Logo Header Antaranews Lampung

Komdigi dukung IOH kembangkan teknologi lewat AI-RAN Research Center

Senin, 17 November 2025 11:53 WIB
Image Print
Staf Ahli Menkomdigi Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya Wijaya Kusumawardhana (kedua kiri) bersama Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha (kiri) saat memantau ruangan AI-RAN Research Center di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (12/11/2025). ANTARA/Moch Asim
Tadi saya berbicara dengan Presiden Indosat, bahwa kami di Komdigi juga memiliki program Garuda Spark Innovation Hub yang mendorong para inovator dan pengembang untuk berkreasi memanfaatkan teknologi

Surabaya (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengapresiasi langkah Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dalam mengembangkan jaringan berbasis kecerdasan artifisial (AI) melalui peresmian AI-RAN Research Center di Surabaya, Jawa Timur.

Staf Ahli Menkomdigi Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya Wijaya Kusumawardhana mengatakan kolaborasi tersebut sejalan dengan program pemerintah dalam mendorong inovasi dan pemerataan akses digital hingga ke daerah terpencil.

“Tadi saya berbicara dengan Presiden Indosat, bahwa kami di Komdigi juga memiliki program Garuda Spark Innovation Hub yang mendorong para inovator dan pengembang untuk berkreasi memanfaatkan teknologi,” kata Wijaya Kusuma saat menghadiri peresmian AI-RAN Research Center di Surabaya, Rabu.

Wijaya menjelaskan, teknologi yang dikembangkan perusahaan itu melalui AI-RAN dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan layanan digital nasional.

Selain itu, kata dia, perusahaan tersebut ke depan juga akan mengembangkan setiap Base Transceiver Station (BTS) sebagai pemancar berbasis 5G dengan preferensi radio.

Menurut dia, teknologi tersebut memiliki jangkauan yang lebih luas sehingga masyarakat di daerah tertinggal juga dapat terhubung dengan layanan digital.

Ia menambahkan, Komdigi membuka peluang kolaborasi untuk mengadopsi teknologi serupa pada BTS yang sedang dikembangkan kementerian.

“Kami berharap pengembangan ini mempercepat pemerataan akses digital dan memperkuat ekosistem ekonomi berbasis teknologi di Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha menyampaikan bahwa AI-RAN Research Center menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi digital nasional.

“Ketika konektivitas berpadu dengan komputasi, lahirlah kecerdasan yang dihadirkan langsung di jaringan dengan tetap menjaga kedaulatan data,” ujarnya.

Ia mencontohkan penerapan teknologi AI-RAN dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari tutor personal berbasis AI bagi anak-anak di wilayah terpencil hingga pertanian presisi yang didukung drone.

“Inilah wujud nyata komitmen kami untuk memberdayakan Indonesia melalui inovasi digital,” katanya.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026