
Kanwil Kemenag Lampung sebut kurikulum berbasis cinta jadi terobosan penting

Kami ditugaskan menciptakan pendidikan unggul, ramah dan bebas kekerasan serta tanpa bullying. Adanya kurikulum cinta sebagai terobosan penting guna mencapai itu
Bandarlampung (ANTARA) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Lampung H. Zulkarnain mengatakan bahwa kurikulum berbasis cinta sebagai terobosan penting dalam pengembangan pendidikan agama dan keagamaan.
"Kami ditugaskan menciptakan pendidikan unggul, ramah dan bebas kekerasan serta tanpa bullying. Adanya kurikulum cinta sebagai terobosan penting guna mencapai itu," katanya di Bandarlampung, Rabu.
Ia menjelaskan bahwa kurikulum ini di dalamnya ada ajaran untuk menanamkan cinta kemanusiaan, toleransi, dan penghargaan terhadap perbedaan sejak usia dini.
“Perbedaan itu rahmat. Ini sudah diterapkan di madrasah melalui kurikulum cinta. Sehingga hal-hal bullying dapat diminimalisir," kata dia.
Ia menegaskan semua anak adalah istimewa, sebab mereka mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri, sehingga setiap orang tua dan guru serta masyarakat harus melihat potensi, minat, dan bakatnya.
Semuanya harus kita cintai karena mereka adalah makhluk Allah,” ujarnya.
Dia berharap implementasi kurikulum berbasis cinta dapat berjalan di semua jajaran pendidikan Kementerian Agama Provinsi Lampung, baik tenaga pendidik dan dunia kependidikan juga harus mengemukakan hal ini.
"Kurikulum cinta itu harus dikemukakan. Karena semua anak itu istimewa yang diciptakan, tidak ada mereka yang tidak istimewa. Jadi semua agama itu pasti memperlakukan manusia terlebih anak itu istimewa dan penuh cintai," kata dia.
Baca juga: Kemenag Lampung pastikan program prioritas Menag terlaksana
Baca juga: Kemenag harap Perpres Ditjen Pesantren dapat terbit sebelum akhir 2025
Baca juga: Juara kompetisi film Islami nasional diumumkan, dua pemenang asal Lampung
Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor:
Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
