk kegiatan perekonomian serta mobilitas pelajar.
"Harapannya masyarakat di kedua pekon bisa memanfaatkan jembatan ini untuk aktivitas perekonomian, terutama anak-anak sekolah agar aksesnya lebih cepat dan mudah,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menyampaikan apresiasi kepada TNI yang telah berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam merealisasikan pembangunan jembatan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa sebelumnya akses penyeberangan di lokasi itu sering terputus ketika debit sungai meningkat.
"Kalau banjir seperti ini nyaris tidak bisa melakukan kegiatan karena sungainya meluap. Saat air surut, warga biasanya menyeberang menggunakan getek," kata Riyanto.
Dengan adanya jembatan tersebut, menurut dia, akses masyarakat akan jauh lebih mudah, terutama untuk mendukung sektor pertanian, perikanan, peternakan, serta pendidikan.
"Anak-anak yang sekolah juga lebih mudah aksesnya. Begitu juga aktivitas ekonomi warga, seperti membawa pupuk atau hasil pertanian, tidak perlu memutar jauh lagi," ujarnya.
Bagi warga setempat, jembatan ini menjadi perubahan besar setelah puluhan tahun bergantung pada sarana penyeberangan sederhana.
Cipto Wardoyo (54), salah satu warga, mengatakan sejak tahun 1980 masyarakat di kawasan itu menyeberang menggunakan getek atau rakit bambu.
"Dulu menyeberangnya pakai getek dari bambu," katanya.
Ia mengaku sering melintasi sungai tersebut untuk berdagang sangkar burung ke wilayah Pringsewu. Dengan adanya jembatan baru, aktivitasnya dipastikan akan jauh lebih mudah dan aman.
"Terima kasih sudah dibuatkan jembatan dari negara," ujarnya.
Pemerintah daerah dan TNI berharap masyarakat dapat menjaga dan merawat jembatan tersebut agar dapat digunakan dalam jangka panjang dan terus memberikan manfaat bagi warga di kedua pekon.
Baca juga: Pangdam XXI sebut pembangunan KDMP Lampung telah capai 40 persen
Baca juga: Kodam XXI: Aplikasi Lapor Pangdam jadi bentuk keterbukaan informasi
Baca juga: Pangdam XXI/Radin Inten: Pentas seni budaya perkuat persatuan bangsa
Pewarta : Agus Wira Sukarta
Editor:
Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
