Logo Header Antaranews Lampung

Dosen Itera petakan sumber air bersih di Aceh pasca bencana

Senin, 26 Januari 2026 21:05 WIB
Image Print
Tim Dosen Teknik Geofisika Itera sedang menentukan titik sumur bor di lokasi usai bencana di Aceh. ANTARA/HO-Itera
Metode pemetaan yang kami lakukan ini memiliki keunggulan meminimalkan risiko kegagalan pengeboran sumur yang selama ini kerap terjadi di wilayah pengeboran

Bandarlampung (ANTARA) - Institut Teknologi Sumatera (Itera) melalui Tim Teknik Geofisika yang terlibat dalam pemulihan setelah bencana di Provinsi Aceh memetakan sumber air bersih untuk kebutuhan masyarakat setempat.

"Pemetaan sumber air bersih di wilayah terdampak banjir di beberapa daerah di Aceh, memanfaatkan teknologi Audio Frequency Magnetotelluric/ADMT," kata Dosen Teknik Geofisika Itera Rizka, ST, MT, dalam keterangan yang diterima di Bandarlampung, Senin.

Ia mengatakan bahwa dalam kegiatan tersebut Tim Itera berhasil mendeteksi sekitar 50 titik potensial pembangunan sumur bor air bersih di lokasi terdampak bencana.

"Metode pemetaan yang kami lakukan ini memiliki keunggulan meminimalkan risiko kegagalan pengeboran sumur yang selama ini kerap terjadi di wilayah pengeboran,” kata dia.

Dia mengatakan sejumlah desa yang menjadi sasaran pemetaan, yakni wilayah Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang, yang meliputi Desa Purwodadi, Kampung Jawa, Desa Harum Manis, Desa Tanjung Mancang, Desa Timbang Langka, Desa Bandar Khalifah, Desa Sukamaju (Tenggulu).

"Dalam pemetaan sumber air bersih tersebut, berbagai tantangan, seperti di Kabupaten Aceh Tamiang dengan kondisi geologi yang kompleks serta daerah penghasil minyak," kata dia.

Kondisi tersebut, lanjut dia, menyebabkan masyarakat kerap gagal melakukan pengeboran akibat keluar minyak atau air dengan kualitas buruk.

"Bahkan, pada beberapa lokasi, sumur yang berhasil dibangun hanya menghasilkan debit air yang kecil dan belum mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat," kata dia.

Ia menyampaikan proses pemilihan titik bor air dilakukan secara cermat, karena kondisi geologi Kabupaten Aceh Tamiang yang merupakan penghasil minyak dan kondisi banjir turut menjadi tantangan.

“Melalui pemetaan geofisika, tim berupaya memastikan titik bor yang direkomendasikan mampu menyediakan air bersih dengan kualitas dan kuantitas yang layak bagi masyarakat, meskipun akses ke beberapa lokasi cukup terbatas,” kata dia.

Dia mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Lampung untuk Sumatera Bangkit dalam rangkaian Sumatera Pulih, yang dilaksanakan pada 16–24 Januari 2026.

"Keterlibatan kami di sini merupakan wujud nyata peran Itera dalam pengabdian kepada masyarakat, di lokasi terdampak bencana Sumatra, sekaligus penerapan keilmuan geofisika di lapangan," kata dia.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dosen Itera petakan sumber air bersih di Aceh setelah bencana



Pewarta :
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026