Logo Header Antaranews Lampung

Ikhwanul Muballighin alihkan dukungan ke Prabowo-Gibran

Jumat, 12 Januari 2024 05:38 WIB
Image Print
Jumpa pers Gerakan Ikhwanul Muballighin untuk mendukung pasangan calon Prabowo-Gibran di Jakarta, Kamis (11/1/2024). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi
Dulu, kami dukung Pak Jokowi-Ma'ruf Amin. Kami tetap ikuti Pak Jokowi dan beliau sekarang ini ada di Prabowo-Gibran, katanya

Jakarta (ANTARA) - Organisasi Gerakan Ikhwanul Muballighin secara resmi memindahkan dukungan dari pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden (Capres-Cawapres) Pemilu 2024 nomor urut tiga Ganjar-Mahfud ke nomor urut dua Prabowo-Gibran.

"Dari hasil Rapimnas Ikhwanul Muballighin menghasilkan keputusan singkat, mendukung sepenuhnya pasangan capres-cawapres nomor urut dua Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka ," kata Ketua Umum DPP Ikhwanul Muballighin KH Anwar Fadholi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, Rapimnas juga memutuskan mencabut dukungan dari pasangan capres-cawapres nomor urut tiga Ganjar Pranowo-Mahfud MD pada Pemilu 2024, serta membubarkan gerakan Ikhwanul Muballighin untuk menangkan Ganjar-Mahfud.

Oleh karena itu, Anwar menginstruksikan kepada seluruh jajaran pengurus wilayah Ikhwanul Muballighin tingkat provinsi dan pengurus cabang di kabupaten/kota, seluruh pemangku kepentingan dan keluarga besar organisasi itu di Indonesia, untuk bergerak memenangkan pasangan capres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

"Karena, kami ingin ada keberlanjutan dan kami sudah rasakan hasilnya. Dulu, kami dukung Pak Jokowi-Ma'ruf Amin. Kami tetap ikuti Pak Jokowi dan beliau sekarang ini ada di Prabowo-Gibran," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Pandawa Lima, Eko Wiratmoko mengucapkan terima kasih dengan bergabungnya Ikhwanul Muballighin bersama Pandawa Lima.

"Ini tentu menambah semangat juang bagi memenangkan pasangan capres-cawapres nomor urut 2. Ini akan menambah kekuatan dan tentunya meningkatkan kemenangan Prabowo-Gibran dan mewujudkan kemenangan sekali putaran," harapnya.



Pewarta :
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026