Karantina Lampung fasilitasi ekspor 6,3 ton kopi bubuk sangrai ke Hong Kong

id Lampung ,Bandarlampung ,Kota Bandarlampung,ekspor,hong kong

Karantina Lampung fasilitasi ekspor 6,3 ton kopi bubuk sangrai ke Hong Kong

Pelepasan ekspor kopi bubuk sangrai Provinsi Lampung ke Hong Kong oleh Balai Karantina Lampung dan Pemerintah Daerah. Bandarlampung, Rabu (16/9/2025). (ANTARA/HO-Karantina Lampung)

Tugas kami menjamin bahwa komoditas yang diekspor ini terpenuhinya standar keamanan dan mutu pangan

Bandarlampung (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Lampung memfasilitasi ekspor kopi bubuk sangrai senilai Rp750 juta ke Hong Kong untuk pertama kalinya sebanyak 6,3 ton.

"Tugas kami menjamin bahwa komoditas yang diekspor ini terpenuhinya standar keamanan dan mutu pangan," kata Kepala Balai Karantina Lampung Donni Muksydayan, dalam keterangannya di Bandarlampung, Rabu.

Ia memastikan ekspor perdana kopi bubuk sangrai ke Hong Kong ini telah bebas dari organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dari negara tujuan.

"Jadi Balai Karantina juga sudah menerbitkan PC sebagai jaminan mutu, keamanan, dan kepatuhan terhadap standar internasional untuk ekspor kopi ke Hong Kong ini," kata dia

Sebelumnya, Karantina Lampung sudah memfasilitasi ekspor kopi roasting ke beberapa negara tujuan, salah satunya ke Tiongkok dan Taiwan pada tahun 2024 dengan jumlah 1,1 ton.

"Pada 2025 ini tercatat pengiriman kopi sebanyak 230 kilogram dengan tujuan Tiongkok,” kata dia.

Berdasarkan data Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology (BEST TRUST), tren ekspor kopi biji Lampung terus menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2023 volume ekspor mencapai 167,56 ribu ton dengan nilai Rp4,72 triliun.

Volume ini meningkat pada tahun 2024, mencapai 189,81 ribu ton dengan nilai Rp10,45 triliun. Sementara itu, sepanjang Januari hingga Juli 2025, ekspor telah menembus Rp160,73 ribu ton dengan nilai 10,74 triliun.

"Selama periode tersebut, ekspor kopi Lampung telah menjangkau lebih dari 50 negara tujuan setiap tahunnya. Hal ini mencerminkan kuatnya minat pasar global terhadap kopi berkualitas dari provinsi ini," kata dia.

Menurut Donni, ekspor kopi bubuk sangrai ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak terkait termasuk Pemerintah Provinsi Lampung.

“Kami mendukung penuh setiap upaya peningkatan nilai tambah produk pertanian, termasuk kopi. Karantina hadir untuk memastikan bahwa produk ekspor tidak hanya aman, tetapi juga memenuhi standar internasional yang ditetapkan negara tujuan,” kata dia.

Ia pun berharap ekspor perdana ke Hong Kong menjadi pemicu bagi pelaku industri kopi di Lampung untuk terus mengembangkan kapasitas produksi dan meningkatkan kualitas olahan, serta mendorong inovasi produk hilir.

"Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu sentra kopi unggulan nasional yang siap bersaing di pasar global dengan produk bernilai tambah tinggi," kata dia.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Karantina Lampung fasilitasi ekspor kopi bubuk sangrai ke Hong Kong

Pewarta :
Editor : Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.