PGN Lampung targetkan 100 UMKM dapat manfaatkan gas bumi

id pgn, pgn area lampung, head are pgn, cng, gas bumi

PGN Lampung targetkan 100 UMKM dapat manfaatkan gas bumi

Head Area Perusahaan Gas Negara (PGN) Lampung Ahmad Abrar (kiri) bersama salah satu pelanggan gas bumi. ANTARA/Agus Wira Sukarta

Kami menargetkan 100 UMKM bisa merasakan manfaat gas bumi dari PGN. Saat ini sudah 81 UMKM menjadi pelanggan CNG, dan 15 lainnya dalam tahap progres

Bandarlampung (ANTARA) - Head Area Perusahaan Gas Negara (PGN) Lampung Ahmad Abrar mengatakan PGN terus berkomitmen memperluas manfaat gas bumi dengan menargetkan 100 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Lampung menggunakan gas terkompresi atau Compressed Natural Gas (CNG) pada 2025.

"Kami menargetkan 100 UMKM bisa merasakan manfaat gas bumi dari PGN. Saat ini sudah 81 UMKM menjadi pelanggan CNG, dan 15 lainnya dalam tahap progres," kata Abrar, di Bandarlampung, Minggu.

Ia menjelaskan untuk jaringan pipa gas, PGN menargetkan 30 pelanggan baru pada tahun 2025, dan berencana mengusulkan target lebih dari 30 pelanggan pada 2026.

Selain sektor UMKM, pihaknya juga menyasar segmen rumah tangga. Pada tahun 2025, PGN menargetkan 500 rumah tangga tersambung jaringan pipa gas eksisting, adapun jaringan baru akan difokuskan di wilayah Kedamaian dan Antasari, Kota Bandarlampung pada tahun depan.

Sementara, sejumlah pelaku UMKM di Bandarlampung menyatakan kepuasan mereka terhadap penggunaan gas terkompresi atau CNG dari PGN. Selain efisien, produk gas bumi ini dinilai aman dan sangat mendukung pengembangan usaha.

Pemilik usaha Rumah Bone Catering, Ane mengungkapkan telah menggunakan produk CNG PGN selama tiga tahun terakhir. Ia mengakui adanya efisiensi biaya hingga 30 persen dibandingkan penggunaan elpiji.

"Efisiensinya sangat terasa, dan yang paling penting aman. Setiap hari mobil PGN datang untuk isi ulang, kami merasa sangat puas dengan pelayanannya," ujar Ane.

Meski saat ini masih menggunakan CNG, Ane mengaku berencana beralih ke jaringan pipa gas PGN, namun hingga kini rencana tersebut belum terealisasi.

General Manager Sambal Seruit Buk Lin, Fadli mengakui sudah menggunakan gas CNG PGN sejak tahun 2024.

Menurutnya, pemakaian gas CNG tidak hanya memberikan efisiensi, tetapi juga mendukung operasional yang lebih efektif.

"Penggunaan CNG ini luar biasa. Kami bisa hemat hingga Rp19 juta per bulan, atau sekitar Rp228 juta per tahun. Efisiensi ini sangat membantu, bahkan bisa kami alokasikan untuk membuka cabang baru," ujar Fadli.

Selain hemat, Fadli juga menyebut penggunaan gas PGN membuat masakan jadi lebih cepat matang sehingga menghemat waktu, serta hingga saat ini tidak pernah mengalami kendala seperti kebocoran gas, yang membuatnya merasa aman menggunakan CNG.

Baca juga: PGN catat pendapatan 1,9 miliar dolar AS

Baca juga: Pertamina Patra Niaga gandeng PGN perluas pemasaran produk gas CNG

Baca juga: PGN edukasi pemanfaatan energi bersih ke siswa SD di Bandarlampung

Pewarta :
Editor : Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.