
Mahasiswa KKN Itera ubah air payau jadi layak konsumsi di Desa Sukorahayu

Alat penjernih air ini memanfaatkan proses flokulasi dan inokulasi dengan menggunakan bahan polyacrilamida dan polyaluminum chloride
Bandarlampung (ANTARA) - Mahasiswa KKN T 61 Institut Teknologi Sumatera (Itera) menghadirkan inovasi teknologi tepat guna berupa alat penjernih air yang dirancang sederhana dan dapat digunakan langsung oleh masyarakat.
Program ini menjadi upaya nyata mahasiswa dalam membantu pemenuhan kebutuhan dasar warga terhadap air bersih, mengingat saat ini air bersih terbatas karena pencemaran air payau di Warga 4, Desa Sukorahayu, Lampung Timur.
"Alat penjernih air ini memanfaatkan proses flokulasi dan inokulasi dengan menggunakan bahan polyacrilamida dan polyaluminum chloride untuk mengikat partikel kotoran serta zat pencemar dalam air payau," kata Ketua Kelompok, Darwin dalam pernyataan di Bandarlampung, Selasa.
Ia menambahkan, setelah partikel membentuk flok dan terpisah, air kemudian disaring kembali menggunakan filter Reverse Osmosis (RO) sehingga kualitas air yang dihasilkan menjadi lebih jernih dan aman.
Kemudian, seluruh rangkaian alat ditempatkan dalam wadah penjernihan yang praktis dan mudah dioperasikan, sehingga masyarakat tidak memerlukan keterampilan teknis khusus.
Berdasarkan hasil uji coba, lanjut dia, alat ini terbukti mampu menurunkan tingkat kekeruhan air serta mengurangi kandungan sedimen, zat besi (Fe), dan mikroorganisme.
"Pengujian dilakukan melalui jar test, pengukuran pH, serta pemeriksaan mikroba sebelum dan sesudah proses penjernihan," ujarnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN T 61 Itera berharap masyarakat dapat merasakan manfaat jangka panjang, sekaligus terdorong untuk berpartisipasi aktif dalam pemeliharaan alat demi keberlanjutan akses air bersih di Desa Sukorahayu.
Pewarta : Satyagraha
Editor:
Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
