Logo Header Antaranews Lampung

Samsat Drive Thru Riau sudah bukukan pemasukan Rp1 miliar dalam sebulan operasi

Kamis, 9 September 2021 05:48 WIB
Image Print
Samsat Drive Thru di Kota Pekanbaru, Riau. (ANTARA/dok)

Pekanbaru (ANTARA) - Setelah diresmikan Gubernur Riau Syamsuar pada 9 Agustus lalu, Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) drive thru sudah berhasil membukukan pemasukan dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebanyak Rp1 miliar lebih.

Kepala Bapenda Provinsi Riau, Herman, di Pekanbaru, Rabu, mengatakan capaian ini diyakini terus meningkat, mengingat antusias warga yang memanfaatkan layanan instan, tanpa harus turun dari kendaraan. Samsat drive thru ini juga berlaku untuk pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

"Terhitung 6 September pasca diresmikan Pak Gubernur pada 9 Agusus lalu, capaian sudah Rp1 miliar lebih. Baik roda dua dan empat," katanya.

Melihat capaian tersebut, mantan pejabat di Kabupaten Kepulauan Meranti ini pun berniat menambah layanan Samsat drive thru di Pekanbaru, salah satunya di Kecamatan Bina Widya (dulu Kecamatan Tampan) mengingat di daerah itu padat penduduknya.

Hal ini, untuk mempermudah layanan kepada warga. Dengan begitu, diharapkan kesempatan warga dalam memanfaatkan layanan pajak semakin mudah dan cepat.

"Kita lihat nanti lokasinya di mana, kemungkinan di RSJ Tampan. Daerah inikan ramai, semakin mudah layanan, warga pun semakin antusias membayar pajak," ungkap Herman.

Selain itu, layanan Samsat drive thru juga bakal hadir di kabupaten kota lainnya. Hal ini sesuai arahan orang nomor satu di Riau, bagaimana semua layanan pajak dipermudah dan cepat dilakukan.

Terkait waktu direalisasikan, menurut Herman, masih menunggu pada APBD Perubahan nanti. Diharapkan, layanan Samsat drive thru, tidak hanya memberikan kemudahan kepada warga, tetapi juga menjadi menjadi sumber pemasukan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari PKB dan STNK.

"Ini bisa jadi andalan sumber pemasukan PAD. Terutama dengan situasi pandemi COVID-19 saat ini," ujar Herman.

Meski begitu, Herman menyatakan karena keterbatasan anggaran, maka kemungkinan akan diprioritaskan beberapa daerah saja, di antaranya Kabupaten Rokan Hilir dan Kabupaten Pelalawan.

"Untuk Pelalawan, bupatinya sudah menyiapkan lahan untuk drive thru," papar Herman.



Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2026