
Kemenag sebut kurikulum berbasis cinta jadi jawaban atas tantangan madrasah

Konsep kurikulum berbasis cinta sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama yang mengedepankan pendidikan rahmatan lil ‘alamin, moderat, dan inklusif
Bandarlampung (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Lampung mengatakan bahwa kurikulum berbasis cinta menjadi jawaban atas berbagai tantangan pendidikan di madrasah.
"Kurikulum ini jadi jawaban atas berbagai tantangan pendidikan di madrasah, khususnya dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman, karakter, dan nilai kemanusiaan," kata Kepala Kanwil Kemenag Lampung Zulkarnain dalam keterangan yang diterima di Bandarlampung, Minggu.
Menurut dia, pendidikan madrasah tidak cukup hanya berorientasi pada capaian akademik. Sebab tantangan hari ini menuntut madrasah melahirkan peserta didik yang beriman, berilmu, berakhlak, serta mampu menyebarkan kasih sayang dalam kehidupan bermasyarakat.
"Konsep kurikulum berbasis cinta sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama yang mengedepankan pendidikan rahmatan lil ‘alamin, moderat, dan inklusif," kata dia.
Menurut Zulkarnain, cinta dalam konteks pendidikan dimaknai sebagai unconditional love, yakni cinta tanpa syarat yang menjadi fondasi pembentukan karakter peserta didik.
"Saya mengutip Surah Al-Mujadilah ayat 11 yang menegaskan bahwa Allah SWT meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu. Ayat tersebut menjadi pengingat kita bahwa iman dan ilmu harus berjalan beriringan dalam proses pendidikan madrasah," katanya.
Oleh karena itu, lanjut dia, guru madrasah memiliki peran strategis sebagai teladan dan penyebar ilmu. Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, proses pembelajaran diharapkan lebih humanis, dialogis, dan menyentuh hati peserta didik.
"Kami berharap kurikulum berbasis cinta dapat diimplementasikan secara nyata di madrasah sebagai upaya menjawab tantangan pendidikan sekaligus membangun generasi yang beriman, berilmu, dan berkepribadian luhur," kata dia.
Baca juga: Kanwil Kemenag Lampung sebut kurikulum berbasis cinta jadi terobosan penting
Baca juga: Kemenang Lampung sebut pelayanan publik harus dilandasi cinta tanpa syarat
Baca juga: Kemenag Lampung sebut Hari Amal Bhakti harus diisi aksi solidaritas
Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor:
Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
