
Komisi VII DPR nilai kehadiran PT Japfa beri manfaat bagi Lampung Selatan

Saya berharap adanya PT Japfa ini benar-benar bisa memberikan manfaat yang besar secara khusus di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, yang termasuk wilayah pertanian dan peternakannya cukup besar
Bandarlampung (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR Rycko Menoza menilai kehadiran produsen pakan ternak PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk dapat memberikan manfaat bagi kemajuan perekonomian di Lampung Selatan.
Ia menambahkan Lampung Selatan saat ini mempunyai potensi besar untuk menjadi basis pangan maupun pakan ternak mengingat wilayah pertanian dan peternakan di kawasan ini cukup memadai.
"Saya berharap adanya PT Japfa ini benar-benar bisa memberikan manfaat yang besar secara khusus di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, yang termasuk wilayah pertanian dan peternakannya cukup besar," ujarnya dalam pernyataan di Bandarlampung, Sabtu.
Sebelumnya, Rycko menjadi salah satu anggota rombongan Komisi VII DPR yang melakukan peninjauan ke PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Jumat (30/1) untuk melihat langsung kesiapan industri pangan strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Rombongan itu dipimpin Ketua Tim Kunjungan Spesifik Chusnunia Chalim dan diikuti sejumlah anggota, antara lain Novita Hardini, Bambang Haryo Soekartono, Bani Raja Manalu, Ahmad Daeng Sere, Henri Munif, Rusda Mahmud, Andika Satya Wasistho, serta Muhammad Hatta.
Turut hadir Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela beserta jajaran Pemerintah Provinsi Lampung, dan perwakilan Kementerian Perindustrian.
"Tentunya harapan saya juga pasar-pasar ini sebelum dijual keluar, ini bisa dimanfaatkan produk lokal, terutama PT Japfa ini dapat menstabilkan harga bahan-bahan pokok," kata Rycko usai melakukan kunjungan kerja.
Dalam kesempatan itu, Chusnunia Chalim turut menilai peran penting PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk sebagai offtaker hilirisasi pertanian di Lampung. Ia mencatat sekitar 50 persen bahan baku pakan ternak perusahaan tersebut berasal dari lokal, khususnya jagung, meski sebagian masih bergantung pada impor.
"Kebijakan bahan baku harus sangat hati-hati. Jangan sampai menimbulkan turbulensi yang ujungnya merugikan UMKM dan masyarakat karena kenaikan harga pangan,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya optimalisasi irigasi dan bendungan di Lampung agar produksi jagung tidak bergantung musim hujan. Menurutnya, peningkatan produktivitas pertanian akan berdampak langsung pada stabilitas industri pakan ternak.
Sementara itu, Vice President Head of Feed Operations Sumatera PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Anwar Tandiono menyatakan komitmen perusahaan dalam menyediakan pakan berkualitas dengan harga bersaing dan berkelanjutan.
Ia menyebut, sejak larangan impor jagung diberlakukan, harga jagung petani konsisten berada di atas harga pembelian pemerintah (HPP).
"Bagi kami, penggunaan jagung lokal lebih efisien dan menguntungkan petani. Kami juga menjaga stok minimal dua hingga tiga bulan karena komoditas ini bersifat musiman," ujar Anwar.
Anwar menambahkan jumlah mitra peternak perusahaan terus bertambah setiap tahun sebagai indikator kemitraan yang berjalan sehat dan saling menguntungkan. Menurutnya, pola kemitraan menjadi kunci keberlanjutan industri peternakan nasional.
Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi dasar perumusan rekomendasi kebijakan Komisi VII DPR RI untuk memperkuat industri pangan nasional yang berdaya saing, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Baca juga: Komisi VII DPR minta optimalisasi bendungan guna industri pakan ternak
Baca juga: Komisi VII DPR minta pelaku industri untuk manfaatkan energi hijau
Baca juga: Komisi VII DPR: Industri pakan berdaya saing untuk kelola bahan baku lokal
Pewarta : Emir Fajar Saputra
Editor:
Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
